Kamis, 28 Mei 2009

Striae Pada Kehamilan = Striae Gravidarum ( Strechmark)

Striae gravidarum adalah garis berwarna pink, kemerahan atau keungu2an (kalau yang kulitnya gelap bisa berwarna kehitaman) tidak sama rata dengan kulit (indented) yang sering muncul pada daerah perut, payudara, lengan atas, bokong dan paha. Striae sangat sering ditemukan pada wanita hamil dan munculnya mulai pertengahan kehamilan.

Sampai saat ini, belum ada cara untuk mencegahnya. Krim, minyak atau losion tidaka akan bisa mencegah timbulnya striae. Pada wanita hamil hal ini sebetulnya hal yang biasa (lumrah) dan tidak bisa dihindarkan, namun ada cara untuk mengurangi rimbulnya yakni mempertahankan kenaikan berat badan yang tidak berlebih dan berolahraga.

Striae juga bisa timbul pada kondisi2 non-hamil seperti pada Cushing's syndrome atau kelainan kelenjar anak ginjal lainnya. Pengobatan yang diberikan akan mengurangi saja tetapi tidak dapat menghilangkannya sama sekali. Timbulnya disebabkan oleh peningkatan hormon cortisone, suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal. Cortisone mampu melunakkan serabut elastik pada kulit.

Beberapa keadaan lain yang dapat menimbulkan Striae : penambahan berat badan, penggunaan obat-obatan steroid (krim atau pil), penyakit seperti : Cushing's syndrome, Marfan syndrome, Ehlers-Danlos syndrome dan lain-lainnya.

Striae lebih timbul pada wanita (terutama wanita hamil) ketimbang pria. Faktor risiko lain yang bisa menimbulkan striae adalah: wanita muda, hamil dengan bayi yang besar, obesitas, riwayat keluarga dengan striae dan penggunaan obat2an seperti kostikosteroid.

Striae umumnya gak mengancam, kecuali hanya masalah kjosmetik saja. .Tidak mebutuhkan pengobatan dan akan berkurang seiring dengan berjalnnya waktu. Jika ingin diobati juga, maka biasanya pengobatan tidak sepenuhnya efektif serta tidak menghilangkan striae secara sempurna.

Berikut ini terdapat beberapa cara pengobatan guna mengurangi/memperbaiki penampilan striae :
* Krim Tretinoin. Utamanya buat striae yang baru timbul (pink-merah) - kurang dari 6 minggu. Tidak boleh dipergunakan saat hamil. Cara kerjanya memperbaiki kolagen, sehingga w3arna striae menjadi hampir mirip dengan kulit normal. Tidak efektif apada striae yang sudah lama (> dari 6 minggu).
* Terapi dengan laser. Sama prinsipnya yakni menstimulasi bagian kulit dibawah stiae guna merangsang pertumbuhan kolagen dan elastin. Paling efektif buat striae yang baru, tapi juga bisa buat striae yang sudah alama.
* Photothermolysis. (termasuk jenis terapi laser juga) . Perbedaannya denga laser biasa adalah pada tehnik ini sifatnya fraksional (lebih terarah). Sehingga kerusakan yang timbul lebih minmal dan penyembuhan juga cepat.
* Mikrodermabrasi. Prinsip terapi ini adalah memabuang lapisan klit terluar sehingga merangsang pertumbuhan kulit dibawahnya. Sebuah alat membakkan kristal kekulit , kristal ini berfungsi merontokkan permukaan kulit, kemudian vakum pada alat tersebut membuang kristal dan sel-sel kulit yang rontok tadi. Kulit yang baru tumbuh lebih elastis. Terapi ini merupakan pilihan pada struae yang lama.
* Excimer laser. Terapi laser yang satu ini nggak merangsang kolagen atau elastin, melainkan membuat re-pigmentasi (memberi warna) dengan cara merangsang produksi melanin (zat pewarna kulit). Sehingga akhirnya striae baik akan mirip warnanya dengan kulit sehingga kurang jelas. Sering dipergunakan pada striae yang lama.

Rabu, 27 Mei 2009

Sakit Kepala Paska Anestesi Epidural dan Spinal

Sakit Kepala
Sakit kepala setelah pembedahan atau persalinan sering ditemukan. Sedangkan sakit kepala paska tindakan pembiusan epidural atau spinal terjadi satu dalam 100-500 tergantung usia, prosedur tindakan dan kondisi2 lainnya.

Timbulnya pada satu hari sampai satu minggu paska epidural. Sakit kepalanya lumayan berat (severe headache), terasa mulai dari bagian depan sampai ke belakang kepala, dimana nyerinya akan berkurang jika dibawa berbaring dan tambah parah jika duduk atau berdiri. Bersamaan dengan sakit kepala juga dirasakan nyeri leher serta rasa tidak suka dengan cahaya terang (silau mennn encem).

Jika anestesinya spinal, maka sakit kepalanya tidak seberat epidural (tergantung dari ukuran jarum yang dipergunakan). Pasien muda dan wanita hamil yang mendapat anestesi lokal ini lebih cenderung mengalamai sakit kepala ini .

Sakit ini terjadi akibat keluarnya cairan cerebro-spinal (CSF) dari bekas tusukan jarum spinal atau epidural. Jika cairan ini terlalu banyak keluar, maka tekanannya akan menurun. Dalam keadaan berdiri, tekanan cairan ini akan semakin menurun. Penurunan tekanan ini menyebabkan gejala berupa sakit kepala. Sebagian pasien mendeskripsikannya sebagai migrain yang hebat, bertambah kuat jika dibawa berdiri atau duduk.

Lubang yang terjadi akibat tusukan jarum ini biasanya akan menutup sendiri dalam beberapa minggu atau lebih. Dibawa berbaring dan mengkonsumsi obat2 pain killer seperti parasetamol dan ibuprofen bisa membantu menghilangkannya. Banyak minum air (kopi, teh atau kola bisa lebih membantu), hindari mengangkat sesuatu atau mengedan.

Sakit kepala yang sangat hebat akibat tusukan jarum ini, kadang membutuhkan terapi ‘epidural blood patch’. Yaitu penyuntikan darah sendiri pada sekitar lokasi suntikan sebelumnya, agar terbentuk bekuan darah yang akan menyumbat lubang tersebut.

Tindakan ini akan menghilangkan sakit kepala dalam 24 jam. Setelah periode ini, jika sakit kepala masih ada, maka prosedurnya bisa diulang sekali lagi. Jarang sampai membutuhkan lebih dari dua kali blood patches. Setelah blood patch, dianjurkan untuk tetap berbaring selama 4 jam dan jangan mengangkat sesuatu (menggendong bayi dll) sekurang2nya selama 2 hari.

Selasa, 19 Mei 2009

Klippel-Trenaunay Syndrome

Klippel-Trenaunay syndrome (KTS) suatu kelainan bawaan (congenital) gangguan sirkulasi pembuluh darah yang ditandai dengan hemangioma (tumor jinak pembuluh darah), abses pembuluh darah, dan pelebaran vena (varicose)pada daerah tungkai. Tungkai yang terkena bisa membesar serta lebih hangat dari yang normal.

Jari2 saling bersatu atau terdapatnya jari ekstra sering ditemukan pada kasus ini. Terjadi perdarahan, sering akibat tumor rektum atau vagina. Penyebab kelainan ini tidak diketahui. Suatu kelainan yang mirip dengan kelainan ini adalah Sturge-Weber syndrome, penderitanya bisa mengalami kejang serta keterbelakngan mental.

Tidak ada pengobatan untuk KTS. Pengobatan bersifat simptomatik (hanya mengurangi gejala, tanpa mengobati penyebab). Pembedahan laser bisa mengurangi atau menghilangkan lesi yang ada pada kulit. Pembedahan juga bisa menghilangkan perbedaan ukuran tungkai. KTS merupakan penyakit yang progresif dan dan komplikasi bisa menyebabkan kematian .

Perlu info tambahan ? BACA INI

Minggu, 17 Mei 2009

Vagina Kering

vagina kering
Kelembaban alami vagina mencegah permukaannya saling bergesekan /lecet saat wanita beraktifitas sehari2. Kelembaban ini bersifat asam, dan hal ini menjaga vagina dari infeksi. Keasaman vagina disebabkan oleh bakteri bersahabat yang hidup didalam vagina dan membantu menjaga kesehatannya.

Kelembaban vaginal dihasilkan utama oleh lendir cervix (leher rahim). Lendir ini mengalir secara lambat, membersihkan vagina, "menghanyutkan" sel-sel mati serta sisa2 menstruasi keluar rongga vagina. Rata2 perhari wanita mengeluarkan (discharge) 2 gram sel-sel mati dan 3 gram mukus (lendir).

Saat terangsang waktu melakukan hubungan seks, kelenjar kelenjar khusus yang berlokasi di pintu masuk vagina yang dinamakan kelenjar Bartholini, menghasilkan lendir tambahan. Kelembaban dari kelenjar ini lebih lendir dari yang dihasilkan leher rahim, karena memang tujuannya memberikan lubrikasi saat hubungan seks. Baunya yang khas merupakan hasil evolusi jutaan tahun, meningkatkan daya tarik/rangsangan bau oleh wanita terhadap spesies jantannya, dan merupakan tanda bahwa wanita sudah siap untuk berhubungan seks. :music: gelakguling

Keringnya Vagina sebelum menopause merupakan suatu problem seks. Ini bisa berati bahwa wanita kurang terangsang saat pemanasan, yang bisa terjadi karena foreplay yang kurang mantabs (tidak adekuat), rasa bersalah, rasa takut atau masalah hubungan suami isteri (partner). Perlu juga diingat bahwa laki2 lebih duluan terangsang dibandingkan wanita, sehingga laki2 bisa saja melakukan penetrasi sebelum wanita raedy, yaitu sebelum lubrikasi/pelinciran vagina yang optimal terjadi. Kurangnya lubrikasi juga hal yang lumrah pada wanita yang menyusui, karena kadar hormon estrogen lagi rendah serta pada wanita yang menderita diabetes.

Keringnya vagina bisa juga menjadi problem pada saat dan setelah menopause, yang diakibatkan oleh kurangnya estrogen. Estrogen bertanggung jawab dalam memelihara dinding vagina, yaitu elastisitas dan produksi pelembab (lendir) dari leher rahim.

Kadar estrogen menurun saat menopause, sehingga vagina kehilangan elastisitasnya, lapisan dindingnya menjadi tipis dan kering. Karena kurang lembab, bakteri bersahabat yg biasanya ada di vagina juga akan berkurang jumlahnya, akibatnya kadar keasaman vagina juga akan berkurang yang selanjutnya menyebabkan mudah timbul infeksi.

Semua perubahan2an diatas membuat berhubungan seks menjadi tidak nyaman, sehingga sekitar 40% wanita mengeluhkan hubungan seks yang nyeri bahkan. Faktor lain pada wanita menopause adalah kelenjar Bartholininya kurang efesien, membutuhkan waktu yang lebih lama serta jumlah lendir yang tidak sebanyak wanita yang lebih muda. Dalm penelitiannya didapatkan lubrikasi untuk penetrasi pada wanita yang muda hanya membutuhkan waktu dalm hitungan detik saja, sedangkan pada wanita menopause membutuhkan waktu minimal 5 menit.

Vagina yang kering sebetulnya dapat di lubrikasi dengan mudah. Untuk lubrikasi tambahan saat hubungan seks dapat dipakai sebaiknya mempergunakan lubrikan yang water-based seperti KY jelly atau pelembab vagina seperti Yes, Sylk, Replens atau Senselle. Jangan memakai produk yang oil-based seperti vaselin karena akan mengganggu produksi lubrikasi ilmiah.

Sylk, Yes dand KY jelly dipakai sesaat sebelum hubungan seks dengan mengoleskannya disekitar vulva, terutama sekitar liang vagina. Replens dan Senselle dipakai 3 kali seminggu sehingga tidak perlu dipakai saat akan berhubungan.

Bagi yang sudah menopause dianjurkan melakukan foreplay lebih lama agar kelenjar Bartholininya cukup menghasilkan lendir sebelum penetrasi. Lubrikan sederhana seperti KY jelly, atau pelembab seperti Replens atau Senselle, dapat dipergunakan jika membutuhkan lubrikasi tambahan.

Terapi sulih hormon (Hormone replacement therapy =HRT) pada wanita menopause juga membantu meningkatkan lubrikasi dan menebalkan dinding vagina, tetapi sayangnya memiliki risko. Sehingga HRT kurang dianjurkan jika kekeringana vagina hanya satu2nya masalah/keluhan pada menopause. Karena banyak cara2 yang lebih aman untuk mengatasi kekeringan vagina.

Cara lain bagi wanita menopause adalah mempergunakan krim estrogen vagina yang diapakai setiap malam selama 2-3 minggu (atau lebih sampai efeknya terasa).Setelah itu hanya dipakai dua kali seminggu. Walaupun belum terdapat bukti yang kuat, untuk mengimbangi efek estrogen biasanya diberikan juga tablet progeteron guna mengurangi risiko kanker rahim.

Disamping dalam bentuk cream, preparat estrogen juga tersedia dalam bentuk tablet vagina serta cincin vagina. Sedagkan bahan alami (suplemen)dapat dipergunakan ekstrak Black cohosh (sudah tersedia dalam bentuk kapsul). Black cohosh memiliki efek mirip seperti estrogen.

Sabtu, 16 Mei 2009

Angka Keberhasilan IVF : korelasi dengan bedrest ?

Angka keberhsilan IVF (Bayi tabung) tergantung pada banyak faktor. Sesaat setelah prosedur IVF, bedrest dianjurkan dengan harapan untuk meningkatkan implantasi (penanaman) hasil konsepsi. Sering pasien disuruh bedrest selama 24 atau lebih.

Dengan perkembangan zaman, lamanya bedrest yang dianjurkan setelah transfer embryo menjadi semakin singkat. Bahkan data terbaru mendapatkan bahwa angka keberhasilan IVF bisa tidak tergantung dari bedrest.

Pada tahun 1988, suatu laporan mempertanyakan logikanya bedrest pada IVF, karena uterus (rahim) menetap (tidak berubah) posisinya dalam tubuh wanita dalam keadaan berdiri tegak adalah hampir horizontal (menghadap kedepan atau kebelakang). Sehingga lebih masuk akal jika pasien IVF segera disuruh beridiri setelah prosedur ketimbang berbaring. Dan dalam penelitiannya justru angka keberhasilannya lebih tinggi pada pasien yang langsung beridiri setelah transfer embryo.

penelitian lain mempergunakan USG guna meneliti masalah ini. Saat transfer embryo, terdapat gelembung udara pada kateter yang bisa dilihat dengan USG. Setelah transfer embryo komplit, gelembung2 udara ini bisa terlihat di dalam rahim. Didapatkan jika pasien disuruh berdiri langsung sesaat setelah embryo transfer, posisi gelembung udara ini (berdekatan dengan embryo) tidak bergerak.

Dalam era modern, ada dua masa dimana bedresty direkomendasikan:
# Segera setelah embryo transfer
# Setelah pasien dipulangkan ke rumah
Lamanya bedrest bervariasi mulai beberapa hari sampai beberapa minggu.

Coba baca komentar2 ibu2 dalan suatu forum tentang fertilitas diluar negeri tentang beragamnya waktu yang di patok dokternya.

" Transfer was on a Saturday. Bedrest for Sat and Sun back to desk job on Monday. Positive result "

" For our IVF on Sun. our RE has said bed rest on Sunday (only up to go to the bathroom). Then two days of 'home rest', the clinic has said it would be okay to drive to a restaurant and have dinner but no walking around. We have a four hour drive home so the clinic wants us to stay in Houston for the two days of home rest. They have also said no lifting more than 5 pounds until the pregnancy test. No vacuuming, cleaning, or any other strenuous activity til test. Every RE is different though, if fact our clinic has changed their protecol from strict bed rest to just home rest with no activity other than sitting "

" I went to another province for the transfer and they basically asked me to stay for two days after the transfer. I thought I would be on strict bed rest but they just told me to take it easy. Which was not hard when I was alone the whole time! I did walk around but not too far nor too long and I am currently 8 wks pg with a singleton!! "

IVF baby Pictures, Images and Photos

Ada dua penelitian di Inggris yang meneliti tentang bedrest ini. Pada kedua penelitian ini didapatkan tidak ada efek bedrest yang dapat dideteksi apada angka keberhasilan IVF.

Dalam suatu penelitian 406 pasien diberi pilihan untuk istirahat atau bangun setelah embryo transfer. 167 pasien memutuskan untuk bangun segera setelah embryo transfer dan sisanya 239 memutuskan untuk tetap berbaring selama satu jam. Hasilnya nggak mengejutkan, karena angka keberhasilan IVF pada kedua kelompok tidak berbeda signifikan : 41 dari 167 (24.55%) berbanding 51 dari 239 (21.34%), walaupun secara presentase lebih tinggi pada kelompok yang langsung berdiri.

Bedrest setelah embryo transfer dan setelah sampai dirumah tidak terlalu perlu, dan malah bersifat kontra-produkstif. Jika pasiennya nggak mau, maka istirahatkan saja sekitar 1/2 sampai satu jam setelah transfer embryo.

Setelah sampai di rumah pasien bisa melakukan aktifitas normal seperti biasa. Tidak dibutuhkan bedrest saat dirumah. Pasien bisa kembali bekerja seperti biasa jika mereka mau. Hal ini akan mengurangi kadar stres sehingga lebih menguntungkan dalam proses untuk menjadi hamil.

Sumber: http://www.ivf1.com/

Jumat, 15 Mei 2009

Penyakit Gondok dalam kehamilan

Kelenjar gondok (thyroid) disebut juga Buah Apel Adam, berlokasi pada daerah leher bagian depan. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang juga sesuai dengan nama kelenjarnya, yang fungsinya mengatur metabolisme tubuh.
Hormon thyroid penting dalam mengatur energi tubuh, penggunaan vitamin serta hormon lain dan pertumbuhan serta maturasi jaringan tubuh. Penyakit kelenjar gondok (PKG) bisa akibat dari kurangnya produksi hormon (hypothyroid) atau berlebihnya produksi hormon (hyperthyroid).

Hypothyroid dalam kehamilan
Diagnosisnya sulit karena wanita dengan hypothyroid biasanya susah hamil (gangguan kesuburan). Diagnosis berdasarkan klinis juga sulit dilakukan karena gejala2 klinis hipotyroid seperti kelelahan, penambahan berat badan, kesemutan dll juga ditemui pada wanita hamil normal lainnya.

Hypothyroid dalam kehamilan yang tidak terdiagnosa, meningkatkan risiko terjadinya kematian janin (lahir mati) atau gangguan pertumbuhan janin. Juga meningkatkan risiko pada ibu berupa anemia (kurang darah), eklampsia (tensi tinggi plus kejang) dan lepasnya ari2 sebelum waktunya (solusio plasenta).

Barangkali kelompok terbesar wanita yang akan mengalami hypothyroid dalam kehamilan adalah mereka yang sedang menjalani pengobatan/terapi sulih thyroid. Dosis thyroxine selama hamil idealnya dinaikkan 25-50% selama kehamilan. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan rutin kadar T4 dan TSH selama kehamilan.

Hyperthyroid dalam kehamilan.
Diagnosis hyperthyroid dalam kehamilan terjadi 1 dalam 2000 kehamilan. Jika hyperthyroidnya ringan, maka gejala klinisnya tidak jelas, karena wanita hamil juga mengalami gejala yang sama. Namun demikian jika mengalami gejala penurunan berat yang signifikan, muntah2 dan peningkatan tekanan darah dan nadi (persisten), sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah akan adanya hyperthyroid. Hyperthyroid yang tidak diobati dapat menyebabkan penambahan berat badan yang kurang/rendah.

Pengobatan hyperthyroid dalam kehamilan dipergunakan obat2an seperti Propylthiouracil (PTU) atau methimazole (Tapazole) yang merupakan obat lapis pertama (first line). Kedua obat ini sama efekifitasnya serta tidak meningkatkan risiko efek samping jika dikonsumsi saat hamil.

Iodine dapat masuk lewat plasenta, sehingga penggunaannya untuk scan kelenjar ini dilarang saat kehamilan. Salah satu hal yang positif pada wanita hamil dengan hyperthyroid adalah membaiknya Grave's disease atau Hashimoto thyroiditis disaat kehamilan.

Penyakit gondok paska persalinan.
Beberapa wanita bisa mengalami peradangan thyroid yang terjadi dalam 3-6 bulan paska melahirkan. Juga bisa terjadi setelah keguguran. Gambaran awal klinik klasiknya berupa adanya gejala hypo terus hyper akhirnya normo-thyroid (normal). Wanita dengan diabetes type I memiliki risiko 25% terkena gangguan thyroid paska melahirkan.

Penyebab Hypothyroid
* Kehilangan jaringan thyroid : akibat operasi atau rusak akibat radiasi.
* Antibodi Antithyroid: bisa terjadi pada penderita diabetes atau Lupus, rheumatoid arthritis, chronic hepatitis, atau Sjogren syndrome.
* Bawaan lahir
* Gangguan produksi: Hashimoto thyroiditis.
* Obat-obatan: beberapa obat bisa menyebabkan hypothyroid misalnya lithium (Eskalith, Lithobid).

Penyebab Hyperthyroid
* Grave's disease: suatu kelainan thyroid yang bersifat auto-imun, artinya ada zat tertentu dalam darah (TSI) yang merangsang thyrod sehingga membesar dan menghasilkan hormon yang berlebihan.

* Peradangan kelenjar thyroid (thyroiditis): misalnya Quervain thyroiditis atau Hashimoto thyroiditis. Peningkatan produksi hormon akibat reaksi peradangan (inflamasi).

* Tumor kelenjar hipofise (Pituitary adenoma): tumor ini menyebabkan peningkatan TSH (Thyroid Stimulating Hormone)sehingga menyebabkan hyperstimulasi thyroid.

* Hyperthyroid akibat obat2an (drug induced): sering disebabkan oleh obat jantung yang dinamakan amiodarone (Cordarone). Bisa dicegah dengan memantau ketat efek samping obat serta mempertimbangkan untung ruginya pemakaiaj obat ini.

Gejala2 hypothyroid pada bayi:
* Konstipasi (susah BAB)
* Gak mau makan
* Gangguan pertumbuhan
* Kuning
* Capek deh...(kelelahan yg berat)

Gejala2 hypothyroid pada anak2:
* Mirip gejala org dewasa
* Capek
* Gangguan pertumbuhan
* Begok banget di sekolah

Gejala hypothyroid pada orang dewasa:
Awal
* Mudah capek dan kelehlahan
* Gak tahan dingin
* Konstipasi
* Nyeri di lengan (Carpal tunnel syndrome)

Lanjut
* Kurang nafsu makan
* Penambahan BB
* Kulit kering
* Rambut rontok
* Penurunan intelektual
* Suara serak
* Depresi
* Gangguan haid atau haid menjadi kurang

Gejala hyperthyroid pada anak2:
* Mirip gejala orang dewasa
* Kepandaian menurun
* Gangguan tingkah laku

Gejala hyperthyroid pada orang dewasa:
* Susah tidur (Insomnia)
* Tremor (Gemetaran)
* Gugup (Nervous)
* Merasa kepanasan pada suhu normal atau dingin
* Gerakan usus meningkat
* Penurunan berat badan
* Keringat berlebihan
* Gangguan haid (terhenti)
* Nyeri sendi
* Susah konsentrasi
* Mata kelihatan melotot

Pemeriksaan Lab
* Thyroid-stimulating hormone (TSH): Jika hyper maka kadar TSH biasanya rendah.
* Free (T4): T4 tinggi memperlihatkan adanya hyper.
* Triiodothyronine (T3): T3 tinggi memperlihatkan adanya hyper.
* TSH receptor antibody (TSI): antibodi ini ada pada Grave's disease.
* Antithyroid antibodi: antibodi ini ada pada Hashimoto dan Grave's disease.

Thyroid scanning: test ini gak boleh dilakukan pada wanita hamil. Sejumlah iodine disuntikkan ke dalam darah, alau dilakukan scanning kelenjar thyroid. Jika uptake-nya meningkat maka menunjukkan adanya hyperthyroid.

USG thyroid: membantu membedakan type nodul pada kelenjar thyroid.

Aspirasi jarum halus: jarum kecil ditusukkan pada kelenjar thyroid dengan tujuan memperoleh sampel pemeriksaan PA.

Obat2an untuk hyperthyroid
* Beta-blockers: mengurangi tremor, gugup dan agitasi. Juga menurunkan frekuensi detak jantung.

* Propylthiouracil (PTU): obat ini mem-block pembentukan hormon thyroid.membutuhkan waktu beberapa bulan untuk memperoleh efek terapi yang sempurna.

* Methimazole (Tapazole): kerjanya juga mem-block pembentukan hormon thyroid.

* Iodide (Larutan Lugol): obat ini bekerja menghambat lepasnya hormon dari kelenjar yg over-produksi.

Obat2 untuk hypothyroid
* L-thyroxine (Synthroid, Levoxyl, Levothroid, Unithroid): obat ioni merupakan terapi sulih hormon thyroid. Merupakan bentuk sintetik dari thyroxine.

* L-triiodothyronine: jarang dipakai karena efeknya gak sebagus L-thyroxine.

* Thyroid extract: kurang dianjurkan karena T3 nya lebih banyak serta kadar T3/T4 nya bervariasi.

Pembedahan
Pembedahan untuk hyperthyroid yaitu dengan mengangkat/membuang jaringan yang thyroid yang membesar. Risiko tindakan ini yaitu bisa merusak saraf pita suara dan kelenjar para thyroid (yang mengatur kadar kalsium tubuh). Hypothyroidism bisa juga terjadi akibat tindakan. Jika terjadi persisten hyperthyroid maka seluruh kelenjar harus diangkat. Namun di tangan seorang ahli bedah yang berpengalaman, komplikasi di atas jarang terjadi.