Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Longgar atau Sempit ya ?

Judulnya agak sensasi-an ya kayak koran kuning ibukota. Tapi ini sebetulnya pertanyaan yang sering timbul dibenak para wanita (lebih tepatnya kekhawatiran) apakah V-nya (terlalu) longgar atau (terlalu) sempit? Adakah parameternya untuk mengelompokkan sempit atau longgar ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas sile simak selanjutnya.

Bagian V yang terlihat dari luar dinamakan vulva, terdiri atas clitoris, labia, dan lubang pipis (urethra).Organ ini sering dianggap sebagai sentral seksualitas wanita. KLIK INI BIAR JELAS.

Jika seorang wanita belum pernah melahirkan, rasanya tidak mungkin V nya akan terlalu besar tul gak ? Juga ada mitos yang salah, bahwa kalau sering2 ML maka V nya akan besar/lebar. Hal ini sebetulnya nonsense. Gak perduli berapa banyak ML nya , tidak akan mempengaruhi ukuran V.:devilishgrin:

Yang sangat mempengaruhi dimensi V sebetulnya adalah pernah melahirkan bayi secara pervaginam (persalinan lewat V) . Semakin banyak melahirkan, maka V cenderung semakin melebar. Hal ini terjadi karena rusaknya otot dan jaringan pendukung di dinding V. Terutama terjadi akibat persalinan yang sulit dan macet. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan latihan2 khusus selama hamil. Dan bisa di koreksi dengan latihan khusus paska persalinan dan dengan bantuan fisioterapis.(Sayang jamu sari rapet dan galian singset gak dikenal sama orang bule gelakguling haha, tapi aku gak bilang itu (jamu) oke lho sembah)

Bagaimana jika memang V-nya lebar ? Lebar terutama pada salurannya (lorongnya) sehingga wanita merasa "longgar", yang efeknya sebagai berikut:
  • ML terasa kurang memuaskan bagi wanita dan pasangannya.
  • Wanita akan merasakan suatu fenomena masuk/keluarnya udara ke rongga ke rongga V. Di negara barat fenomena ini dikenal dengan istilah 'fanny farting' alias (maaf) kentut V haha gelakguling.
  • Air mandi (terutama mandi berendam) bisa masuk kedalam V (abis "mulut"-nya melongo lapar sih hihi gatai). Tapi ini gak masalah dari segi kesehatan.
  • Ini yang agak serius efeknya : karena otot dan ligamen nya gak kuat maka bisa terjadi prolapsus (turun) rahim atau organ lainnya saat usia setengah baya.
Apa yang harus dilakukan jika memang V nya besar dan longgar ?
Lakukan segera upaya untuk mengencangkannya dengan melakukan latihan otot dasar panggul. Bidan, fisioterapis dan dokter bisa mengajari cara melakukan senam/latihan dimaksud. Harus dilakukan secara intensif selama 6 bulan agar hasilnya nyata.

Sebagai awalnya dapat dicoba latihan berikut ini :
  1. Kencangkan otot2 bagian depan bawah tubuh - seperti kalau berusaha sekuat2nya menahan pipis. Untuk mengecek gerakan nya sudah tepat atau belum, masukkan satu jari ke liang V, jika terasa jari tersebut terjepit, maka gerakan nya sudah benar.
  2. Tahan gerakan ini selama 10 detik.
  3. Lepaskan/relaksasi selama 10 detik.
  4. Tahan lagi 10 detik, relaksasikan 10 detik.
  5. Lakukan gerakan ini berulang2 minimal selama 5 menit.
  6. Lakukan 4 kali sehari.
Kalau mau memakai alat untuk mengencangkan V juga bisa, nama alatnya : vaginal muscle developer. Alat ini harganya sekitar 1-3 juta-an (di Indonesia gak tahu ada atau nggak).
Yang mau instan bisa dengan melakukan operasi perbaikan, dengan mengencangkan jaringan panggul yang lemah tadi. Ahli bedah plastik/ginekolog bisa memendekkan saluran V yang dirasakan panjang oleh si empunya.

Terakhir, ini ada ide yang sedikit gila nich (jangan dibaca kalau belum 17 tahun ya takbole ) dan bukan kata aku ya tapi kata ahli ginekologi di barat. Manfaatkan kekurangan menjadi suatu kelebihan, yaitu dengan cara memasukkan vibrator kecil vagina saat ML dapat meningkatkan kualitas ML bagi wanita dan pasangannya. Karena V yang lebar masih cukup buat dimasukkan vibrator kecil dan Mr. P (rada xxx ya haha).fikirfikirfikir

Bagaimana jika wanita merasa V nya kecil banget/sempit ?
Mayoritas yang mengeluh seperti ini, hanya 1 atau2 saja yang memang2 benar sempit dan dangkal. Selebihnya setelah diperiksa ternyata normal. Wanita merasa V nya sempit/kecil karena merasa nyeri saat ML, tidak mampu ML sama sekali dan tidak mampu memasukkan tampon ke dalam V. Setelah diperiksa umumnya wanita2 ini hanya mengalami apa yang disebut vaginismus suatu kondisi dimana otot2 V akan berkontraksi jika ada "mendekat" ke arah V.

Pada kasus yang V nya benar2 sempit, ternyata kasusnya berupa adanya pembagi /pembatas V menjadi dua jalur (septum). Kasus ini sebetulnya jarang ditemukan dan merupakan kelainan bawaan . Tetapi untungnya kondisi ini bisa di perbaiki dengan tindakan operasi.

Kamis, 13 Januari 2011

Amankah Metal Detektor Buat Kehamilan

Tidak jarang wanita hamil harus sering bepergian dan ada juga wanita hamil yang kerjanya harus berada dekat dengan alat metal detektor. Ada kekhawatiran tentang kemungkinan efek jangka panjang dari paparan pada kehamilan (bayi). Kebanyakan detektor logam yang digunakan pada orang di bandara/pelabuhan, Hotel dll hanya mengeluarkan radiasi non-ion dan aman untuk paparan jangka panjang, tidak meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran, atau kelainan janin.

Detektor logam memancarkan jenis radiasi non-ion aman dan sifatnya memantul pada objek. Radiasi yang digunakan dalam detektor logam dan pintu deteksi dianggap aman bagi wanita hamil. Sedangkan mesin X-ray untuk bagasi memang mengeluarkan radiasi pengion, tetapi perangkat ini terlindung dengan baik (memiliki proteksi logam, biasanya timah hitam) terhadap pekerja dan orang2 yang berlalu lalang didekatnya.

Demikian juga terhadap barang bawaan berupa makan atau minuman dan pakaian, radiasi yang dihasilkan tidak membahayakan bagi yang mengkonsumsi makanan dan minuman dimaksud. Berbeda dengan radiasi untuk keperluan medis yang sifatnya radiasi peng-ion sehingga dapat meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran dan mengganggu organ reproduksi.

Radiasi diukur dalam satuan yang disebut rad, rem atau rontgen. Menurut Standar Keselamatan, ibu hamil tidak boleh terkena lebih dari 500 millirems, atau 0,5 rem, selama kehamilan atau kurang dari 50 mRem (0,05 rem) perbulan.

Sebagai ilustrasi, dalam sebuah penerbangan pulang-pergi dari New York ke Los Angeles seorang wanita bisa terkena ekspos radiasi sebesar 5 mRem (0,005 rem), sedangkan pengaruh detektor logam (detektor handy) bisa diabaikan. Sedangkan sinar-x medis dapat masih aman mengekspos wanita hamil 60 mRem, masih bisa lebih dari angka ini jika manfaat yang dihasilkan lebih besar (misalnya untuk diagnostik penyakit).

Meskipun lama terpapar lama dengan detektor logam diyakini tidak membahayakan janin, lebih bijaksana kalau bekerja di sekitar peralatan seperti setiap hari bagi ibu hamil untuk menghindar/menjauh dari alat tersebut. Dan bagi pekerja2 yang berhubungan dengan radiasi tentunya terus diukur paparan terhadap radiasi yang diterimanya dalam jangka waktu tertentu.

Sabtu, 08 Januari 2011

Pengobatan Hormonal Untuk Jerawat

Sekarang sudah diketahui bahwa jerawat terjadi akibat dari ketidak-seimbangan hormon. Hormon dimaksud adalah hormon androgen, hormon yang sama yang meningkat selama masa pubertas dan hal ini menjelaskan mengapa hampir orang pernah kebagian jatah jerawat pada usia itu. Masalahnya tidak semua yang melewati usia tersebut juga hilang jerawatnya secara otomatis.

Jerawat malah makin tumbuh subur. Hal ini karena faktor genetika lebih sensitif terhadap fluktuasi androgen.Jerawat juga bisa terkait dengan emosi stres dan negatif, yang juga bisa menjelaskan kenapa jerawat terjadi pada orang dewasa. Lagian haree gene siapa sih yang gak pernah 'ngalami stres ?

Penelitian memperlihatkan bahwa jerawat berhubungan dengan fluktuasi kadar gula darah. Tubuh memberikan respon naik turunnya kadar gula darah dengan melepaskan hormon2 tertentu seperti insulin dan androgen.

Hormon-hormon ini memiliki satu kesamaan yaitu semuanya bisa menyebabkan timbulnya jerawat. Contohnya androgen insulin merangsang kelenjar kulit untuk memproduksi lebih banyak sebum sehingga akan mem-block pori-pori. Hormon ini juga meningkatkan pergantian sel kulit dimana sel kulit tumbuh dan mati lebih cepat dari biasanya, dan sel-sel kulit mati inilah yang menghalangi/menyumbat pori-pori.

Jerawat karena faktor hormonal diobati dengan:

* Kontrasepsi oral (pil KB) seperti Diane-35, Tri-Cyclen, Alesse, dan Yasmin
* Obat Anti-androgen seperti Spironolacton

Semua obat diatas bertujuan menyeimbangkan kadar hormon androgen dengan cara menghalangi kerja hormon androgen ( anti-androgen), atau dengan memasukkan hormon (wanita) penyeimbang ke dalam tubuh (pil KB).

Cuma yang perlu diingat pengobatan jerawat secara hormonal memiliki kelemahan, yaitu reaksinya yang sering tidak terduga. Umumnya jerawat akan membaik tetapi ada juga yang jerawatnya semakin parah.

Efek samping penggunaan terapi hormon untuk jerawat antara lain: penambahan berat badan, perubahan libido (bisa naik, bisa turun), mood swing (mudah marah mudah gembira), nafsu makan meningkat. Efek samping ini bervariasi dari orang ke orang. Hormon adalah bagian dari sistem tubuh, merusak sistem ini dapat menghasilkan efek yang tak terduga.

Cara terbaik untuk menyembuhkan jerawat hormonal
Pengobatan dengan cara hormonal seperti diatas sifatnya sulit diramalkan, maka perlu dicari cara yang lebih aman. Setelah ditelusuri didapatkan fakta bahwa akar penyebab dari ketidak-seimbangan hormon adalah faktor makanan (you are what eat), gaya hidup dan emosional (tingkat stres dan optimistik terhadap kehidupan).

Studi terbaru menunjukkan bahwa sampai 70% kasus jerawat dewasa memiliki pemicu emosional. Penelitian lain memperlihatkan bahwa jerawat atau kelainan kulit memberikan respon yang baik dengan teknik manajemen stres dan relaksasi. Sedangkan penelitian lainnya memperlihatkan adanya hubungan antara terjadinya jerawat dengan gula dan karbohidrat.

Berdasarkan data terbaru inilah, pengobatan jerawat hormonal lebih baik melalui pilihan diet, merubah gaya hidup dan pengendalian stres / relaksasi.

Sumber: Just pimple.com

Sabtu, 01 Januari 2011

Millennium Development Goal 5

Pada bulan September 2000, terlaksana pertemuan dari Kepala Negara dan Pemerintahan dan menghasilkan Deklarasi Milenium PBB. Deklarasi ini didukung oleh 189 negara dan diwujudkan dalam delapan Millennium Development Goals (MDGs) yang harus dicapai pada tahun 2015.

Sasarannya termasuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan pendidikan, mempromosikan kesetaraan jender, meningkatkan kesehatan dan melawan penyakit, menjamin kelestarian lingkungan dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.

Delapan Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals = MDGs)
* MDG 1: Untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan
* MDG 2: Untuk mencapai pendidikan dasar universal
* MDG 3: Untuk mempromosikan kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan
* MDG 4: Untuk mengurangi angka kematian anak
* MDG 5: Meningkatkan kesehatan ibu
* MDG 6: Untuk memerangi HIV / AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
* MDG 7: Untuk memastikan keberlanjutan lingkungan
* MDG 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

MDG 5 bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu. Tujuan ini diterjemahkan ke dalam dua sasaran:

* Untuk mengurangi angka kematian ibu tiga per empat antara 1990 dan 2015, dan
* Untuk mencapai akses universal terhadap kesehatan reproduksi pada tahun 2015.

Dua indikator utama untuk memantau kemajuan menuju sasaran pertama adalah rasio kematian ibu dan proporsi kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan terlatih.

Untuk mencapai MDG 5 dibutuhkan penurunan angka kematian ibu secara lebih cepat lagi di masa depan dibanding pengurangan yang terjadi antara 1990 dan 2005. Upaya yang lebih besar juga dibutuhkan untuk meningkatkan layanan kesehatan seksual dan reproduksi dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi tidak aman, mengelola komplikasi aborsi, mencegah kesakitan dan kematian akibat infeksi penyakit menular seksual (termasuk HIV) dan untuk memberikan perawatan kehamilan dengan kualitas terbaik dan persalinan, termasuk perawatan kebidanan esensial.

MDG 5 juga berkaitan dengan MDGs lainnya. Seperti kematian ibu sangat mempengaruhi kematian bayi, kemajuan dalam MDG 5 juga akan mempengaruhi upaya untuk mengurangi angka kematian anak (MDG 4). Kemajuan MDG 5 juga terkait dengan MDG 6, yang bertujuan untuk memerangi HIV / AIDS dan malaria, karena ini penting sebagai penyebab tidak langsung kematian ibu.

Kemajuan dalam mencapai MDG 3, mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, akan membantu dalam mencapai MDG 5. Kematian ibu merupakan indikator yang sensitif dalam memperlihatkan ketimpangan ini, karena statistik saat ini menunjukkan bahwa perempuan miskin dan kurang terdidik memiliki risiko kematian tertinggi selama kehamilan atau persalinan.

Meningkatkan sarana pendidikan dasar (MDG 2) untuk anak perempuan dan memberantas kemiskinan dan kelaparan (MDG 1) adalah untuk memberdayakan perempuan dan secara positif akan mempengaruhi pencapaian MDG 5.

WHO mendukung negara-negara anggotanya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan berfokus pada 75 negara prioritas yang menyumbang 97% dari seluruh kematian ibu di seluruh dunia. WHO bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dengan menyediakan dan mempromosikan program bimbingan klinis dan evidence based.

Dasar untuk membuat kehamilan lebih aman adalah manajemen terpadu kehamilan dan persalinan (IMPAC), yang meliputi bimbingan dan alat untuk meningkatkan akses perempuan hamil terhadap pelayanan kesehatan berkualitas tinggi.

Selain itu dipromosikan juga perawatan terampil dalam setiap persalinan. Telah dikembangkan modul pendidikan untuk pelatihan kebidanan dan menawarkan pelatihan untuk pelatih (TOT) dalam pendidikan kebidanan. Promosi pendekatan yang melibatkan individu, keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan akses ke perawatan yang berkualitas.

Sumber : WHO

Sabtu, 10 April 2010

Perdarahan Implantasi

Setelah konsepsi terjadi, maka sel telur yang sudah dibuahi akan bergerak ke arah rahim serta menanamkan diri di lapisan dalam rahim (endometrium). Pada sebagian wanita penanaman ini menimbulkan bercak darah (spotting). Darah ini kadang-kadang membuat bingung dengan menstruasi.

Pada umumnya darah implantasi ini berupa bercak merah terang atau kecoklatan. Tidak seperti menstruasi bercak ini cendrung hanya muncul 1-3 hari dan bersifat intermiten.
Sering terjadi sebelum periode menstruasi berikutnya, biasnya sekitar 6 - 12 hari setelah ovulasi.



Berbeda dengan pandangan umum, tidak semua wanita mengalamiperdarahan implantasi. Kenyataanya hanya sepertiga wanita mengalami fenomena ini. Namun demikian karena kemiripannya dengan perdarahan awal menstruasi bisa saja membuat bingung.

Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal seperti berikut
Tampilannya - Perdarahan implantasi cendrung berwarna merah muda atau coklat muda, sedangkan darah haid biasanya berwarna merah gelap.

Waktu - Jika wanita mengalami pembuahan maka perdarahan implantasi perdarahan sebelum haid sekitar 9 hari setelah ovulasi.

Durasi - Perdarahan implantasi cendrung berakhir dalam 1 sampai 2 hari serta bersifat intermitten (terputus-putus).

Heaviness - Unlike the progressively heavy flow of a menstrual period, implantation bleeding tends only to occur as light spotting or coloured discharge.

Jumat, 29 Januari 2010

Cara Menentukan Masa Subur (1)

Cara Menentukan Masa Subur Wanita Dewasa

Definisi dan pengertian

Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:

1. Perubahan suhu basal tubuh
2. Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks)
3. Perubahan pada serviks
4. Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender)
5. Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.


Indikator pertama- perubahan suhu

Peningkatan suhu menunjukkan adanya ovulasi. Peningkatan suhu yang menetap selama 3 hari mengindikasikan 48 jam setelah ovulasi dan menandakan dimulaiya fase tidak subur setelah ovulasi. Peningkatan suhu ini sekitar 0,2 ˚C atau lebih.

Pembacaan suhu tidak dapat menentukan dimulainya masa subur, sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.

Cara untuk menggunakan indikator pertama ini adalah:

1. Suhu diukur segera setelah bangun tidur sebelum bangkit dari tempat tidur dan melakukan aktivitas lainnya serta dilakukan lebih kurang pada waktu yang sama.

2. Waktu pengukuran yang bervariasi lebih dari 1 jam, harus dicatat.

3. Suhu diukur lewat mulut, vagina, atau anus.

a. Mulut. Ujung perak termometer diletakkan di bawah lidah dengan bibir tertutup selama lebih kurang 5 menit.

b. Vagina. Termometer dimasukkan ke vagina secara perlahan. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.

c. Anus. Dengan menggunakan jelly atau vaselin yang dioleskan di ujung termometer, termometer dimasukkan ke anus dengan perlahan, dengan posisi berbaring pada salah satu sisi dan lutut ditarik ke atas. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.

4. Untuk akurasi, bila salah satu metode telah dipilih untuk digunakan, maka sebaiknya tidak diganti sampai dengan siklus berikutnya.

5. Grafik dibuat dengan menggambarkan hasil pembacaan suhu dengan sebuah titik pada lokasi yang sesuai. Titik-titik ini kemudian dihubungkan untuk membentuk sebuah grafik. Jika terjadi kelupaan pengukuran, titik-titik tersebut tidak boleh disambung.

a. Termometer manual – jika air raksa berhenti di antara dua angka, angka yang terendah yang dicatat.

b. Termometer digital – hanya mencatat satu angka desimal

6. Termometer sebaiknya dibersihkan dengan kapas dan air dingin

7. Grafik baru dimulai pada hari pertama menstruasi. Jika menstruasi mulai pada siang hari, hasil pengukuran pada pagi harinya dipindahkan pada grafik yang baru.

8. Segala sesuatu yang tidak biasa seperti demam, tidur larut, kondisi sedang stress sebaiknya dicatat.

9. Sebaiknya memiliki dua buah termometer, untuk mengantisipasi bila termometernya pecah.

Indikator Kedua – Perubahan Lendir Serviks

Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva (alat kelamin luar) dan dicatat setiap hari. Perubahan lendir dapat juga diamati pada serviks dimana lendir tersebut akan muncul sehari sebelum muncul di vulva. Perubahan ini mungkin dikaburkan dengan adanya cairan sperma, spermisida atau infeksi vagina. Lendir serviks ini dapat dikenali dengan rasa/sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.

Sensasi
Sensasi sangat penting dan sering merupakan hal tersulit untuk dipelajari. Ada atau tidaknya lendir dikenali dengan sensasi pada vulva. Sensasi mungkin merupakan rasa yang jelas tentang kering, lembab, lengket, basah, licin, atau lubrikasi

Penampakan
Kertas tisu putih dan lembut diusapkan pada vulva. Tisu akan basah dan bila ada lendir serviks, lendir akan terlihat menggumpal pada tisu. Warna lendir dicatat, mungkin berwarna putih, krem, buram, atau transparan. Lendir sering terlihat pula pada celana dalam, dalam kondisi kering sehingga karakteristiknya telah berubah

Tes Jari
Tes ini dapat dilakukan pada lendir yang terdapat di atas tisu dengan cara mengambil lendir tersebut dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Dengan perlahan, jari telunjuk ditarik, untuk melihat elastisitas lendir. Lendir mungkin elastis, atau mudah pecah, atau lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal dengan nama efek Spin dan menunjukkan bahwa lendir subur.

Perubahan lendir serviks selama siklus mentruasi

Fase tidak subur sebelum ovulasi
Setelah menstruasi, dalam beberapa hari vulva dalam kondisi kering. Fase ini mungkin tidak ada bila siklusnya pendek dan akan panjang bila siklusnya panjang. Sensasi kering di vulva dan biasanya tidak ditemukan lendir.

Fase subur
Ketika esterogen meningkat, lendir serviks dapat dirasakan pada vulva. Pada mulanya akan memberikan sensasi lembab dan akan terdapat sejumlah kecil lendir yang berwarna putih atau krem. Pada tes dengan jari, lendir cenderung mempertahankan bentuk dan mudah pecah.

Pada fase transisi, jumlah lendir meningkat dan lendir dengan warna seperti awan dapat dilihat. Elastisitas rendah dan menimbulkan sensasi basah.
Pada saat mendekati ovulasi, lendir makin banyak dan mungkin jumlahnya bisa 10 kali lipat. Ini memberikan sensasi licin pada vulva. Penampakan seperti putih telur yang mentah, tipis, berair, dan transparan. Pada tes dengan jari, lendir yang sangat subur ini dapat ditarik sampai beberapa cm sebelum pecah.
Lendir yang subur menjaga kehidupan sperma, memberinya makan dan membiarkannya melalui serviks. Pada lendir ini, sperma dapat hidup sampai dengan 3 hari, bahkan pada kasus yang jarang dapat hidup sampai dengan 5 hari atau lebih.

Hari puncak
Hari puncak menunjukkan hari terakhir dimana lendir yang elastis, transparan terlihat atau dirasakan.

Fase tidak subur setelah ovulasi
Selama fase setelah ovulasi, setelah hari puncak, sensasi licin menghilang dan secara tiba-tiba kembali ke kering lagi.

Indikator ketiga – perubahan pada serviks

Pengamatan pada serviks akan memberikan tambahan informasi dan sangat berguna bagi yang mempunyai siklus panjang, selama menyusui atau pada masa sebelum menopause. Perubahan pertama pada serviks sering terjadi satu atau dua hari sebelum perubahan pada lendir serviks dan dapat memberikan tanda awal sebelum masa subur. Pada umumnya memerlukan waktu dua atau tiga siklus agar dapat secara akurat mengenali perubahan panjang, posisi, konsistens, dan terbukanya serviks.

Perubahan pada serviks sebagai berikut:

1. selama fase tidak subur sebelum ovulasi, serviks terletak rendah dalam vagina dan mudah dicapai oleh ujung jari.
• Serviks panjang, miring, dan menempel pada dinding vagina

• Terasa kaku, seperti ujung hidung.
• Mulut serviks tertutup, memberikan sensasi seperti lesung pipi ketika disentuh, dan terasa kering

2. Selama masa subur, serviks naik ke atas dalam vagina.
• Serviks memendek, lurus, dan terletak di tengah vagina.
• Sulit disentuh. Jika teraba terasa lembu seperti meraba bibir bawah.
• Mulut serviks terbuka, sehingga dapat masuk ujung jari.
• Terasa basah dan terdapat lendir.

3. Fase tidak subur setelah ovulasi, serviks akan kembali ke kondisi tidak subur dalam waktu 24– 48 jam


Memeriksa Serviks Sendiri

Perubahan serviks dapat dirasakan oleh ujung jari. Sentuhan yang lembut diperlukan untuk mengenali perubahan serviks dari hari ke hari. Serviks sebaiknya diperiksa setiap hari pada waktu yang sama, misalnya sembari mandi pagi. Sebelum memeriksa, kandung kemih harus kosong (buang air kecil terlebih dahulu). Setiap kali pemeriksaan sebaiknya menggunakan posisi yang sama, baik berdiri dengan satu kaki dinaikkan (misal pada ditumpukan pada sisi bak mandi) atau jongkok. Tangan dicuci bersih dengan menggunakan sabun dan dikeringkan (kuku tangan harus pendek). Jika memungkinkan menggunakan sarung tangan yang telah disucihamakan. Jari telunjuk tangan kanan secara perlahan dimasukkan dalam vagina sampai teraba serviks.

Pada perabaan serviks terasa bola licin yang berlekuk, sedangkan vagina akan teraba lembut, lembab, dan berlekuk-lekuk. Jika serviks sulit dicapai, rahim dapat didorong ke bawah dengan menekan perut bagian bawah sedikit tulang pubis dengan tangan kiri. Dengan pengalaman, pemeriksaan hanya memakan waktu beberapa detik.

Jumat, 07 November 2008

Persiapan Kehamilan

Sebelum hamil ada baiknya para calon ibu mempersiapkan dirinya dengan baik. Dengan cara mendapatkan informasi yang benar dan mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Secara akal sehat (ilmu apalagi) tubuh yang sehat merupakan lingkungan terbaik untuk terjadinya konsepsi dan implantasi janin, serta mengandungnya sampai cukup bulan.

Waktu toleransi yang dibutuhkan pasangan subur untuk mendapatkan kehamilan adalah 12 bulan. Jika melebihi waktu tersebut berarti ada masalah dalam fertilitas . Sedangkan bagi wanita pengguna kontrasepsi pil, kesuburan rata-rata baru akan kembali setelah 6 bulan menghentikan pemakaian pil. Wanita dengan usia lebih dari 35 tahun atau perokok membutuhkan waktu dua kali lipat untuk bisa terjadinya konsepsi. Intercourse 3-4 kali perminggu pada massa ovulasi akan lebih memaksimalkan kemungkinan terjadinya konsepsi.

Untuk nutrisi yang perlu jadi perhatian adalah diet harus seimbang dan normal (tidak boleh melakukan diet ekstrim). Berat badan sebaiknya dalam keadaan berat ideal (lihat Health Gadgets di sidebar). Diet sebaiknya tinggi serat dan rendah lemak. Memakan makanan yang segar atau baru saja dimasak (fresh cooked).

Asam folat merupakan zat yang dapat menurunkan risiko terjadinya cacat pada bayi (NTD= Neural Tube Deffect) seperti bibir sumbing, spina bifida dll. Wanita yang berisiko adalah yang pernah mengalami pada kehamilan sebelumnya atau ada riwayat dalam keluarga, ada diabetes atau sedang mengkonsumsi obat anti epilepsi. Sehingga suplemen asam folat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh setiap wanita yang akan merencanakan kehamilan. Wanita yang berisiko sebaiknya mengkonsumsi asam folat 5 mg perhari minimal 1 bulan sebelum hamil dan idealnya dimakan selama 3 bulan. Sedangkan wanita yang nggk berisiko cukup makan 0.5 mg perhari satu bulan sebelum kehamilan. Kedua2nya melanjutkan konsumsi folat sampai akhir TM I.

Olah raga ringan, teratur dan non-contact sport penting dilakukan sebelum hamil. Hindari olah raga berat dan over-heat.
Masalah infeksi sangat perlu untuk jadi perhatian. Infeksi yang bisa mengancam kehamilan terutama infeksi pada TM I, saat dimana organ bayi sedang terbentuk (organogenesis). Sehingga lebih baik jika dilakukan usaha2 guna menurunkan risiko infeksi. Infeksi disini terutama TORCH, syphilis, dan HIV. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi-infeksi ini. Jika perlu lakukan vaksinasi yang ada seperti rubella (hindari hamil sampai 3 bulan post vaksin).

Hentikan kebiasaan merokok tiga bulan menjelang hamil yang direncanakan dan selama kehamilan juga tidak melakukannya. Termasuk perokok pasif (asap dari pasangan), untuk itu mintalah kerjasama pasangan agar merokok jauh-jauh. Alkohol juga berlaku sama hentikan sebelum dan selama hamil. Kurangi penggunaan caffein.

Lakukan konseling tentang kemungkinan adanya kelainan genetik terutama yang memiliki riwayat keturunan atau usia ibu diatas 35 tahun. Kelainan dimaksud misalnya thalassemia, hemofilia dll. Yang terakhir lakukan pengecekan golongan darah seperti rhesus. Karena jika ibu rhesus negatif dengan suami yang positif bisa terjadi kematian janin (reaksi imun).

Rabu, 30 Juli 2008

Test Kit Mendeteksi Masa Subur Wanita


Salah satu merek Test Kit

Sebelum ini ada posting tentang menentukan masa subur wanita (ovulasi) dengan gadget (klik disini). Sebetulnya ini sama dengan penghitungan secara manual. Aku lihat sudah banyak yang buat. Cara kalender ini kurang akurat karena hanya bisa diterapkan pada yang siklus haidnya 28 hari. Jika siklus haid lebih dari 28 hari maka akan sulit sekali menentukan ovulasi dengan tepat.

Cara yang paling akurat sebenarnya adalah dengan melakukan USG lewat vagina (transvaginal). Transducer nya lebih kecil. Tetapi cara ini disamping kurang nyaman bagi wanita redfaceredfaceredface karena transducer USG dimasukkan ke dalam rongga vagina dengan dilapisi kondom dan diberi gel, juga biayanya lebih mahal dari USG transabdomen (USG dari luar di dinding perut).

Tapi nanti dulu...sekarang ini sudah ada semacam test kit yang dipakai untuk mendeteksi masa subur. Bentuknya sama dengan test kit kehamilan. Cara kerjanya adalah mendeteksi hormon LH (Luteinizing Hormon). Hormon ini akan meningkat tajam (surge) kadarnya menjelang ovulasi (LH Surge)

Pada test strip-nya terdapat satu garis standar warna (pink misalnya). Strip dicelupkan kedalam urine selama 5 detik garis kedua akan muncul. Jika garis kedua ini warnanya lebih muda maka LH Surge belum terjadi. Jika garis kedua lebih terang dari garsi standar maka LH surge sedang terjadi.

Pada saat LH surge terdeteksi, lakukan hubungan seks dalam 24 -48 jam setelah itu. Karena ovulasi terjadi kira-kira 24-36 jam kemudian setelah LH Surge. Test sebaiknya dikerjakan 2 kali sehari. Patokan jam2 pemeriksaan yang baik adalah antara: jam 11 pagi - 3 sore - 5 sore - 10 malam. Tinggal pilih interval jam kemudian lakukan pada jam yang sama setiap hari.

Harganya lumayan mahal...CEK HARGA DISINI


Selasa, 17 Juni 2008

MASA SUBUR WANITA

Tulisan ini tidak akan membuat anda bingung dalam menghitung/menentukan masa/hari subur seorang wanita. Karena tulisan ini hanya menjelaskan pemakaian gadget untuk menetukan masa subur. Klik link pada sidebar "PREGNANCY GADGETS" atau gampangnya KLIK DISINI. (Bagusnya buka jendela baru saja)

Pada kotak baris 1 masukkan data hari pertama haid anda, selanjutnya masukkan lamanya siklus menstruasi (jarak hari mulai haid sampai haid bulan berikutnya) pada baris 2. (default = 28 days, merupakan angka rata-rata wanita secara umum)

Untuk baris" luteal phase" biarkan aja angka aslinya (14 days). Angka ini merupakan angka rata-rata pada wanita dan biasanya paling banyak meleset 1 hari (gitu kata yang punya kalendar).

Selanjutnya pilih jenis kelamin bayi yang diinginkan : boy, girl atau no preference (apa saja yang diberi oleh Tuhan). Tinggal pencet "view calendar".

Perhatikan warna-warna yang berbeda pada kalendar. Lihat keterangannya di "legend". Warna HIJAU ada 3 degradasi dari mulai kurang subur, sedang-sedang aja dan sangat subur. Sedangkan MERAH mulai dari hari haid yang paling deras sampai menjadi sedikit. Untuk haid normal biasanya 5 -7 hari.



ScreenShot Kalendar Ovulasi

Pada Gadget berikutnya ada cara memprediksi jenis kelamin, menghitung waktu perkiraan lahir berdasarkan hari pertama haid dan memperkirakan jenis kelamin berdasarkan umur dan bulan "bikin" baby. Juga ada prediksi berdasarkan Tabel Prediksi China (kurang akurat, just for fun).

Selamat mencoba