Tampilkan postingan dengan label DaFtiL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DaFtiL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Protein Urine



PROTEIN URINE


PENUNTUN BELAJAR
PEMERIKSAAN PROTEIN URINE
KASUS
NO.
LANGKAH/TUGAS
1
2
3
4
1.
Siapkan :
Alat :
  1. Tabung rekais
  2. Lampu spirtus
  3. Botol urine
  4. Corong
  5. Penjepit tabung
  6. Celemek
  7. Hand shoen
  8. Tempat sampah
  9. Bengkok
  10. Spuit 5 cc
  11. Rak tabung reaksi
Bahan :
  1. Reagen Bang
  2. Tissue
  3. Larutan Chlorin 0,5 %
  4. Kertas saring
  5. Korek api
  6. Spirtus




2.
Sediakan 2 tabung reaksi bersih dan kering dalam rak tabung




3.
Isi kedua tabung tersebut masing-masing dengan 5 ml




4.
Isi tabung kedua dengan reagen bang sebanyak 0,5 ml, kocok secara homogen




5.
Nyalakan lampu spirtus,kemudian bakar tabung kedua di atas nyala api dengan menggunakan penjepit tabung sampai akan mendidih antara 1-2 menit




6.
Begitu larutan mendidih segera angkat, dan disimpan dalam rak tabung reaksi biarkan selama 5 menit




7.
Amati hasilnya dan bandingkan dengan tabung kesatu
Hasil Pembacaan :
a. (-) : Bila larutan jernih
b. (+) : Bila larutan keruh
c. (++) : Bila larutan keruh berbutir
d. (+++) : Bila larutan membentuk awan
e. (++++) : Menggumpal





SKOR NILAI = ∑ NILAI X 100%
45





TANGGAL





PARAF PEMBIMBING




Senin, 28 November 2011

Glukosa Urine



PEMERIKSAAN GLUKOSA


PENUNTUN BELAJAR
PEMERIKSAAN GLUKOSA
KASUS
NO.
LANGKAH/TUGAS
1
2
3
4
1.
Siapkan




2.
Sediakan 2 tabung reaksi bersih dan kering dalam rak tabung




3.
Isi kedua tabung tersebut masing-masing dengan 5ml reagen benedict




4.
Isi tabung kedua dengan sampel urine sebanyak 0,5 ml, kocok secara homogen




5.
Nyalakan lampu spirtus, kemudian bakar tabung kedua di atas nyala api dengan menggunakan penjepit tabung sampai akan mendidih antara 1-2 menit




6.
Begitu larutan mendidih segera angkat, dan simpan dalam rak tabng reaksi biarkan selama 5 menit




7.
Amati hasilnya dan bandingkan dengan tabung kesatu.
Hasil Pembacaan :
a. (-) : Bila larutan dalam tabung tetap biru
b. (+ / -) : Bila larutan berwarna biru kehijauan
c. (+) : Bila larutan berwarna hijau disertai dengan endapan berwarna kuning
d. (++) : Bila larutan berwarna kuning
e. (+++) : Bila larutan berwarna oranye endapan kuning
f. (++++) : Bila larutan berwarna merah bata





SKOR NILAI = ∑ NILAI X 100%
45





TANGGAL





PARAF PEMBIMBING




Minggu, 27 November 2011

Daftil Distosia Bahu




PENUNTUN BELAJAR
DISTOSIA BAHU
NO
LANGKAH / TUGAS
KASUS
1
2
3
4
5
Persiapan Penjahitan
1.
Persiapan peralatan :
§ Gunting episiotomi





2.
Persiapan petugas :
§ Apron plastik, masker, kacamata pelindung
§ Sarung tangan DTT/steril
§ Alas kaki/sepatu boot karet





3.
Pakai sarung tangan DTT atau steril





4.
Lakukan episiotomi secukupnya





5.
Lakukan manuver McRobert’s :
a. Dengan posisi ibu berbaring pada punggungnya, minta ibu untuk menarik kedua lututnya sejauh mungkin ke arah dadanya. Minta dua asisten untuk membantu ibu
b. Tekan kepala bayi secara mantap dan terus-menerus ke arah bawah (ke arah anus ibu) untuk menggerakkan bahu anterior di bawah simfisis pubis. Hindari tekanan yang berlebihan pada kepala bayi karena mungkin akan melukainya
c. Secara bersamaan mintalah salah satu asisten untuk memberikan sedikit tekanan suprapubis ke arah bawah dengan lembut. Jangan lalukan dorongan pada fundus, karena akan mempengaruhi bahu lebih jauh dan bisa menyebabkan ruptura uteri





6.
Jika bahu tetap tidak lahir :
a. Masukkan satu tangan ke dalam vagina dan lakukan penekanan pada bahu anterior, ke arah sternum bayi, untuk memutar bahu bayi dan mengurangi diameter bahu.
b. Jika perlu, lakukan penekanan pada bahu posterior ke arah sternum





7.
Jika bahu masih tetap tidak lahir :
a. Masukkan satu tangan ke dalam vagina dan pegang tulang lengan atas yang berada pada posisi posterior
b. Fleksikan lengan bayi di bagian siku dan letakkan lengan tersebut melintang di dada bayi





8.
Jika bahu masih tetap tidak lahir setelah melakukan manuver-manuver di atas, minta ibu untuk berganti posisi merangkak. Coba bantu kelahiran bayi tersebut dalam posisi ini dengan cara melakukan tarikan perlahan-lahan pada bahu anterior ke arah atas dengan hati-hati; segera setelah bahu anterior lahir, lahirkan bahu posterior dengan tarikan perlahan-lahan ke arah bawah dengan hati-hati. Jika tetap tidak berhasil, rujuk ibu






SKOR NILAI = ∑ NILAI X 100%
24






TANGGAL






PARAF PEMBIMBING






Jumat, 25 November 2011

DAFTAR TILIK MANUAL PLASENTA



DAFTAR TILIK MANUAL PLASENTA 


PENUNTUN BELAJAR
MANUAL PLASENTA
NO
LANGKAH / TUGAS
KASUS
1
2
3
4
5
Persiapan Sebelum Tindakan :
1.
Klien :
a.   Cairan dan slang infus sudah terpasang. Perut bawah dan paha sudah dibersihkan
b.   Uji fungsi dan kelengkapan peralatan resusitasi
c.   Menyiapkan kain alas bokong dan penutup perut bawah
d.   Medikamentosa :
Ø  Analgetika ( Pethidin 1-2 mg/kg BB /  Ketamin HCl 0,5 mg/kg BB / tramadol 1-2 mg/kg BB
Ø  Sedativa ( Diazepam 10 mg )
Ø  Uterotonika ( Oksitosin, Ergometrin, Prostaglandin )
Ø  Bethadine
Ø  Oksigen dan regulator





2.
Penolon :
a.   Celemek, masker, kacamata pelindung, sepatu bot
b.   Sarung tangan panjang DTT / Steril
c.   Instrumen :
·         Klem  : 2 buah
·         Spuit 5 cc dan jarum no. 23  : 4 buah
·         Wadah Plasenta : 1 buah
·         Kateter dan penampung air kemih : 1 buah
·         Heacting set : 1 set
d.   Larutan Klorin 0,5 %





Persetujuan Tindakan Medik
3.
Menjelaskan kepada klien tentang prosedur yang akan dilakukan





4.
Mendengarkan keluhan klien





5.
Memberikan dukungan emosional kepada klien





Tindakan Penetrasi ke Kavum Uteri
6.
Mencuci tangan hingga siku dengan air dan sabun kemudian keringkan





7.
Memberikan sedativa dan analgetik melalui karet infus





8.
Memakai sarung tangan hingga mencapai siku





9.
Mengkaterisasi kandung kemih apabila ibu tidak dapat berkemih sendiri





10.
Menjepit tali pusat dengan klem dan tegangkan  tali pusat sejajar lantai





11.
Memasukkan satu tangan secara obstetrik (punggung tangan ke bawah) dalam vagina dengan menelusuri bagian bawah tali pusat





12.
Setelah tangan mencapai pembukaan servik, meminta asisten untuk memegang klem, kemudian tangan penolong yang lain menahan fundus uteri





13.
Sambil menahan fundus uteri, memasukkan tangan dalam ke klavum uteri sehingga mencapai tempat implatasi plasenta





14.
Membuka tangan obstetrik menjadi seperti memberi salam (ibu jari merapat ke pangkal jari telunjuk)





Melepas Plasenta dari Dinding Uterus
15.
Menentukan tempat implantasi plasenta, temukan tepi plasenta paling bawah
·         Bila berada di belakang, tali pusat tetapdi sebelah atas. Bila dibagian depan, pindahkan tangan ke bagian depan tali pusat dengan punggung tangan menghadap ke atas
·         Bila plasenta di bagian belakang, lepaskan plasenta dari tempat implantasinya dengan jalan menyelipkan ujung jari di antara plasenta dan dinding uterus, dengan punggung tangan menghadap ke dinding dalam uterus
·         Bila plasenta di bagian depan, lakukan hal yang sama (pungggung tangan pada dinding kavum uteri) tetapi tali pusat berada di bawah telapak tangan kanan





16.
Menggerakkan tangan kanan ke kiri dan kanan sambil bergeser ke kranial sehingga semua permukaan maternal plasenta dapat dilepaskan

·         Sambil melakukan tindakan, perhatikan keadaan ibu, lakukan penanganan yang seuai bila terjadi penyulit





Mengeluarkan Plasenta
17.
Sementara satu tangan masih di dalam kavum uteri, lakukan eksplorasi ulang untuk memastikan tidak ada bagian plasenta yang masih melekat pada dinding uterus





18.
Pindahkan tangan luar ke supra simfisis untuk menahan uterus saat plasenta dikeluarkan





19.
Instruksikan asisten yang memegang klem untuk menarik tali pusat sambil tangan dalam menarik plasenta keluar (hindari percikan darah)





20.
Letakkan plasenta ke dalam tempat yang telah disediakan





21.
Lakukan sedikit pendorongan uterus (dengan tangan luar) ke dorsokranial setelah plasenta lahir
·         Perhatikan kontraksi uterus dan jumlah perdarahan yang keluar





22.
Memeriksa kelengkapan plasenta





23.
Dekontaminasi alat bekas pakai ke dalam larutan klorin 0.5% dan membuka sarung tangan di dalam larutan klorin 0.5%





24.
Membersihkan dan merapikan ibu





25.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir





Perawatan Lanjutan
26.
Memonitor perdarahan pervaginam dam memeriksa tanda-tanda vital :
Ø  setiap 15 menit pada jam pertama
Ø  setiap 30 menit pada jam kedua





27.
Meyakinkan bahwa uterus tetap berkontraksi





28.
Catat kondisi pasien dan buat laporan tindakan





29.
Buat instruksi pengobatan lanjutan dan hal-hal penting untuk dipantau





30.
Beritahukan kepada ibu dan keluarganya bahwa tindakan telah selesai tetapi ibu masih memerlukan perawatan






SKOR NILAI  = ∑  NILAI    X  100%
             90          






TANGGAL






PARAF PEMBIMBING