Sabtu, 05 September 2009

HUGO Rolling Walker, Blue





HUGO Rolling Walker, Blue


Product Description
Freedom, mobility and confidence to stay active and go anywhere, anytime! The HUGO Rolling Walker with a seat lets you rest anywhere, anytime. The HUGO Rolling Walker is well suited to those rehabilitating an injury, dealing with severe arthritis or who have conditions that compromise their balance. HUGO's four large 8" wheels give you stability for more confidence and security, making it easier for you to walk, and get the exercise you need.

Lightweight Transport Wheelchair/Wheel Chair 12" Wheels






Lightweight Transport Wheelchair/Wheel Chair 12



Product Description
This transport wheelchair is so easy to push on any type of surface. The oversize 12 1/2" rear wheels make the chair roll easily, even on grass, gravel, etc. The chair folds twice, so it can be stored in a small area. Be sure to see all the pictures below. Benefits include: Lightweight at only 23 1/2 pounds Sturdy powder-coated burgundy aluminum frame Perfect for zoos, festivals, airports, etc. Folds twice - back folds down and frame folds for easy transport and storage Easy care, durable nylon upholstery Padded arm rests for extra comfort Seatbelt included for your safety Swing away removable foot rests included Handy chart pocket on back of seat for storing personal items Black composite wheels require virtually no maintenance Dual-sealed precision bearings Loop brakes on the hand grips and rider-operated wheel brakes on the wheels Seat measures 19" wide by 16" deep 300 pound weight capacity Lifetime warranty on frame and cross bar 6 month warranty on upholstery parts and components

ADC Diagnostix 700 Series Aneroid Sphygmomanometer Latex -Black






ADC Diagnostix 700 Series Aneroid Sphygmomanometer Latex -Black




Product Description
Diagnostix 700 premium pocket Aneroid Sphygmomanometer features a precision crafted chrome plated manometer that exceeds industry standards. Luminescent dial is easy to read in low light condition. ADCUFF inflation system helps prevent miscuffing. ADFLOW bulb and valve with filter screen protection. Zippered storage case included

Littmann Master Classic II Stethoscope






Littmann Master Classic II Stethoscope


Product Description
Littmann Master Classic II black edition - black coated chest piece and binaural. The master classic II offers efficiency in auscultation that is unprecedented in a general examination stethoscope. Its patented single-sided tunable diaphragm allows monitoring of both high and low frequency sounds without having to turn over the chest piece. Features high performance single-lumen tubing, nonchill rim and patented Littmann soft-sealing ear tips. Includes a three-year warranty.

Sabtu, 27 Juni 2009

Kehamilan Usia Tua

Kehamilan risiko tinggi salah satunya adalah hamil dengan usia di atas 35 tahun. Banyak komplikasi yang akan timbul dibanding dengan usia yang lebih muda. Sehingga bagi yang masih ingin hamil dengan usia ini harus mengerti akan risikonya sehingga dapat diambil langkah2 antisipasi agar hamilnya sehat serta menghasilkan bayi yang sehat juga.

Risiko melahirkan bayi dengan cacat bawaan akan meningkat dengan semakin meningkatnya usia. Hal ini mungkin disebabkan pembelahan sel yang tidak sempurna (istilah kerennya: nondisjunction). Sehingga menyebabkan jumlah kromosom yang tidak sama di akhir pembelahan sel. Akibat dari pembelahan yang tidak sempurna ini juga akan meningkatkan angka keguguran.

Beberapa kondisi yang bisa timbul akibat hamil di usia tua

* Tekanan darah tinggi dan diabetes. Dianjurkan untuk melakukan antenatal secara dini dan teratur sehingga dapat didiagnosa secara dini guna penanganan yang tepat.
* Stillbirth (melahirkan bayi yang sudah mati sebelum lahir) lebih sering terjadi pada usia diatas 35. Juga lebih sering mengalami berat badan lahir yang rendah (low-birth weight).
* Persalinan dengan Cesar juga lebih sering terjadi pada pada anak pertama dengan usia lebih dari 35.

Kondisi kesehatan yang baik menjelang dan selama kehamilan akan mengurangi risiko komplikasi. Berikut beberapa rekomendasi :.

* Pastikan mengkonsumsi asam folat yang cukup. Wanita usia subur dianjurkan mengkonsumsi folat 0.4 mg perhari.
* Kurangi konsumsi kafein. Jangan lebih dari 300 mg perhari. Secangkir kopi mengandung lebih kurang 150 mg kafein, segelas teh hitam mengandung sekitar 80 mg kafein.
* Makanan yang seimbang dan makan makanan yang bervariasi. Pilih makan dengan serat yang tinggi. Pastikan cukup vitamin dan mineral dalam makanan.
* Olah raga secara teratur.
* Jangan minum alkohol selama hamil atau makan obat2-an kecuali atas rekomendasi dokter.
* Jangan merokok selama kehamilannya.

Karena hamil dengan usia lebih dari 35 tahun lebih sering mengalami problem, maka pemeriksaan2 berikut direkomendasikan. Semua pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kelainan2 sebelum, saat dan setelah kehamilan (selain USG)

Quad Marker Screen: mengukur empat macam bahan yang ada di dalam darah wanita hamil. Yang diperiksa adalah AFP (Alfa Feto Protein), hcG (Human Chorionic Gonadotropin), Estriol dan Inhibin-A.

Amniosentesis: disebut juga amnio, suatu prosedur dimana diambil sejumlah dikit cairan ketuban, kemudian ditest untuk mendeteksi adanya cacat bawaan pada bayi.Beberapa test yang bisa dideteksi : penyakit sickle cell, cystic fibrosis, muscular dystrophy, Penyakit Tay-Sachs, Down syndrome, neural tube defects (NTD).

USG : dapat mendeteksi kelainan2 yang tidak bisa dideteksi dengan amniosentesis seperti bibir sumbing, kelainan kaki club foot, atau kelainan jantung.

Chorionic Villus Sampling (CVS): sejumlah sampel plasenta diambil. Gunanya untuk melihat kelainan2 genetik yang tidak terdeteksi baik dengan USG ataupun amniosentesis.

Selasa, 23 Juni 2009

Asam Folat dan Kehamilan

Asam Folat, disingkat folat, adalah vitamin B (B9) banyak ditemukan pada sayuran hijau seperti bayam dan kangkung , jus jeruk, dan gandum yang diperkaya. Banyak penelitian mendapatkan jika mengkonsumsi 400 mikrogram (0.4 mg) Folat per-hari sebelum hamil serta 3 bulan awal kehamilan akan mengurangi risiko terjadinya neural tube defect (NTD) sampai 70% lebih. NTD biasanya terjadi dalam 28 hari pertama kehamilan, artinya sudah bisa terjadi sebelum wanita menyadari dirinya sudah hamil.

Jika diketahui hamil dan belum pernah mengkonsumsi folat, maka segeralah mengkonsumsi folat, terutama jika kehamilannya masih trimester pertama pertama, tetapi jika sudah lewat dari TM I maka tidak ada yang bisa dilakukan, berdoa saja mudah2an cukup Folat dari makanan yang dimakan sehari. Kekurangan folat dapat meningkatkan risiko terkena neural tube defect (NTD), suatu kelainan sumsum tulang belakang.

Jika tulang belakang yang mengelilingi sumsum tidak menutup sempurna, sampai usia kehamilan 28 minggu, sumsum tulang belakang atau cairan sumsum akan menonjol (bulging). Juga bisa timbul kelainan seperti anencefali (tidak ada batok kepala).

Karena banyak kehamilan yang tidak direncanakan dengan maka penting bagi pasangan usia subur agar selalu mengkonsumsi cukup asam folat. Cara terbaik untuk mencegah NTD adalah dengan mengkonsumsi folat 400 mikrogram perhari selama 3 bulan menjelang kehamilan serta 3 bulan pertama kehamilan.

NTD dideteksi dengan memeriksa alpha- fetoprotein (AFP), yang dilakukan saat usia kehamilan 16-18 minggu. AFP merupakan bahan yang dihasilkan oleh janin dan di keluarkan oleh janin ke dalam cairan ketuban serta ke dalam peredaran darah ibu. Kadar AFP pada darah ibu mencapai puncak pada usia kehamilan 30-32 minggu. Kadar AFP yang sangat tinggi bisa menunjukkan bayinya ada NTD.

Senin, 22 Juni 2009

Antibodi Antisperma

Lebih dari 20% pasangan dengan infertilitas yang tidak jelas, penyebabnya ada;ah gangguan sistem imun. Sistem imun memegang peranan yang besar dalam proses kesuburan (fertilitas). Untuk persiapan ovulasi dan implantasi, tubuh membutuhkan sel-sel tertentu dari sistem imun, contohnya, sel-sel inflamasi dibutuhkan untuk persiapan endometrium untuk implantasi. Tanpa sistem imun yang normal, proses reproduksi bisa terpengaruh, sehingga tidak terjadi kehamilan.

Antibodi antisperma (ABAS) (English : ASA) adalah sel-sel yang menyerang sperma normal. Jika ditubuh kita ada ABAS, maka sperma normal akan dianggap sebagai benda asing sehingga sperma akan diserang dan dirusak.

Belum sepenuhnya dimengerti kenapa ABAS bisa timbul pada sebagian orang. Biasanya sperma terlindungi dari sistem imun dengan adanya lapisan pelindung yang disebut blood-testes barrier. Barrier (pelindung) ini mencegah sel-sel sistem imun agar tidak bisa bercampur dengan sel lainnya. Kadang-kadang , pembedahan atau cedera dapat mengganggu barrier ini, sehingga sel-sel sistem imun bisa kontak dengan sel sperma.

ABAS pada laki2 yang subur angkanya sekitar 1% sedangkan pada laki2 yang infertil angkanya sekitar10%. Sedangkan laki2 yang pernah mengalami pembedahan saluran reproduksi angkanya bisa mencapai 70%.

Kadang2 wanita juga bisa mengalami ABAS. Sekitar 5% wanita dengan infertilitas yang tak terjelaskan memiliki antibodi ini di dalam darahnya. Sehingga sperma akan mati sebelum sempat membuahi sel telur .

Setiap laki2 maupun wanita berpotensi mengalami ini. Namun ada beberapa faktor yang membuat risiko terkena lebih tinggi yaitu pada pasien pembalikan vasektomi, kanker testis, biopsi testis, torsi testis dan infeksi.

Terdapat bermacam2 test untuk mengecek keberadaan ABAS dalam tubuh:
* Pemeriksaan darah
Pada wanita, pemeriksaan darah biasa dipergunakan untuk memeriksa antibodi.

* Uji paska senggama
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengecek ABAS pada cairan serviks (leher rahim).

* Pemeriksan Sperma
Pemeriksaan sperma adalah cara terbaik mengecek ABAS.

Terdapat berbagai pengobatan yang ada untuk membantu pasangan yang mengalami masalah ABAS :

* Kortikosteroid
Obat ini bisa menurunkan produksi ABAS.

* Intrauterine Insemination(IUI)
IUI bisa membantu mengatasi masalah ABAS, karena sperma langsung mencapai sel telur tanpa melewati leher rahim.

* In-Vitro Fertilization(IVF)
IVF merupakan metode yang paling sukses untuk mengobati pasangan, Karena sperma langsung bertemu sel telur tanpa melewati rahim dan tuba (saluran telur)