Tampilkan postingan dengan label TUMOR JINAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUMOR JINAK. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2009

Kista Vagina ( Kista Gartner dan Kista Inklusi)

Kista vagina adalah suatu kantong tertutup pada dinding atau bagian bawah dinding vagina yang berisi cairan atau bahan semi padat. Kista terjadi akibat tersumbatnya kelenjar atau salurannya sehingga cairan terkumpul di dalamnya.

Kista di vagina biasanya tidak nyeri. Ukurannya bervariasi mulai dari seukuran kacang sampai seukuran buah plum. Sedangkan Kista inklusi terjadi akibat trauma seperti akibat tindakan operasi.

Gambar Kista inklusi vagina: KLIK DI SINI

Kista Gartner merupakan salah satu kista di vagina. Kista ini berasal dari sisa saluran saat janin dalam perkembangan yang awalnya membesar kemudian menghilang. Tetapi kadang-kadang kista ini lumayan membesar sehingga terlihat dari luar vagina.

Gambar lokasi Kista Gardner: KLIK DI SINI.

Kista vagina biasanya tidak bergejala. Jika bergejala, maka gejalanya hanya berupa pembengkakan kecil di dinding vagina, massa tumor keluar dari liang vagina atau nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Kista vagina kadang hilang dengan sendirinya. Jika tidak hilang, maka perlu dilakukan tindakan operasi untuk membuangnya. Setelah operasi maka kista biasanya tidak akan kambuh.

Kista ini sering ditemukan secara tidak sengaja saat dilakukan pemeriksaan panggul, dimana terlihat atau teraba adanya tumor di dinding vagina. Biasanya dilakukan biopsi untuk menentukan apakah tumor jinak atau ganas. Malah jika lokasi kista dekat dengan kandung kemih atau salurannya, maka dilakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kedua organ tersebut tidak terkena.

Sumber: http://www.mamashealth.com/

Kamis, 18 Juni 2009

Kista Ovarium

Secara normal sering terjadi kista (kantong yang berisi cairan) dengan ukuran yang kecil pada kedua indung telur. Pada umumnya kista ini tidak mengganggu dan akan hilang dengan sendirinya. Tetapi pada kasus2 kista lainnya bisa menyebabkan masalah dan perlu diobati.

Salah satu indung telur secara normal akan menghasilkan sel telur setiap bulannya. Sel telur ini berada dalam suatu kantong yang disebut dengan folikel, tumbuh didalam indung telur. Pada hari ke 5 siklus mens, hormon estrogen menstimulasi lapisan bagian dalam rahim (endometrium) untuk tumbuh dan menebal, persiapan akan kemungkinan adanya kehamilan. Sekitar hari ke 14 sel telur dikeluarkan / dilepaskan dari indung telur, proses ini dinamakan ovulasi.

Sel telur yang dihasilkan akan bergerak ke arah saluran telur ( tuba fallopi) yang selanjutnya akan dibuahi oleh sperma, proses ini dinamakan konsepsi. Setelah ovulasi folikel yang kosong tadi menjadi korpus luteum, yang tetap bertahan sampai priode mens berikutnya. Korpus luteum berfungsi mempersiapkan endometrium agar siap untuk menerima sel hasil konsepsi tadi.

Kista Ovarium cukup sering dialami wanita disaat usia reproduksinya. Kista bisa bervariasi ukurannya serta terdapat berbagai macam jenis kista ovarium. Kebanyakan kista jinak (bukan kanker), sementara sebagian kecil lainnya bisa berupa kista yang ganas (kanker), sehingga semua bentuk kista harus diperiksakan ke dokter.

Kista Fungsional
Ini merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak ditemukan. Asalnya dari dari sel telur dan korpus luteum. Sehingga dikenal 2 jenis kista ini yaitu Kista Folikel (klik untuk lihat gambar kista) dan Kista korpus luteum. Kedua jenis kista ini biasanya tidak menimbulkan gejala. Biasanya akan hilang sendiri dalam 6–8 minggu.

Kista Dermoid
Kista jenis ini mengandung berbagai jenis bagian tubuh seperti kulit, kuku, rambut, gigi dan lemak. Bisa ditemukan pada kedua2 bagian indung telur. Kista Dermoid biasanya kecil dan tidak menyebabkan gejala, kecuali kistanya membesar.

Cystadenoma
Adalah kista yang asalnya dari sel bagian luar indung telur. Biasanya jinak, bisa tumbuh menjadi sangat besar dan bisa menimbulkan nyeri.

Kista Hemorrhagia
Merupakan jenis kista fungsional yang mengalami perdarahan didalamnya. Sehingga menimbulkan nyeri pada salah satu sisi perut bagian bawah.

Kista Coklat (Endometrioma)
Endometrioma adalah kista yang berasal dari jaringan endometrium yang ada di indung telur (endometrium yang tidak pada tempatnya). Jaringan ini mengikut pola endometrium yang ada didalam rahim, sehingga tiap bulannya ikut menghasilkan darah haid. Karena tindakan ada akses keluar, makanya terus numpuk didalam indung telur dan menjadi kista. Sehingga dikenal juga dengan istilah Kista Coklat (berisi darah yang warnanya coklat kehitaman)

Kista ovarium yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala. Sampai ukuran tertentu bisa menyebabkan kista torsi (terpuntir), perdarahan atau pun pecah. Ketiga even ini akan menimbulkan gejala nyeri perut yang hebat (akut abdomen) dan memerlukan tindakan pembedahan segera (emergensi).

Kista yang besar, akan membuat penderitanya mengalami pembesaran perut serta mengalami gejala2 penekanan ke organ2 sekitarnya. Menekan usus akan membuat jadi susah nge-pup, menekan ginjal (saluran kencing) menyebabkan gangguan pipis dan gangguan ginjal.

Sebagian kista bisa berupa keganasan (kanker) terutama pada usia yang sangat muda (anak2) atau usia diatas 40 tahun ( jarang keganasan pada wanita muda). Pada tahap awal kanker indung telur tidak memberikan gejala apa2.

Berikut gejala kanker indung telur :
  • Gangguan pencernaan yang persisten, kembung atau mual
  • Perubahan kebiasaan pup (bowel habit), seperti adanya konstipasi
  • Perubahan berkemih, termasuk berkemih yang sering
  • Hilang nafsu makan, atau cepat kenyang (perut terasa penuh)
  • Pembesaran perut (celana pada sempit)
  • Nyeri saat senggama (dyspareunia)
  • Selalu kurang tenaga
  • Nyeri tulang punggung bawah (Low back pain)
  • Perubahan menstruasi

  • Kista ovarium sering ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan rutin. Jika terdeteksi, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan2: ultrasonografi, laparoskopi, pemeriksaan darah (tumor marker = penanda tumor),

    Jika kistanya tidak menimbulkan gejala, biasanya cuma dimonitor 1-2 bulan, karena jika kista fungsional, akan hilang dengan sendirinya setelah 1 atau 2 siklus haid. Jika kistanya membesar, maka dilakukan tindakan pembedahan. Jenis dan luasnya pembedahan tergantung beberapa faktor: ukuran dan jenis kista, usia, gejala dan keinginan memiliki anak.

    Kadang2 kista dapat diangkat tanpa mengangkat indung telur tindakannya disebut kistektomi. Jika diangkat seluruh indung telurnya (karena rusak akibat pembesaran kista) maka tindakannya disebut oophorektomi atau ovarektomi. Buat kanker, setelah pembedahan biasanya diberikan pengobatan kimia (kemoterapi). Penentuan keganasan tetap harus berdasarkan pemeriksaan Patologi (PA).

    Sabtu, 01 November 2008

    Mioma uteri

    Mioma uteri sesuai dengan namanya adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim aka fibromioma, leiomioma, ataupun fbroid.

    Gejala sangat tergantung lokasi, besarnya, perubahan dan komplikasi yang terjadi. Gejala umumnya hipermenore, menoragi dan dapat juga terjadi metroragi. Rasa nyeri karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma, yang disertai nekrosis setempat dan peradangan.

    Penekanan pada kandung kemih menyebabkan poliuri, pada uretra, menyebabkan retensio urine, pada ureter menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis, pada rectum menyebabkan obstipasi dan tenesmia, pembuluh darah dan pembuluh limfe di panggul dapat menyebabkanedema tungkai dan nyeri panggul.

    mioma

    Infertilitas dapat terjadi apabila sarang mioma menutup atau menekan pars interstisialis tuba, sedangkan mioma submuksum juga memudahkan terjadinya abortus oleh karena distorsi rongga uterus. Maka merupakan suatu indikasi dilakukan miomektomi.

    Mioma uteri dapat mempengaruhi kehamilan, misalnya menyebabkan infertilititas ; resiko terjadinya abortus bertambah, letak janin menghalangi kemajuan persalinan menyebabkan inersia sehingga menyebabkan perdarahan pasca persalinan menyebabkan perdarahan pasca persalinan menyebabkan plasenta sukar lepas dari dasarnya dan mengganggu proses involusi dalam nifas.

    Menurut letaknya: submukosa (dibawah endometrium), intramural (dalam dinding rahim)dan subserosum (tumbuh keluar dinding rahim). Jarang sekali ditemukan satu macam mioma saja dalam satu uterus. Jarang sekali mioma ditemukan pada wanita berumur 20 tahun, paling banyak pada umur 35-45 tahun (kurang lebih 25%). Pertumbuhan mioma diperkirakan memerlukan waktu 3 tahun agar dapat mencapai ukuran sebesar tinju. Setelah menopause mioma akan mengecil.

    Kehamilan menimbulkan perubahan pada mioma uteri : membesar karena pengaruh estrogen, degenerasi merah dan torsi (puntiran) jika miomanya bertangkai.

    Keluhan pasien dengan mioma biasanya adanya rasa berat dan benjolan pada perut bagian bahwa. Hasil pemeriksaan mengungkapkan tumor padat uterus. Mioma intramural akan menyebabkan kavum uteri menjadi luas. Mioma submukosum kadang kala dapat teraba dengan jari yang dimasukkan ke dalam liang servik dan terasanya benjolan pada permukaan rongga rahim.

    Tidak semua mioma uteri memerlukan pengobatan bedah, 55% dari semua mioma uteri tidak membutuhkan suatu pengobatan dalam bentuk apapun, memerlukan pengamatan setiap 3-6 bulan. Menopause dapat terhenti pertumbuhannya atau menjadi lisut. GnRH (seperti Tapros) juga dapat dipakai untuk mengobati mioma.

    Miomektomi (operasi pengangkatan mioma) dapat dikerjakan misalnya pada mioma submukosum yang keluar lewat linag vagina dengan cara memuntirnya, 25-35 % masih memerlukan histerektomi (operasi angkat rahim). Kadang dibutuhkan radioterapi (penyinaran sinar X) agar ovarium tidak berfungsi lagi umumnya hanya dikerjakan kalau terdapat kontra indikasi untuk tindakan operasi.

    Sumber: bahan kulaih

    Selasa, 09 September 2008

    FAM = Fibroadenoma Mammae

    Barusan buka email dari seorang ibu di Cirebon yang mengeluhkan tentang adanya benjolan/tumor di payudaranya, yang setelah di biopsi oleh dokter bedah katanya tumor jinak, lalu diberi terapi hormon tetapi masih merasakan nyeri. Kalau dikira2in kemungkinan tumornya adalah FAM.

    FAM adalah tumor jinak payudara yang sesuai dengan namanya berasal dari fibro=jaringan ikat dan adenoma=jaringan kelenjar. Bisa tunggal, beberapa atau dalam bentuk berkelompok (kompleks). Penyebabnya tidak diketahui pasti, diduga ada pengaruh hormon estrogen.

    Ukuran FAM berkisar 1-5 cm. Ada yang sampai 15 cm namanya Giant FAM. Seperti sama2 kita ketahui wanita dapat mendeteksi sendiri benjolan di payudaranya dengan tehnik pemeriksaan sendiri (SADARI). Jika menemukan benjolan, lakukan pemeriksaan. Bisa dengan USG biasa atau dengan mammogram. Selanjutnya dokter akan melakukan biopsi untuk memastikannya.

    Mengingat FAM bersifat jinak, jika ukjurannya kecil, tidak nyeri, ukuran tidak berubah dan hasil biopsi nggak masalah, maka tidak dibutuhkan tindakan operasi apapun, cukup di pantau dengan USG secara berkala. Tetapi jika besar (ukuran melebihi 3 cm), terasa nyeri dan bertambah besar serta hasil biopsi atipik (sel2nya sangat aktif) maka sebaiknya dilakukan pengangkatan FAM. Dianjurkan juga pengangkatan FAM apapun jenisnya pada wanita yang berusia lebih dari 40 tahun.


    Video Operasi FAM


    Video Sadari