Tampilkan postingan dengan label TINDAKAN GINEKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TINDAKAN GINEKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Laminaria

Laminaria berasal dari batang Laminaria Japonica dan Laminaria digitate. Laminaria adalah rumput laut yang banyak tumbuh dan dibudidayakan di Korea, Cina, dan Jepang. Hal ini sudah tercatat dalam literatur Cina kuno sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu. Selama 100 tahun terakhir Laminaria telah digunakan di Amerika Serikat. Panjangnya lebih kurang 6-7 cm dan diamternya 2 - 3 mm. Laminaria dikemas dan disterilkan menggunakan radiasi gamma.

Laminaria digunakan untuk membuka leher rahim guna evakuasi kehamilan misalnya pada BO atau janin mati. Laminaria bekerja secara hidroskopik yaitu menyerap air dari leher rahim, lalu mengembang secara perlahan2 membuka leher rahim. Laminaria juga merangsang pembentukan dan pelepasan prostaglandin yang menyebabkan perubahan lokal di leher rahim berupa pematangan leher rahim(lunak dan melebar) sehingga lebih mudah didilatasi dengan alat (dilatator) agar evakuasi isi rahim lebih mudah.

Jika tindakan evakuasi di paksa (hanya dengan dilatasi saja) maka risiko cidera pada leher rahim besar berupa robekan leher rahim, kerusakan pada otot-otot leher rahim , inkompetensi leher rahim (terjadi keguguran dini karena leher rahim tidak mampu menahan kehamilan), rahim perforasi (tembus/berlubang), cedera usus, perdarahan, atau kematian ibu. Tingkat komplikasi berkurang sebesar 20 sampai 40% dengan menggunakan Laminaria. Laminaria dimasukkan ke dalam leher rahim, bisa 1 saja atau bahkan sampai 6 batang pada kehamilan awal trimester 2.

Laminaria dibiarkan selama 3-24 jam. Semakin besar usia kehamilan, maka semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk proses pematangan leher rahim. Pasien bisa tetap bekerja di kantor tiga sampai empat jam sebelum dilakukan prosedur evakuasi isi rahim. Atau boleh pulang baru datang pada keesokan harinya untuk dilakukan evakuasi isi rahim.

Komplikasi pemasangan laminaria yang dapat terjadi berupa sulit melepaskan, masuk kedalam rahim, impactment (terjebak di dalam) di leher rahim, putus dari ujung ke ujung. Komplikasi2 ini jarang terjadi jika Laminaria dipasang secara benar dan hati-hati ditempatkan langsung di dalam leher rahim. Komplikasi lain termasuk kram pada saat pemasangan. Ada beberapa kasus yang dilaporkan terjadi reaksi alergi terhadap laminaria (anafilaksis) dan infeksi.

Prosedur D & C (Dilatation and Curretage)

Senin, 19 April 2010

D & C

Ini istilah yang kalau di obgyn sebetulnya sudah ngetop banget . Sedangkan buat GP sebagian mungkin masih ada yang belum tahu dan tentunya buat orang awam mungkin hanya sedikit sekali yang tahu. Ingat dulu pengalaman waktu bekerja di sebuah RS Swasta sebelumnya, waktu ada pertemuan rutin mingguan, istilah ini aku kemukakan malah gak ada yang tahu, yang lebih herannya lagi dokter2 seniornya disana kekeuh mengatakan nggak pernah dengar istilah ini dalam dunia kedokteran. Hih ego banget ni orang gak mau menerima kebenaran. Sampai seolah2 awak ini sepeti orang bodohlah. sengihnampakgigisengihnampakgigisengihnampakgigi

D & C adalah singkatan dari Dilatation and Curretage alias dalam bahasa ibu kita artinya Dilatasi dan Kuretase. Dilatasi : melebarkan liang/lubang sedangkan kuretase adalah tindakan mengeruk lapisan dinding dalam rahim (dalam konteks obgyn tentunya). Pelebaran dilakukan karena lubang rahimnya berada dalam kondisi tertutup dan agar alat kuretnya bisa masuk.

Ada dua alasan utama untuk melakukan D & C:
* Evakuasi : D & C dilakukan pada wanita hamil untuk membersihkan jaringan tersisa dalam rahim. Seperti pada kematian mudigah atau blighted ovum.
* Ginekologi : D& C adalah bagian dari investigasi pada wanita yang mengalami haid yang banyak, perdarahan di luar haid dll (mandatori dilakukan jika wanita berusia > 40 tahun.

Setelah atat saat keguguran, dokter kandungan akan memeriksa untuk melihat apakah ada jaringan sisa kehamilan di rahim. Biasanya dilakukan dengan USG. Evakuasi sisa konsepsi biasanya disarankan untuk menghindari perdarahan berat dan mencegah kemungkinan infeksi rahim.

Alternatif lain dari kuret adalah evakuasi medis dengan menggunakan obat yang menyebabkan rahim berkontraksi dan mengeluarkan sisa konsepsi dengan sendirinya. Tingkat keberhasilan evakuasi medis memang kurang efektif dibanding pendekatan bedah (kuret), tetapi merupakan pilihan alternatif bagi sebagian wanita.

Jika mengalami keguguran di tahap awal kehamilan, atau jika jumlah jaringan yang tersisa sedikit, maka D & C mungkin tidak diperlukan karena jaringan yang tersisa akan dikeluarkan pada periode haid yang akan datang.

D & C sering dilakukan dalam anestesi umum oleh seorang ahli anestesia. Ginekolog akan membuka/melebarkan (dilatasi) mulut rahim dengan instrumen yang disebut dilator, dan kemudian memasukkan berbentukkanul atau sendok kuret melalui leher rahim untuk mengevakuasi isi rahim dengan dihisap atau dikuret. Prosedur ini biasanya memakan waktu kurang dari lima menit.

Hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala berikut ini setelah D & C:
* Keluar darah dengan gumpalan besar atau perdarahan
* Sakit perut yang hebat pada bagian bawah perut
* Vagina berbau
* Suhu tinggi.

Kadang-kadang, karakter atau jumlah haid wanita bisa mengalami gangguan. Atau mungkin ada pendarahan atau bercak di antara periode haid atau saat berhubungan seksual. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh gangguan hormonal atau mungkin karena penyakit leher rahim atau uterus.

Pada wanita yang lebih tua, khususnya mereka yang mengalami pendarahan paska-menopause, mandatori (wajib) dilakukan D & C. Ginekolog akan mengikis (kuret) lapisan rahim untuk membuat diagnosis dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan patologi (PA) . Hanya sedikit perempuan di bawah usia 40 tahun membutuhkan prosedur ini karena penyakit di rahim jarang ada pada wanita muda.

Kuret ginekologi (kuret PA) dilakukan secara rawat jalan. Prosedurnya bisa tanpa anestesia. Sebuah tabung kecil (selebar sedotan yang sangat tipis) dimasukkan ke dalam rahim. Lalu dilakukan biopsi dari lapisan rahim. Biasanya akan terasa tidak nyaman , tapi akan segera hilang dalam hitungan detik.

Sampel yang diambil kemudian dikirim ke ahli patologi untuk pemeriksaan. Namun, D & C hanya menyediakan sejumlah informasi yang terbatas untuk itu dianjurkan pemeriksaan histeroskopi (meneropong bagian dalam rahim) serta prosedur biopsi. Prosedur ini juga dapat dilakukan tanpa anestesi umum.

Kadang-kadang D & C (dengan atau tanpa histeroskopi) dilakukan dengan anestesi umum. Hal ini biasanya dilakukan jika ginekolog mengantisipasi bahwa leher rahim akan sulit untuk melebarkan atau jika wanita sangat cemas atau permintaan pasien untuk anestesi umum.

D & C biasanya digunakan untuk membuat diagnosis, dan tidak digunakan untuk merawat masalah pendarahan, kecuali evakuasi darurat.

Setelah kuret, dianjurkan untuk istirahat. Dan perdarahan ringan masih akan terjadi paska D & C. Komplikasi tindakan ini jarang terjadi. Komplikasi bisa berupa :
1. Rahim tembus/berlobang ( perforasi) karena dinding rahim hamil sangat lembut.
2. Tidak bersih, (evakuasi tidak lengkap). dapat menimbulkan infeksi dan perdarahan lagi.
3. Risiko D & C pada wanita non-hamil lebih rendah.

Minggu, 27 Juli 2008

Kuret dengan Vakum


Vakum kuret merupakan tindakan kuret dengan mempergunakan sedotan udara (vakum). Ada dua jenis berdasarkan sumber udara vakumnya. 1. Vakum kuret dg mesin 2. Vakum kuret manual.

Untuk Vakum kuret mesin, kuret dikerjakan dengan memakai kanul kuret yang disambung ke mesin vakum medis (bukan vacum cleaner....lollollol). Mesin vakumnya kayak GINI dan kanule ya kayak GINI. Vakum yang kayak ginian biasanya dokter yang mengerjakannya.


Gambar2 AVM

Satu lagi tehnik vakum kuret adalah secara manual yang disebut Aspirasi Vakum Manual (=AVM). Ini diajarkan kepada dokter umum dan bidan didaerah dalam rangka menurunkan angka kematian akibat abortus. Hampir diseluruh negara2 yang masih under-developed atau developing country (KLIK DISINI dan DISINI)...tehnik ini diajarkan pada petugas kesehatan ujung tombak seperti bidan di desa. Yang sponsorin dulu (sekarang nggak tahu) namanya JNPKKR.


JARINGAN NASIONAL PELATIHAN KLINIK KESEHATAN REPRODUKSI

Pada AVM sumber penghasil vakumnya adalah sebuah spuit (tabung suntikan) berukuran besar yang kalau ditarik tangkainya akan menyebabkan udara bertekanan negatif didalam tabung spuit (vakum). Sedangkan kanul-nya tersedia dalam berbagai ukuran (lihat gambar diatas).

Prosedur pengerjaannya seperti kuret pada kuret vakum mesin. Syarat utamanya adalah ukuran kehamilan yang mengalami abortus 10 - 12 minggu (bahkan ada yang nyebut 14 minggu). Dibutuhkan juga keterampialn untuk melakukan bius lokal (bukan internasional...lollollol) yaitu paracervical block (bukan BLOG...). Klik tulisan merahnya kalau mau lihat gambarnya. Kira2 berani nggak ibu2 bidan di desa ngerjainnya?. Harus berani.......coolcoolcool

Mengenai harga alatnya cukup terjangkau : dibawah satu juta rupiah