Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Februari 2011

Pallindrome

Palindrom (Palindrome) adalah sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun belakang (spasi antara huruf-huruf atau kata biasanya diperbolehkan). Kata "palindrom" berasal dari bahasa Yunani: palin ("balik" = agian) dan dromos ("lari"=run).

Kebetulan banget ya, hari ini tanggal 11022011 (tanggal pallindrom). Angka ini kalau dibaca bolak-balik tetap sama. Dalam kata2,frasa atau kalimat juga ada yang bila dibaca bolak balik bacaan dan artinya tetap sama. Dalam bahasa Indonesia yang paling gampang contohnya kata "tamat". Kalau dalam kalimat contohnya : "kasur ini rusak".

Kata-kata dalam bahasa indonesia yang termasuk palindrom: ada, apa, ara, asa, bab, ini, katak, kodok, makam, malam, radar, taat dll.

Dalam bahasa inggris banyak contohnya:
Kata-kata : RACECAR, DEED, LEVEL, PIP, ROTOR, CIVIC, POP, MADAM, EYE, NUN, RADAR, TOOT dll. Dalam frasa : LIVE EVIL, STRAW WARTS dll

Kalimat seperti : MADAM I'M ADAM (Pallindrome yang cukup ngetop) dikategorikan sebagai pallindrome.

Dalam semua bahasa bisa terdapat pallindrome. Dalam bahas inggris pallindrome terpanjang: DETARTRATED sedangkan rekor kata pallindrome terpanjang dipegang oleh kata dalam bahasa Finlandia : "SOLUTOMAATTIMITTAAMOTULOS" yang artinya pengukuran laboratorium pada tomat (kira2 gitulah hehe). Juga ada "SAIPPUAKUPPINIPPUKAUPPIAS" yang artinya penjual mangkok sabun (soap cup trader)

Akhirnya : Happy Pallindrome Day


Kamis, 13 Januari 2011

Amankah Metal Detektor Buat Kehamilan

Tidak jarang wanita hamil harus sering bepergian dan ada juga wanita hamil yang kerjanya harus berada dekat dengan alat metal detektor. Ada kekhawatiran tentang kemungkinan efek jangka panjang dari paparan pada kehamilan (bayi). Kebanyakan detektor logam yang digunakan pada orang di bandara/pelabuhan, Hotel dll hanya mengeluarkan radiasi non-ion dan aman untuk paparan jangka panjang, tidak meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran, atau kelainan janin.

Detektor logam memancarkan jenis radiasi non-ion aman dan sifatnya memantul pada objek. Radiasi yang digunakan dalam detektor logam dan pintu deteksi dianggap aman bagi wanita hamil. Sedangkan mesin X-ray untuk bagasi memang mengeluarkan radiasi pengion, tetapi perangkat ini terlindung dengan baik (memiliki proteksi logam, biasanya timah hitam) terhadap pekerja dan orang2 yang berlalu lalang didekatnya.

Demikian juga terhadap barang bawaan berupa makan atau minuman dan pakaian, radiasi yang dihasilkan tidak membahayakan bagi yang mengkonsumsi makanan dan minuman dimaksud. Berbeda dengan radiasi untuk keperluan medis yang sifatnya radiasi peng-ion sehingga dapat meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran dan mengganggu organ reproduksi.

Radiasi diukur dalam satuan yang disebut rad, rem atau rontgen. Menurut Standar Keselamatan, ibu hamil tidak boleh terkena lebih dari 500 millirems, atau 0,5 rem, selama kehamilan atau kurang dari 50 mRem (0,05 rem) perbulan.

Sebagai ilustrasi, dalam sebuah penerbangan pulang-pergi dari New York ke Los Angeles seorang wanita bisa terkena ekspos radiasi sebesar 5 mRem (0,005 rem), sedangkan pengaruh detektor logam (detektor handy) bisa diabaikan. Sedangkan sinar-x medis dapat masih aman mengekspos wanita hamil 60 mRem, masih bisa lebih dari angka ini jika manfaat yang dihasilkan lebih besar (misalnya untuk diagnostik penyakit).

Meskipun lama terpapar lama dengan detektor logam diyakini tidak membahayakan janin, lebih bijaksana kalau bekerja di sekitar peralatan seperti setiap hari bagi ibu hamil untuk menghindar/menjauh dari alat tersebut. Dan bagi pekerja2 yang berhubungan dengan radiasi tentunya terus diukur paparan terhadap radiasi yang diterimanya dalam jangka waktu tertentu.

Sabtu, 01 Januari 2011

Millennium Development Goal 5

Pada bulan September 2000, terlaksana pertemuan dari Kepala Negara dan Pemerintahan dan menghasilkan Deklarasi Milenium PBB. Deklarasi ini didukung oleh 189 negara dan diwujudkan dalam delapan Millennium Development Goals (MDGs) yang harus dicapai pada tahun 2015.

Sasarannya termasuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan pendidikan, mempromosikan kesetaraan jender, meningkatkan kesehatan dan melawan penyakit, menjamin kelestarian lingkungan dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.

Delapan Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals = MDGs)
* MDG 1: Untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan
* MDG 2: Untuk mencapai pendidikan dasar universal
* MDG 3: Untuk mempromosikan kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan
* MDG 4: Untuk mengurangi angka kematian anak
* MDG 5: Meningkatkan kesehatan ibu
* MDG 6: Untuk memerangi HIV / AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
* MDG 7: Untuk memastikan keberlanjutan lingkungan
* MDG 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

MDG 5 bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu. Tujuan ini diterjemahkan ke dalam dua sasaran:

* Untuk mengurangi angka kematian ibu tiga per empat antara 1990 dan 2015, dan
* Untuk mencapai akses universal terhadap kesehatan reproduksi pada tahun 2015.

Dua indikator utama untuk memantau kemajuan menuju sasaran pertama adalah rasio kematian ibu dan proporsi kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan terlatih.

Untuk mencapai MDG 5 dibutuhkan penurunan angka kematian ibu secara lebih cepat lagi di masa depan dibanding pengurangan yang terjadi antara 1990 dan 2005. Upaya yang lebih besar juga dibutuhkan untuk meningkatkan layanan kesehatan seksual dan reproduksi dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi tidak aman, mengelola komplikasi aborsi, mencegah kesakitan dan kematian akibat infeksi penyakit menular seksual (termasuk HIV) dan untuk memberikan perawatan kehamilan dengan kualitas terbaik dan persalinan, termasuk perawatan kebidanan esensial.

MDG 5 juga berkaitan dengan MDGs lainnya. Seperti kematian ibu sangat mempengaruhi kematian bayi, kemajuan dalam MDG 5 juga akan mempengaruhi upaya untuk mengurangi angka kematian anak (MDG 4). Kemajuan MDG 5 juga terkait dengan MDG 6, yang bertujuan untuk memerangi HIV / AIDS dan malaria, karena ini penting sebagai penyebab tidak langsung kematian ibu.

Kemajuan dalam mencapai MDG 3, mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, akan membantu dalam mencapai MDG 5. Kematian ibu merupakan indikator yang sensitif dalam memperlihatkan ketimpangan ini, karena statistik saat ini menunjukkan bahwa perempuan miskin dan kurang terdidik memiliki risiko kematian tertinggi selama kehamilan atau persalinan.

Meningkatkan sarana pendidikan dasar (MDG 2) untuk anak perempuan dan memberantas kemiskinan dan kelaparan (MDG 1) adalah untuk memberdayakan perempuan dan secara positif akan mempengaruhi pencapaian MDG 5.

WHO mendukung negara-negara anggotanya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan berfokus pada 75 negara prioritas yang menyumbang 97% dari seluruh kematian ibu di seluruh dunia. WHO bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dengan menyediakan dan mempromosikan program bimbingan klinis dan evidence based.

Dasar untuk membuat kehamilan lebih aman adalah manajemen terpadu kehamilan dan persalinan (IMPAC), yang meliputi bimbingan dan alat untuk meningkatkan akses perempuan hamil terhadap pelayanan kesehatan berkualitas tinggi.

Selain itu dipromosikan juga perawatan terampil dalam setiap persalinan. Telah dikembangkan modul pendidikan untuk pelatihan kebidanan dan menawarkan pelatihan untuk pelatih (TOT) dalam pendidikan kebidanan. Promosi pendekatan yang melibatkan individu, keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan akses ke perawatan yang berkualitas.

Sumber : WHO

Selasa, 16 Maret 2010

PIT HOGSI III 2010


PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN III

HIMPUNAN OBSTETRI GINEKOLOGI SOSIAL INDONESIA (HOGSI)
HOTEL INNA GRAND BALI BEACH, BALI 24-28 APRIL 2010