Rabu, 15 Oktober 2008

Lagi2 Cewek Melelang Virginitas di Ebay

Ingat dengan Natalie Dylan 22 tahun? Cewek yang kira2 satu bulan yang lalu melelang keperawanannya di eBay seharga $1 juta US, baru2 ini sudah ada yang menawar (bid) senilai $250.000. Tapi dia belum mau "melepas" nya. Tetap bertahan di harga $ 1 juta US.

Nah baru saja ada yang ngikutin jejaknya. Kalau Natalie adalah ceweq biasa (orang kebanyakan), kalau ceweq yang satu ini sudah mulai ada nama (ngetop). Namanya Raffaella Fico (see picture), seorang model dan bintang reality show Italia berusia 20 tahun. Dia melego keperawanannya seharga $1,5 juta US. Katanya sih buat beli rumah di Roma dan buat membayar biaya kelas actingnya.

Keduanya ada kemiripan dalam menerima bid yang diajukan. Yaitu adanya kecocokan terlebih dahulu. Jika rasa2nya nggak sreg walaupun harga cocok maka nggak jadi. Gitu katanya. Ayo ada yang berminat? One point five million dollar ? Thanks but no thankss...Not Interested...

Cairan Sperma (Semen) Sebagai Antidepresi

Semen bisa membuat bahagia ? Bagaimana bisa? Itu merupakan suatu kesimpulan hasil penelitian pada wanita2 yang pasangannya memakai kondom dan tidak memakai kondom saat ML.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa wanita2 yang terekspos langsung dengan semen menjadi kurang depresi dibanding dengan kelompok wanita yang memakai kondom. Hal ini disebabkan adanya hormon perubah mood pada semen yang diserap lewat vagina.

Terdapat beberapa hormon perubah mood pada semen seperti: testosteron, estrogen, follicle-stimulating hormon (FSH), luteinising hormon (LH), prolaktin dan beberapa jenis prostaglandin. Hormon2 ini terdeteki pada darah wanita beberapa jam setelah terekspos dengan semen.

Yang jadi pertanyaan awam: apakah O--- S-- bisa memiliki efek yang sama, mengingat pil2 KB hormon yang diminum wanita bisa bertahan terhadap asam lambung (tidak rusak)? Jawabannya? Yes bisa saja. Karena ternyata beberapa bahan yang ada di semen tadi juga tahan terhadap pengaruh asam lambung. (Ha..ha..ha.. jangan2 ini rahasia awet muda....) How about semen in anal (gay)? Memang aselaput lendir (mukosa ) anal bisa menyerap obat2, cuma katanya lagi, gay jarang membiarkan semen lama2 di analnya...sehingga efek antidepresinya jelas aja nggak ada.

Selasa, 14 Oktober 2008

Kuning Pada Bayi Baru Lahir = Hiperbilirubinemia

Kuning bisa timbul pada minggu pertama bayi baru lahir 60% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi kurang bulan. Bisa akibat bilirubin yang tak terkonjugasi maupun yang terkonjugasi. Yang tak terkonjugasi bisa memberikan efek toksik pada saraf sedangkan yang terkonjugasi merupakan indikasi adanya kelainan yang serius.

Penyebab kuning bilirubin tak terkonjugasi akibat dari:
1) peningkatan produksinya: anemia hemolitik, infeksi
2) Penurunan aktifitas enzim pengurainya akibat: hipoksia, (bayi nggak langsung nangis waktu lahir, biru) infeksi, hypothermia.
3) Block terhadap enzim pengurai akibat: obat2an
4) Penurunan jumlah enzim akibat: kelainan genetik, prematur.

Kuning biasanya mulai terlihat pada daerah muka (kadar serum bilirubin = 5 mg/dL), selanjutnya ke perut bagian tengah (15 mg/dL) dan kaki (20 mg/dL). Pada kuning akibat bilirubin yang tak terkonjugasi warnanya kuning terang atau oranye, sedangkan pada yang terkonjugasi kulit baby berwarna kehijauan atau kuning kecoklatan. Bayi terlihat lemah.

Kuning yang terjadi dalam 24 jam pertama dapat disebabkan oleh : sepsis, erythroblastosis fetalis, perdarahan tersembunyi, infeksi virus cytomegali, rubella, atau toxoplasma. Kuning yang timbul pada hari ke 2 dan 3 : normal (fisiologis), hyperbilirubin yang berat , Crigler Najjar syndrome. Kuning yang terjadi setelah hari ke 3 dalam minggu pertama: infeksi (sepsis), syphilis, toxoplasma. Kuning setelah minggu pertama : kuning akibat ASI, infeksi, sumbatan saluran empedu , hepatitis, rubella, dll. Kuning yang terjadi setelah satu minggu dalam bulan pertama: hepatitis, cytomegali, syphilis, toxoplasma, dll.

Kuning yang fisiologsi (Normal): terjadi akibat peningkatan produksi bilirubin akibat pemecahan sel darah merah janin dan keterbatasan hati janin untuk mengolahnya. Biasanya muncul pada hari 2-3 dan menghilang pada hari ke 5-7.

Harus dilakukan pemeriksaan jika terjadi kasus kuning:
1) 1 - 24 jam pertama
2) Peningkatan lebih dari 5 mg/dL per 24 jam
3) Kadar bilirubin lebih dari 12 mg/dL pada bayi cukup bulan dan 10-14 mg/dL per 24 jam pada bayi kurang bulan.
4) Kuning nggak menghilang setelah usia bayi 2 minggu
5) Kadar bilirubin terkonjugasi lebih dari 1 mg/dL.
Kuning yang patologi (nggak normal), jika kuning tidak memenuhi kriteria fisiologis diatas.

Kuning yang berhubungan dengan menyusui: Kandungan ASI pada sejumlah ibu tertentu mengandung asam lemak tak jenuh atau bahan lain yang menghambat enzim perubah bilirubin. Biasanya kuning akibat ASI muncul antara hari ke 4 - 7, mencapai puncaknya pada minggu ke 2 - 3. ASI dihentikan sementara, maka kadar bilirubin akan menurun dengan cepat, lalu lanjutkan kembali menyusui. Jika ASI tidak dihentikan maka penurunan bilirubin bisa juga terjadi tetapi secara bertahap (gradually).

Senin, 13 Oktober 2008

Masa Nifas

Masa nifas: mulai setelah persalinan selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Seluruh alat genitalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.

Perubahan-perubahan pada alat genitalia (dalam & luar) secara keseluruhannya disebut involusi. Disamping involusi terjadi juga hemokonsentrasi dan laktasi. Laktasi terjadi karena pengaruh Lactogenic Hormone dari kelenjar hipofise (klik 'tuk lihat gambar) terhadap kelenjar-kelenjar payudara.

Setelah janin lahir, besar rahim kira-kira setinggi pusat ibu, segera setelah plasenta lahir, tinggi besar rahim lk (lebih kurang) 2 jari di bawah pusat.Pada hari ke-5 paska melahirkan rahim lk setinggi 7 cm diatas tulang kemaluan atau setengah jarak tulag kemlauan - pusat, sesudah 12 hari rahim tidak dapat diraba lagi di atas tulng kemaluan.

Hemokonsentrasi
Hemokonsentrasi artunya darah ibu mulai mengental lagi setelah sebelumnya pada waktu kehamilan megalami hemodilusi (pengenceran). Pada kehamilan terdapat hubungan antara sirkulasi ibu & plasenta. Setelah melahirkan, hubungan tersebut hilang tiba-tiba. Volume darah pada ibu relatif bertambah. Keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi yang terjadi pada hari-hari ke 3-15 hari post partum.

Laktasi
Perubahan yang terdapat pada kedua payudara sejak kehamilan muda: meningkatnya jumlah jaringan payudara terutama kelenjar-kelenjar dan lemak, dtemukan colostrum (ASI awal) pada saluran di payudara, pembuluh darah yang bertambah.
Pengaruh hormon-hormon hipofisis kembali muncul, antara lain lactogenic hormone. Pengaruh oksitosin mengakibatkan kelenjar-kelenjar susu berkontraksi, sehingga terjadi pengeluaran ASI. Umumnya produksi asi yang sebetulnya hari ke 2-3. Pada hari-hari I ASI hanya berupa colostrum

Rangsangan psikis merupakan refleks dari mata ibu ke otak, mengakibatkan oksitosin dhasilkan, sehingga ASI dapat dikeluarkan dan sebagai efek sampingan rahim menajdi semakin keras berkontraksi.Dengan memberi ASI akan bertambah rasa kasih sayang antara ibu dan anak. ASI juga dapat melindungi bayi terhadap infeksi seperti: usus, paru2 dan telinga karena ASI mengandung lactoferin, lysozyme & imunogbulin A.

Lokia = sekret yang berasal dari rongga rahim dan vagina dalam masa nifas.
Hari I = lokia nigra/ lokia kruenta: darah segar + sisa-sisa selaput ketuban, sisa-sisa vernix caseosa (lemak2 bayi), lanugo (bulu bayi) & mekonium (pub bayi).
Hari 2 – 6 hari = lokia sanguilenta (merah kental)
Minggu 1 – 2 = lokia serosa (bening)
> 2 mg = lokia alba (putih)
Biasanya lokia berbau sedikit amis, jika terdapat infeksi, akan berbau busuk.

Perawatan Post Partum
Dimulai sejak kala ini dengan menghindarkan kemungkinan perdarahan & infeksi. Bila ada laserasi jalan lahir/ luka bekas episiotomi, lakukan penjahitan & perawatan luka sebaik-baiknya 8 jam post partum wanita harus tidur telentang untuk mencegah terjadinya perdarahan sesudah 8 jam, badan miring kiri dan kanan untuk mencegah trombosis.

Ibu dan bayi bisa diletakkan dalam 1 kamar (rooming in) atau terpisah. Pada hari ke-2 bila perlu dapat dilakukan latihan-latihan senam. Hari ke-3 duduk, ke-4 berjalan, ke-5 dapat dipulangkan. Diet yang diberikan harus bermutu tinggi dengan cukup kalori, cukup protein, cairan serta buah-buahan karena wanita mengalami hemokosentrasi.

Miksi atau berkemih harus cepat dapat dilakukan sendiri. Bila kandung kencing penuh & wanita tidak dapat berkemih sendiri, sebaiknya dilakukan kateterisasi dengan memperhatikan jangan sampai infeksi.

Umumnya partus lama, yang kemudian diakhiri dengan ekstraksi valcum/ cunam, dapat mengakibatkan hal-hal yang demikian sampai terjadi retensio urin. Bila perlu, sebaiknya dipasang dawer catheter/ indwelling catheter untuk memberi istirahat pada otot-otot kandung kencing. Dengan demikian, jika ada kerusakan-kerusakan pada otot-otot kandung kencing, otot-otot cepat pulih kembali sehingga tugasnya cepat pula kembali.

Defekasi (boker) harus ada 3 hari paska melahirkan. Bila ada obstipasi, dapat diberikan pencahar seperti SOLAC (sponsor). Bila terdapat after pain/ mules dapat diberikan analgetika/ sedativa supaya dapat tidur. Delapan jam paska melahirkan ibu disuruh menyusui bayi untuk merangsang laktasi.

Ibu tidak boleh menyusukan bayi jika menderita:
- Penyakit typus
- TBC aktif
- Kelainan jantung berat
- Keracuna tiroid
- Diabetes berat
- Gangguan jiwa
- Puting yang masuk kedalam
- Morbus hansen (lepra)

Perawatan payudara
Cuci areola payudara & puting susu dengan teratur dengan sabun dan beri minyak/ cream agar tetap lemas. Jangan sampai kelak mudah lecet/ pecah-pecah. Sebelum menyusui payudara harus dibiarkan lemas dengan melakukan message secara menyeluruh. Bersihkan sebelum menyusui. Jika bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara mengadakan pembalutan kedua mamma hingga tertekan & dapat pula diberi obat penekan laktasi bromocryptin sehingga lactogenic hormon tertekan.

Pemeriksaan Paska Melahirkan
1.Keadaan umum
2.Keadaan payudara & putingnya
3.Dinding perut, apakah ada hernia
4.Keadaan perineum
5.Kandung kencing, ada sistokel/ uretrokel atau tidak.
6.Rektum, ada rektokel & pemeriksaan tonus. M. sfingerani.
7.Adanya fluor albus (keputihan)
8.Keadaan serviks, uterus & adnexanya.

Perdarahan yang mungkin terjadi dalam masa 40 hari biasa disebabkan oleh adanya subinvolusi uteri (rahim yang lambat mengecil) terhadap penderita tidur dan diberi tablet ergometrin. Bila perdarahan tetap ada, lakukan kuretase untuk menyingkirkan kemungkinan adanya sisa-sisa plasenta. Bila curiga ada keganasan, lakukan pemeriksaan sitologi & eksisi percobaan untuk menyingkirkan keganasan.

Sabtu, 11 Oktober 2008

Kapan kelahiran bayi harus di vakum...?

Vakum untuk melahirkan bayi dinamakan Ekstraksi Vakum alatnya ektraktor atau ventouse, merupakan suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan tarikan tenaga negatif (vakum) pada kepalanya.

Alat yang ada sekarang dikembangkan oleh Tage Malmstrom dari Swedia tahun 1950-an dan sangat popular sampai hari ini.Alat aslinya terdiri dari: mangkuk logam, tabung kaca vakum, selang karet, tangkai penarik dan rantai penghubung antara penarik dan mangkuk dan terakhir pompa penghisap.(lihat gambar)

vakuum

Alat vakum modern sudah menggunakan elektrik serta mangkuknya terbuat dari silikon seperti gambar dibawah ini:

vakum listrik

Vakum sebetulnya alat yang sangat aman bagi bayi. Pendapat yang beredar saat ini bahwa jika bayi yang dilahirkan dengan vakum akan kurang kecerdasannya tidaklah benar. Jika dilakukan sesuai ketentuan maka kualitas bayi sama saja dengan yang dilahirkan normal tanpa vakum. Yang bisa menyebabkan penurunan kualitas bayi adalah persalinan yang macet dan berlarut2 misalnya yang dit0l0ng oleh paraji atau tenaga kesehatan yang kurang awas akan batas waktu persalinan yang aman.

Makanya indikasi vakum ekstraksi secara umum adalah waktu, dalam hal ini adalah untuk memperpendek kala II persalinan misalnya pada ibu dengan kelainan jantung kompensata (belum gagal jantung) dan kelianan paru atau mengakhiri kala II yang memanjang, dimana pada anak pertama maksimal 2 jam dan pada anak kedua seterusnya 1 jam. So jika sudah mengedan selama 1 atau 2 jam, bayi nggak lahir2 maka persalinan diakhiri dengan vakum. Indikasi lain adalah gawat janin (masih kontroversi).

Kapan vakum tidak boleh dilakukan? Pada janin letak muka (ntar bisa kayak tukul arwana), janin kurang bulan, ibu dengan gagal jantung, tekana darah tinggi (preeklampsia)dan adanya ancaman robekan rahim.

Juga diperlukan syarat agar vakum bisa dilakukan yiatu: pembukaan sudah lebih 7 cm dan tenaga mengejan plus kontraksi masih ada. Jadi jelas bukan ditarik 100% tetapi ibu dan penolong saling bekerjasama.

Bagaimana bekas vakum pada kepala bayi? Istilahnya kaput, akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari paska persalinan.

Jumat, 10 Oktober 2008

Invisible Touch


Bukan mau latah atau ikut-ikutan. Dalam 3 jam terakhir ini pencarian Google US ada 2 judul lagu yang dicari liriknya. Urutan pertama : Invisible Touch-Genesis dan kedua : Help me rhonda-Beach Boy. Keduanya dalam status "VOLCANIC". Sama2 tembang lawas. Yang kedua malah lawas bangets...kebetulan lagi aku suka dengan Genesis dan lagu Invisible Touch juga salah satu favoritku...so silakan nikmati video dan liriknya...




I've been waiting, waiting here for so long
But think, nothing, nothing can go wrong, ooh now I know
It has a built-in
To everything you see
And now it seems I’m falling for his downfall.

It seems to be an invisible touch
They reached in and grabs hold of your heart right
It seems to be an invisible touch
It takes control and slowly tears you apart.

Well, I do not really know, I just know his name
But she crawls under your skin, you are never the same, and now i
Know
She has something that simply can not trust
His somewhat mysterious
And now it seems I’m falling for his downfall.

It seems to be an invisible touch
They reached in and grabs hold of your heart right
It seems to be an invisible touch
It takes control and slowly tears you apart.

They do not like to lose, its still their game
And although they mess of his life,
The efficient management of desire, and now I know
It has a built-in
To everything you see
And now it seems Ive fallen, fallen for her.

It seems to be an invisible touch
They reached in and grabs hold of your heart right
It seems to be an invisible touch
It takes control and slowly tears you apart.

It seems an Invisible Touch …

TBC pada Anak

tbc_anak_tuberculosisTuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan TBC disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersumber dari penderita TBC dan Mycobacterium bovis yang bersumber dari susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Kedua tipe kuman ini data menimbulkan penyakit TBC pada manusia dengan daya tahan tubuh yang lemah.


Penularan pada anak biasanya dari orang dewasa yang mempunyai kontak erat dengan anak tersebut. Penularan terjadi melalui droplet (butir-butir air di udara). Selain itu dapat juga tertular melalui luka di kulit dan minum susu sapi yang tidak dipasteurisasi.


Kuman TBC yang masuk dalam tubuh manusia tidak selalu menimbulkan penyakit TBC, karena di tubuh kita memiliki sistem pertahanan tubuh yang dapat mencegah timbulnya penyakit ini. Masalahnya terkadang ada kalanya daya tahan tubuh kita mengalami kelemahan, misalnya karena penyakit lain yang sedang diderita atau karena gizi yang buruk. Pada keadaan seperti inilah, ketika kuman TBC masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang cukup banyak dapat menimbulkan infeksi.


Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah paru-paru, usus, kulit, tonsil (amanel), telinga, selaput otak, tulang dan sebagainya. Paru merupakan organ paling rawan terserang TBC karena penularan paling sering terjadi melalui udara.


Berbeda dengan TBC pada orang dewasa, TBC pada anak tidak menular. Pada TBC anak, kuman berkembang biak di kelenjar paru-paru, tidak terbuka. Sementara pada TBC dewasa, kuman berada di paru-paru dan membuat lubang untuk keluar melalui jalan nafas. Sehingga pada saat batuk, percikan ludahnya yang mengandung kuman akan terlontar dan inilah yang sering dihirup oleh anak-anak, lalu masuk ke paru-parunya.


INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI

a. Insiden

Di negara-negara maju, tbc sudah jarang, sementara di negara-negara berkembang insiden masih tinggi. Terbanyak terdapat pada anak di bawah usia lima tahun. Walaupun tubuh kemasukan kuman tbc, tidaklah berarti selalu menimbulkan penyakit. Terjadinya infeksi dan suatu nfeksi menjadi infeksi berbahaya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : Jumlah kuman, virulensi kuman dan daya tahan tubuh.


Sementara daya tahan tubuh anak menurun pada keadaaan :

  • Anak yang menderita penyakit menahun
  • Anak dengan malnutrisi
  • Anak yang baru sembuh dari penyakit-penyakit virus berbahaya
  • Anak yang menderita pertussis
  • Anak yang baru mendapat vaksinasi cacar
  • Anak yang mendapat pengobatan dengan kortikosteroid


b. Epidemiologi

Bayi dan anak-anak paling sering tertular oleh anggota rumah dewasa yang merupakan anggota keluarga yang dekat. Api tidak selalu sumber infeksi ini diketahui.


Walgreen menyatakan bahwa :

  • 35 % infeksi berasal dari orang tua.
  • 30 % infeksi berasal dari orang dewasa lain
  • 35 % tidak diketahui sumber infeksinya.


Penularan biasanya melalui udara, sehingga sebagian besar fokus rimer terdapat dalam paru. Penularan dapat pula per oral, biasanya akibat minum susu yang mengandung kuman TBC (tipe bovin) yang sekarang sudah jarang. Tuberkulosis kongenital jarang dijumpai.


ETIOLOGI

Basil tuberkulosis termasuk dalam kelas Mycobacterium, suatu anggota dari famili Mycobacteriaceae dan terasuk dalam ordo Actynomicetales. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan sejumlah oenyakit berat pada manusia dan merupakan penyebab infeksi tersering. Tetapi masih terdapat mikobalkterium patogen lainnya misalnya Mycobacterium bovis, M. Leprae, M. Paratuberculosis dan bermacam lainnya seperti M. Kansasii, M. Ulcerans, dan M. Balnei yang sering dianggap sebagai mikobakterium non tuberkulosis, atuipik dan tidak terklasifikasikan.


Basil tuberkulosis dapat nertahan hidup selama beberapa minggu dalam sputum kering, ekskreta lain dan mempunyai resistensi tinggi terhadap antiseptik, tetapi cepat menjadi inaktif dengan cahaya matahari, sinar ultraviolet atau suhu lebih tinggi dari 60 'C.


PATOGENESIS

Bentuk TBC anak adalah bentuk yang pertamakali menyerang tubuh (anak) sehingga dikatakan sebagai suatu "primary tuberculosis infection". Di luar negeri dimana infeksi tbc jarang,, infeksi primer bisa juga ditremukan pada orang dewasa.


Tbc post primer merupakan infeksi oleh kuman tbc untuk kedua kalinya dan biasa ditemukan pada orang dewasa.Infeksi primer kebanyakan terjadi dalam paru. Terjadi reaksi jaringan berupa infiltrasi sel-sel PMN, kemudian terbentuk jaringan epiteloid yang berbentuk tuberkel, terdapat sel-sel limfosit dan sel-sel raksasa. Lesi primer ini disebut lesi primer. Kelainan ini berukuran sangat kecil dan pada biopsi, kelainan ini pertma kali ditemukan oleh Ghon, sehingga fokus primer ii disebut juga dengan Ghon tubercle atau Ghon focus. Fokues primer dapat terjadi idman-mana dalam paru dan biasanya hanya satu (menurut Ghin, 83,5 % satu fokus dan 16,5 % lebih dari satu fokus).


Setelah pembentukan suatu tuberkel dan nekrosis, maka kuman meninggalkan fokus melalui pembuluh limfe sehingga terjadi limfangitis, menuju ke kelenjar limfe regional. Disini dapat pula terjadi nekrosis (pengejuan) dan pembentukan tuberkel dan pembentukan tuberke yang menyebabkan suatu limfadenitis regional.


Fokus primer, limfangitis dan limfadenitis regional membentuk suatu kompleks primer. Pada saat terbentuknya kompleks primer ini, terjadi pula hipersensitivitas (alergis) terhadap tuberkulin. Waktu antara terjadinay infeksi sampai terbentuknya kompleks primer disebut masa tunas.


Fokus primer akan menyembuh dalam 4 bulan, bisa sembuh sempurna atau dengan pengapuran. Demikian pula dengan limfangitis. Sementara limfadenitis regional akan sembuh dengan pengapuran selama 2-3 tahun. Jadi suatu komples primer akan sembuh dalam kurun waktu 2-3 tahun. Bisa lebih lama (walaupun tanpa komplikasi) hingga bisa mencapai 4-5 tahun, pada anak dengan gizi buruk dan daya tahan tubuh yang rendah.



Komplikasi kompleks primer

Umumnya terjadi dalam tahun pertama setelah infeksi. Karena itu, bila kompleks primer ditemukan sedini-dininya, harus diobati sekurang-kurangnya selama satu tahun. Pengobatan terhadap kompleks primer dimaksudkan untuk mencegah terjadinay komplikasi.


Komplikasi yang dapat timbul antara lain :

  • Perluasan fokus primer ke jaringan paru (parenkim ) lainnya sehingga terbentuk suatu infiltrat yang luas, yang disebut parenkimatous type atau tuberculous neumonia.
  • Bila fokus primer berada dekat dengan cabang v. Pulmonalis maka kuman akan masuk dalam sirkulasi darah dan menyebakan penyebaran hematogen ke organ-organ dalam tubuh dan mengakibatkan terjadinya tbc miliar.
  • Bila masuk ke dalam cabang-cabang bronkus akan terjadi penyebaran bronkogen ke jaringan paru lainnya.
  • Bila dekat fokus primer dekat dengan pleura, akan menyebabkan pleuritis tbc.
  • Pada tahap kronik akan ditemukan emfisema paru dan atelektasis.


MANIFESTASI KLINIS

Penyakit TBC pada anak tidak mempunyai gejala yang khas, bahkan sering tanpa gejala dan baru diketahui adanya kelainan dengan pemeriksaan foto rontgen paru. Namun ada gejala yang sering ditemukan pada anak penderita TBC, di antaranya:


Demam. Biasanya merupakan gejala awal, timbul pada sore dan malam hari disertai keringat dan kemudian mereda. Demam dapat berulang beberapa waktu kemudian.


Lemah dan Lesu
(malaise). Gejala ini ditandai dengan rasa tidak enak badan, pegal-pegal, nafsu makan berkurang, badan bertambah kurus atau berat badan tidak naik. Anak akan berpenampilan lesu dan kurang ceria.


Batuk. Batuk baru timbul bila telah terdapat gangguan di paru, awalnya dapat berupa batuk kering, lama-kelamaan dapat berupa batuk berlendir. Batuknya tetap bertahan lebih dari dua minggu walau telah mendapat pengobatan atau batuk sering berulang lebih dari tiga kali dalam tiga bulan berturut-turut.


Pembesaran Kelenjar Getah Bening. Kelenjar getah bening yang meruapakan salah satu benteng pertahanan terhadap serangan kuman, dapat membesar bila diserang oleh kuman. Pada penderita TBC dapat ditemui pembesaran kelenjar getah bening di sepanjang leher samping dan di atas tulang selangkangan.


Apabila gejala-gejala tersebut ada dan tidak hilang setelah diobati, sebaiknya waspada akan adanya TBC pada anak, apalagi ada riwayat kontak (hubungan yang erat dan sering) dengan penderita TBC dewasa.


DIAGNOSIS

Diagnosis paling tepat adalah dengan ditemukannya basil TB dari bahan yag diambil dari tubuh pasien, misalnya sputum, bilasan lambung, biopsi dan lain-lain. Pada anak-anak spesimen terseut sulit diperoleh disamping sensitivitas biakan yang rendah, belum lagi sangat terbatasnya fasilitas laboratorium yang mampu melakukannya. Oleh karena itu sebagian besar diagnosis tbc anak didasarkan pada gambaran klinis, uji tuberkulin dan gambaran radiologis.


Penting untuk memikirkan tb pada anak bila terdapat gambaran sebagai berikut :

  • Kontak erat (serumah, semobil, dll) dengan pasien TB sputum BTA (+).


  • Reaksi cepat BCG, yaitu timbul kemerahan di lokasi suntikan dalam 3-7 hari setelah imunisasi BCG.


  • Disertai Gejala umum TBC :
    • Berat badan turun atau malnutrisi tanpa sebab jelas, atau berat badan kurang yang tidak naik dalam 1 bulan penanganan gizi.
    • Nafsu makan tidak ada (anoreksia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik (failure to thrive) dengan tata laksana gizi yang adekuat.
    • Demam lama atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan ttttttifus, malaria atau ISPA) dan disertai keringat malam.
    • Pembesaran kelenjar getah bening superfisialis yang khas yaitu : multiple, tidak nyeri tekan, terlebih jika menyatu (confluents), paling sering di daerah leher, aksila dan inguinal.
    • Gejala-gejala respiratorik :
      • Batuk lama, lebih dari 3 minggu
      • Tanda cairan di dada (efusi pleura), nyeri dada
    • Gejala gastrointestinal :
      • Diare persisten yang tidak sembuh dengan pengobata baku diare
      • Benjolan / masssa di abdomen
      • Tanda-tanda cairan dalam abdomen


  • Dijumpai pula Gejala spesifik TBC :
    • TB kulit (skrofuloderma
    • TB tulang dan sendi, dengan gejala gibbus (benjolan di punggung), sulit membungkuk dan pincang serta pembengkakan sendi.
    • TB susunan saraf pusat. Meningitis TB dengan gejala iritabel, kaku kuduk, muntah dan kesadaran menurun.
    • TB abdomen : fenomena papan catur, pada palpasi dan auskultasi. Dimana daerah pekak dan tympani berselang seling seperti gambaran papan catur.
    • Gejala mata : onjunctivitis phlyctenularis dan tuberkel koroid (dengan funduskopi).


  • Uji tuberkulin positif

    Dilakukan dengan cara mantoux (intrakutan) menggunakan semprit tuberkulin 1 cc jarum nomr 26. Tuberkulin yang dipakai adalah tuberkulin PPD RT 23 kekuatan 2TU atau PPD-S kekuatan 5TU. Pembacaan dilakukan dalam 48-72 jam setelah penyuntikan. Diukur diameter transversal dan indurasi yang terjadi, bukan dari eritemanya. Ukuran dinyatakan dalam milimeter. Dinyatakan positif bila indurasi lebih atau sama dengan 10 mm pada gizi baik (lebih dari 15 mm bila sudah pernah mendapat BCG) atau 5 mm pada gizi buruk. Bila hasil meragukan (5-9 mm bukan pada gizi buruk), dilakukan uji ulang dalam waktu 2 minggu.


  • Foto rontgen paru sugestif TB

    Meski demikian foto rontgen tidak selalu dapat mendeteksi TB karena sebagian besar tidak khas. Dilakukan sebaiknya PA dan lateral. Pembacaan harus hati-hati akan kemungkinan overdiagnosis ataupun underdiagnosis. Paling mungkin , kalau ditemukan infiltrat dengan pembesaran kelenjar hilus atau kelenjar para trakeal.


    Gambaran radiologis paru sugestif TB :

  1. Pembesaran kelenjar hilus atau para trakeal dengan/tanpa infiltrat
  2. Atelektasis segmental/lober
  3. Atelektasis, milier, kavitas dan kalsifikasi.


  • Pemeriksaan mikrobiologik dan serologik
  • Pemeriksaan patologik anatomi
  • Respon terhadap pengobatan dengan OAT

    Kalau dalam 2 bulan terdapat perbaikan nyata secara klinis dan radiologis, akan menunjang atau memperkuat diagnosis TB.


DIAGNOSIS BANDING

  1. Limfadenitis banal
  2. Leganasan
  3. Kista pada leher
  4. Mononucleosis infeksiosa
  5. Leukimia
  6. Actinomicosis
  7. Toxoplasmosis, dll


PENATALAKSANAAN

Prinsip dasar pengobatan TB anak tidak berbeda dengan dewasa, tetapi ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian :


  • Susunan paduan obat TB anak adalah 2HRZ-4HR. Tahap intensif terdiri dari paduan isoniazid (H), rifampisin (R) dan pirazinamid (Z) selama 2

    bulan. Tahap lanjutan terdiri dari isoniazid (H) dan rifampisin (R) selama 4 bulan diberikan setiap hari.


  • Pemberian obat pada tahap intensif maupun pada tahap lanjutan diberikan setap hari, bukan 2 kali seminggu.


  • Dosis obat yang diberikan harus sesuai dengan berat badan anak. Diupayakan menggunakan obat tablet dengan dosis yang telah ada di pasaran.


  • Obat diberikan secara Cuma-Cuma bila tak mampu, untuk keluarga mampu sebaiknya membayar.


  • Obat yang dipakai dan dosisnya

INH

5 – 15 mg/kg BB/hari (maks.300 mg/hari)

Rifampisin

10-15 mg/kg BB/hari (maks 600 mg/hari)

Pirazinamid

25-35 mg/kg BB/hari (maks 2 g/hari) diberikan 1 atau 2x

Etambutol

15-20 mg/kg BB/hari (maks 2,5 g/hari)

Streptomisin

15-30 mg/kg BB/hari (maks 1 g/hari)


  • Evaluasi Pengobatan:
    • Dua bulan pengobatan, klinis membaik, obat diteruskan
    • Dua bulan pengobatan klinis memburuk atau tidak ada perbaikan, rujuk ke RS.
    • Bagi yang tidak teratur minum obat, diberikan tamahan etambutol selama 4 bulan.


  • Penghentian pengobatan

    Bila telah menjalani 6-12 bulan pengobatan, evaluasi perbaikan terhadap klinik :

  1. Berat badan meningkat
  2. Nafsu makan membaik
  3. Gejala hilang : demam dan batuk.


PENCEGAHAN

Bila ibu atau anggota keluarga yang dekat menderita penyakit TBC, maka imunisasi BCG pada bayi yang baru lahir perlu diberikan segera setelah lahir. Namun bila tidak ada anggota keluarga yang terkena, maka imunisasi BCG dapat diberikan sesuai dengan jadwal pemberian posyandu atau puskesmas, yaitu pada usia dua bulan. Vaksin BCG sebaiknya diberikan sedini mungkin setelah anak lahir. Ini mengingat prevalensi penyakit tuberkulosis di Indonesia masih tinggi dan kekebalan terhadap penyakit itu tidak diturunkan dari ibu karena jenisnya adalah imunitas seluler.


Imunisasi BCG memang tidak menjamin seratus persen terbebas dari kemungkinan tertular penyakit ini, karena daya kekebalan vaksin BCG untuk mencegah TBC hanya 20 persen. Walau demikian imunisasi tetap perlu diberikan karena tetap bermanfaat untuk memperkecil kemungkinan tertular dan memperingan gejala bila terjangkit penyakit TBC.


Karena manfaat vaksin BCG untuk pencegahan penyakit tuberkulosis pada anak rendah, maka pencegahan utama agar anak tidak terkena TBC adalah jangan kontak dengan penderita TBC dewasa. TBC pada anak tidak lepas hubungannya dengan penyakit TBC pada orang dewasa. Ini karena penularan TBC pada anak berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Dengan demikian pemberantasan TBC pada orang dewasa sangat penting. Pada anak yang menderita TBC tidak bisa menularkan TBC, karena di dalam dahaknya tidak mengandung kuman TBC.


Selain itu faktor lingkungan dan daya tahan tubuh yang baik dapat membantu mencegah terjangkitnya seseorang terhadap penyakit TBC. Sinar matahari yang cukup, sirkulasi udara yang baik akan mencegah pertumbuhan dan bahkan dapat melemahkan kuman TBC. Kuman ini tidak tahan sinar matahari dan ultra violet. Daya tahan tubuh yang baik, gizi yang cukup akan meningkatkan kemampuan badan dalam menangkis serangan kuman TBC.


see related articles :
- Pneumonia Pada Anak