Tampilkan postingan dengan label KELAINAN GINEKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELAINAN GINEKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Februari 2011

Adenomiosis

Adenomiosis adalah suatu keadaan dimana jaringan endometrium yang merupakan lapisan bagian dalam rahim, ada dan tumbuh di dalam dinding (otot) rahim. Biasanya terjadi di akhir2 masa usai subur dan pada wanita yang telah melahirkan.

Adenomiosis tidak sama dengan endometriosis (suatu kondisi dimana endometrium tumbuh di luar rahim, namun wanita dengan adenomiosis sering juga ada endometriosis. Penyebab adenomiosis masih belum diketahui pasti, hormon estrogen mempengaruhi pertumbuhannya dan kelainan ini akan hilang setelah menopause. Pengobatan utamanya adalah histerektomi (operasi pengangkatan rahim).

Pada sebagian kecil wanita, adenomiosis tidak menimbulkan gejala atau hanya gejala nyeri ringan. Gejalanya berupa:

* Haid yang banyak dan lama.
* Nyeri haid(dismenorrhea)rasanya seperti di tusuk2.
* Kram rahim saat haid
* Nyeri saat ML
* Perdarahan diantara 2 siklus haid
* Haid dengan bekuan darah

Ukuran rahim membesar 2 atau 3 kali lipat ukuran normal.
Penyebab tidak diketahui pasti, ada beberapa teori diduga sebagai penyebabnya:

1.Jaringan endometrium yang menyusup ke dinding rahim.
Ini terjadi contohnya saat dilakukan operasi cesar, sel endometrium menyusup ke dinding rahim, lalu tumbuh dan berkembang disana.

2. Teori Pertumbuhan.
Diyakini sejak awal, jaringan endometrium ini memang sudah ada saat janin mulai tumbuh.

3. Peradangan rahim akibat proses persalinan.
Teori ini menyatakan ada hubungan antara adenomiosis dan proses persalinan. Proses deklamasi endometrium pada periode paska persalinan bisa menyebabkan pecahnya/putusya ikatan sel pada endometrium.

Dari teori diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa faktor risiko terkena adenomiosis adalah persalinan baik cesar maupun normal.
Walaupun tidak berbahaya, nyeri dan perdarahan berlebihan yang ditimbulkannya bisa menggangu aktifitas sehari-hari. Bahkan jika nyeri berulang@ dapat menyebabkan gangguan psikologi pada penderita seperti depresi, sensi, gelisah, marah dan rasa tidak berdaya. Dalam hal2 seperti ini perlu segera cari pertolongan dokter. Perdarahan yang banyak dalam waktu yang lama akan menyebabkan anemia

Diagnosis adenomiosis didasarkan pada gejala dan tanda yang timbul, pemeriksaan panggul, dan pemeriksaan penunjang seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Kadang juga dilakukan biopsi (pengambilan sampel) endometrium guna menyingkirkan hal-hal serius sebagai penyebab perdarahan seperti adanya keganasan (terutama jika usia sudah 40 tahun keatas). Memastikan diagnosis hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan di bawah mikroskop pada jaringan rahim yang sudah diangkat melalui operasi histerektomi.

Ada beberapa kondisi atau penyakit yang gejalanya mirip adenomiosis seperti mioma rahim, endometriosis dan polyp endometrium.
Adenomiosis biasanya sembuh sendiri saat menopause, sehingga pilihan pengobatan tergantung masih lama tidaknya menopasue.

Pilihan pengobatan:
1. Obat2 anti-peradangan (anti-inflamasi).
Jika usia mendekati menopause, maka bisa saja pengobatannya berupa obat2 anti-inflamasi yang disamping menghilangkan nyeri juga memiliki efek anti-perdarahan seperti sama mefenamat, ibuprofen dll. Obat dimakan 2-3 hari menjelang haid muncul dan dilanjutkan sampai haid selesai.

2.Pengobatan Hormon.
Bisa dengan memakai pil kombinasi estrogen-progestin daat mengurangi perdarahan dan nyeri yang timbul. Dengan Progestin saja seperti suntik 3 bulan atau IUS yang mengandung progestin akan sering akan menyebabkan tidak datang haid (amenorhea, sehingga otomatis tidak akan ada nyeri dan darah.

3.Pengangkatan rahim (Histerektomi).
Jika nyerinya luar biasa hebat dan perdarahannya banyak, serta usia menopause masih lama, maka bisa dipilih histerektomi.

Minggu, 30 Januari 2011

Sindroma Hiperstimulasi Ovarium

Sindroma hiperstimulasi ovarium (SHSO) biasanya terjadi sebagai akibat pemberian obat hormonal : gonadotropin - hormon ini berfungsi untuk merangsang produksi telur di ovarium . Obat ini sebetulnya dipakai sebagai obat untuk menyuburkan pada kasus dimana ovulasi tidak teratur atau infertilitas. Pada sindrom hiperstimulasi ovarium, ovarium menjadi bengkak dan nyeri.

Sekitar seperempat wanita yang menggunakan gonadotropin akan mengalami hiperstimulasi yang ringan, yang akan hilang dengan sendirinya setelah satu minggu. Jika wanita menjadi hamil setelah mendapatkan salah satu obat kesuburan, maka gejala-gejala sindroma hiperstimulasi ovarium dapat berlangsung beberapa minggu. Sekitar kurang dari 2 persen wanita yang mendapatkan obat kesuburan akan mendapatkan SHSO yang parah, gejalanya berupa kenaikan berat badan yang cepat, sakit perut, muntah dan sesak napas.

Pada umumnya, gejala SHSO mulai terasa 3 sampai 10 hari setelah pemberian obat penyubur untuk merangsang ovulasi. Tingkat keparahan gejala SHSO bervariasi, dan gejala dapat memburuk atau membaik dari waktu ke waktu.

Gejala SHSO ringan : sakit perut hilang timbul, perut kembung, mual, muntah, diare dan ovarium membengkak.

Gejala yang lebih berat : kenaikan berat badan yang cepat (seperti kenaikan 5 sampai 10 kilogram dalam satu - dua hari), sakit perut, mual, muntah yang parah, frekuensi pipis menurun, warna pipis menjadi gelap, sesak nafas dan perut membesar dan pusing.

SHSO timbul setelah mendapat obat kesuburan yang kerjanya langsung merangsang ovarium untuk memproduksi sel telur lebih banyak. Pengobatan ini, dikenal dengan istilah stimulasi ovarium terkontrol, yang lebih sering menyebabkan gejala hiperstimulasi ovarium daripada cara-cara yang lebih umum untuk merangsang ovulasi yaitu dengan pemberian clomifen ( seperti Clomid, Serophene dll) yang mana obat ini bekerja lewat kelenjar di otak (pituitari).

Obat-obatan hormonal yang menyebabkan SHSO disebut gonadotropin. Isinya bisa berupa:
1.Folikel-stimulating hormone (FSH), yang merangsang pembentukan kista multipel yang berisi cairan (folikel).
2.Luteinizing Hormone (LH), yang mendukung kematangan telur dan memicu ovulasi
3.Human menopause gonadotropin (HMG), yang mengandung baik LH dan FSH
4.Human chorionic gonadotropin (HCG), yang menyebabkan lonjakan kadar LH (LH surge), dalam siklus alami, sehingga menyebabkan folikel yang matang untuk lepas dari ovarium.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko SHSO adalah :
1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
2. Jumlah folikel banyak
3. Usia Muda
4. Berat badan rendah (kurus)
5. Tinggi atau tajamnya tingkat kenaikan estradiol (estrogen) sebelum suntikan HCG
6. Pernah terkena SHSO sebelumnya

Wanita muda dengan sindrom ovarium polikistik (SOPK) berisiko tinggi untuk terkena SHSO. Ada faktor-faktor risiko tidak menjamin akan mendapatkan SHSO, dan kadang-kadang sindrom terjadi tanpa faktor risiko.

Komplikasi SHSO yang berat dapat berupa:
* Cairan bebas dalam perut (asites) dan kadang-kadang pada dada
* Gangguan elektrolit (natrium, kalium, lain-lain)
* Gumpalan darah di pembuluh besar, biasanya di kaki
* Gagal ginjal.
* Indung telur mengalami torsi (terpuntir).
* Pecahnya kista di ovarium, yang dapat mengakibatkan pendarahan serius
* Gangguan pernafasan (Sindroma gangguan pernapasan)

Beberapa komplikasi ini dapat mengancam nyawa, tetapi SHSO jarang yang fatal. SHSO yang berat dapat meningkatkan risiko keguguran, baik langsung atau tidak langsung.

Diagnosis sindrom hiperstimulasi ovarium didasarkan pada gejala bukan pada tes apapun. Selama pengobatan dengan obat kesuburan, dokter secara teratur akan mengevaluasi ovarium. Sindrom akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu, atau agak lama jika sedang hamil. Pengobatan ditujukan untuk membuat penderita nyaman, menurunkan aktivitas ovarium dan menghindari komplikasi.

SHSO RINGAN
Untuk gejala ringan:
* Diberikan obat penghilang rasa sakit guna mengurangi ketidak-nyamanan di perut, seperti acetaminophen atau ibuprofen.
* Hindari hubungan seksual, karena mungkin akan menyakitkan dan dapat menyebabkan kista di indung telur pecah.
* Timbang badan setiap hari, dan beritahu dokter jika terjadi kenaikan berat badan yang cepat atau tidak biasa.

SHSO Moderat
Jika gejala memburuk dengan cepat atau lebih lama dari seminggu, hubungi dokter.

Pengobatan untuk SHSO yang berat bisa berupa:
* Obat anti-mual dan atau obat penghilang rasa sakit.
* Menimbang berat badan setiap hari dan mengukur lingkar perut. Catat setiap perubahan
* Mengukur jumlah urin setiap hari
* Cek ke dokter untuk dilakukan tes darah untuk memantau adanya dehidrasi (kurang cairan), ketidakseimbangan elektrolit dan masalah lain
* Minum cairan dalam jumlah besar, seperti minuman olahraga yang mengandung elektrolit dan larutan karbohidrat
* Kalau sampai ada asites, maka bisa dilakukan penyedotan cairan (oleh dokter)
* Memakai stoking pendukung untuk mencegah trombosis di kaki (penggumpalan darah)

SHSO yang parah
Harus rawat di RS, untuk dilakukan pemantauan ketat.

Kamis, 04 Maret 2010

Kista Nabothi

Kista Nabothi adalah kista kecil yang ditemukan pada permukaan leher rahim  yang isinya adalah lendir serviks (mukus). Diameternya berkisar antara 2 - 10 millimeter, dan kandungan mukusnya bisa berwarna kuning pucat sampai kecoklatan.

Dalam kebanyakan kasus, kista nabothi terjadi ketika jaringan baru tumbuh pada leher rahim setelah proses melahirkan. Jaringan baru ini akan menyumbat muara kelenjar nabothi, sehingga terjadi penumpukan sekresi mukosa dalam kantong kelenjar.



Kista nabothi biasa ditemukan pada permukaan leher rahim wanita yang telah memiliki anak dan pada wanita menopause (akibat penipisan lapisan permukaan serviks). Kadang-kadang kista ini terjadi akibat radang kronik serviks.

Kista Nabothi disebut juga folikel nabothi, kista inklusi epitel, atau kista retensi musinosa. Kista Nabothi tidak menimbulkan gejala apapun kecuali jika mereka menjadi sangat besar.

Dalam kebanyakan kasus, kista ini ditemukan dalam pemeriksaan kebidanan rutin. Jika ditemukan maka selanjutnya biasanya dilakukan pemeriksaan Kolposkopi untuk melihat lebih jelas permukaan leher rahim. Selanjutnya jika kelihatannya tidak normal maka akan dilakukan biopsi untuk dilakukan pemeriksaan patologi anatomi (PA).

Kista Nabothi biasanya berlangsung lama. Seiring waktu, beberapa kista dapat menjadi lebih besar. Karena kista nabothi dianggap normal, maka tidak perlu untuk dilakukan pencegahan. Tidak ada perawatan yang diperlukan. Namun, dalam beberapa kasus, ginekolog dapat memilih untuk menghilangkannya dengan salah satu dari 2 cara berikut:

* Elektrokauter, menggunakan probe yang dipanaskan untuk menghancurkan kista
* Cryotherapy, menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan menghilangkan kista.

Rabu, 03 Februari 2010

Hydrosalpinx (= hidrosalfing)

Hydrosalpinx adalah kondisi dimana terjadi sumbatan pada saluran telur wanita (tuba fallopii) dan terisi cairan (hidro). Melebarnya tuba akibat cairan ini bisa bervariasi dalam ukuran tergantung jumlah cairan yang ada. Diagnosis dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain USG, laparoslopi, atau dengan Histerosalfingografi (HSG).

Gambaran HSG pada hydrosalpinx









Gambaran USG pada Hydrosalpinx









Gambaran Laparoskopi pada hydrosalpinx








Penyebab :
  • Gonorrhea - Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
  • Chlamydia - Penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri, Chlamydia trachomatis, yang dapat merusak organ reproduksi wanita.
  • Penyakit menular seksual lainnya
  • Kehamilan
  • Melakukan aborsi dll
Wanita dengan kerusakan kedua tuba dan ada hydrosalpinx biasa infertil dan membutuhkan pembedahan tuba, seperti neosalpingostomy, ataupun proses bayi tabung (in vitro fertilization= IVF) untuk bisa hamil.

Hydrosalpinx dan angka kesuksesan IVF
Jika IVF dilakukan pada wanita dengan hydrosalpinx maka angka keberhasilannya akan lebih rendah dibanding dengan wanita tanpa hydrosalpinx. Bahkan angkanya bisa lebih rendah pada hydrosakpinx pada kebua tuba dibanding satu tuba saja.

Umumnya penelitian mendapatkan rendahnya angka keberhsailan IVF pada wanita dengan hydrosalpinx, tetapi tidak semuanya setuju bahwa hydrosalpinx menyebabkan menurunnya angka keberhasilan IVF. Secara umum didapatkan penurunan 20-30% pada wanita dengan hydrosalpinx.

Diduga cairan dari hydrosalpinx masuk ke rahim. Dipercayai cairan ini memiliki efek toksik pada lapisan dalam rahim (endometrium) , atau langsung meracuni embryo (bakal bayi), atau keduanya sehingga janin gak bisa tumbuh dan juga diduga adanya efek "flushing" dari cairan ini, sehingga embryo yang sempat menempel dengan erat akan "hanyut" dan tidak bisa menanamkan dirinya.

Penelitian memperlihatkan bahwa dengan melakukan pembedahan pada saluran tuba yang rusak ini mala angka keberhasilan IVF (bayi tabung) akan meningkat. Cara lain apabila tuba sulit diangkat adalah dengan memisahkannya dari rahim (tanpa diangkat)

Operasi dulu baru IVF
Akan meningkatkan angka kesuksesan IVF, tetapi pembedahan tentu saja ada risko dan komplikasinya , IVF ditunda sampai pembedahan dilakukan.

ATAU

Langsung IVF, tanpa pebedahan
Menurunkan sedikit angka kesuksesan IVF, tetapi terhindar dari operasi dan bisa segera langsung program IVF tanpa penundaan.

Diskusikan pilihan dengan dokternya

Sabtu, 05 Desember 2009

Kandung kemih turun (Sistokel)

Sistokel adalah kelainan yang mirip hernia pada wanita yang terjadi jika dinding antara kandung kemih dan vagina menjadi lemah, sehingga menyebabkan kandung kemih menonjol ke arah liang vagina. Selain perasaan tidak nyaman, kelainan ini juga menimbulkan 2 masalah dalam berkemih yaitu pertama kebocoran pipis (tidak mampu menahan pipis, terutama saat bersin, batuk dll) yang kedua tidak mampu mengosongkan pipis secara sempurna.

KLIK UNTUK LIHAT GAMBAR SISTOKEL
Gambar 1, Gambar 2, Gambar 3 dan Gambar 4

Derajat Sistokel
I RINGAN- kandung kemih hanya menonjol sedikit ke liang vagina.
II SEDANG - penonjolan kandung kemih sudah melorot/turun sampai ke liang vagina.
III
BERAT- penonjolan kandung kemih sampai keluar dari liang vagina.

Sistokel bisa disebabkan oleh aktifitas2 seperti: sering mengangkat yang berat, mengedan saat persalinan, pup yang keras (ngeden2) secara alami terjadi akibat rendahnya hormon estrogen saat setelah menopause.

Disamping pemeriksaan memperlihatkan adanya tonjolan kandung kemih ke liang, prosedur diagnostik untuk sisitokel dapat berupa: sisto-urethro-gram (juga disebut voiding sistogram). Prosedur ini merupakan pemeriksaan x-ray kandung kemih saat pipis, dan saluran kemih serta kandung kemih sedang terisi dengan zat kontras sehingga akan terlihat bentuk kandung kemih dan sumbatan di saluran kemih. Pengobatan sistokel yang spesifik tergantung pada: usia, kondisi kesehatan umum, luasnya penyakit, toleransi terhadap pengobatan/prosedur terapi.

Pengobatan bisa berupa:

  • Modifikasi aktifitas (seperti hindari angkat yang berat-berat atau mengedan yang dapat menyebabkan sistokel atau memperburuk sistokel yang sudah ada)
  • Pesarium - alat yang di tempatkan pada vagina untuk menahan kandung kemih pada tempatnya. KLIK INI
  • Pembedahan yang disebut KOLPORAPI ANTERIOR (Gambar operasi sistokel : Kolporapi anterior KLIK INI) . Dilakukan pengencangan kembali dinding vagina bagian depan dan mengembalikan kandung kemih ke posisi yang normal.
  • Terapi sulih hormon (estrogen), bisa membantu memperkuat otot2 sekitar vagina dan kandung kemih. Terapi hormon ini harus mempertimbangkan secara seksama untung-ruginya.


VIDEO REPARASI SISTOKEL DENGAN LAPAROSKOPI (PARAVAGINAL)


Senin, 09 November 2009

Rektokel

Rektokel terjadi jika lapisan jaringan ikat (fascia) yang memisahkan rektum dan vagina menjadi lemah, sehingga dinding depan rektum menonjol ke dalam vagina. Sering diakibatkan oleh proses persalinan (berulang-ulang). Biasanya rektokel terjadi di usia menopause, ketika estrogen yang dalam hal ini berfungsi menjaga kekuatan jaringan panggul kuat, jumlahnya menurun drastis.

Gambar Rektokel (KLIK) atau KLIK INI

Rektokel yang kecil biasanya tidak memperlihatkan tanda-tanda dan gejala-gejala. Jika ukurannya besar, bisa menimbulkan tonjolan ke dinding vagina sehingga terlihat dari liang vagina . Sering menimbulkan ketidaknyamanan tetapi tidak nyeri.

Banyak kasus rektokel sering diikuti dengan kelainan lain seperti Sistoke (penonjolan kandung kemih ke vagina), Enterokel (Usus halus menonjol ke vagina) serta prolapsus uteri (turunnya peranakan ke rongga vagina).

Kehamilan dan persalinan merupakan penyebab tersering rektokel. Hal ini karena otot serta penyangga vagina lainnya menjadi teregang dan lemah saat kehamilan dan persalinan. Sehingga semakin banyak melahirkan, maka semakin besar risiko terjadinya rektokel.

Sebab lain selain dari persalinan adalah semua aktifitas yang bisa meningkatkan tekanan pada dasar panggul seperti: sembelit yang kronis, batuk kronis, sering mengangkat beban berat dan kegemukan (obesitas)

Pemeriksaan dilakukan di rektum dan vagina, saat pemeriksaan pasien disuruh mengedan seperti saat nge-pup. Hal ini akan membuat rektokel menonjol ke dinding vagina. Sedangkan untuk memeriksa kekuatan otot panggul, pasien disuruh melakukan gerakan mengeluarkan dan menahan pipis.

Selanjutnya jika ditemukan rektokel maka dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan X-ray atau MRI untuk menentukan ukuran rektokel dan seberapa efisiennya pengosongan rahim (defekografi).

Pengobatan tergantung pada berat-ringannya rektokel. Jika ringan dan tidak ada gejala, maka tidak diperlukan pengobatan, cuma perlu dilakukan latihan/senam Kegel untuk memperkuat otot-otot dasar panggul.

Jika hal tersebut tidak membantu, maka ada pilihan lainnya berupa pemakaian pesarium atau tindakan pembedahan. Tindakan pembedahan berupa memperbaiki kelemahan jaringan ikat antara rektum dan vagina . Pada kebanyakan kasus, pembedahan berupa penguatan dengan jahitan atau dengan "mesh". Salah satu jenis operasinya adalah KOLPORAPI.

Gambar prosedur operasi KOLPORAPI (KLIK)

Gambar Pesarium (KLIK)

Video Operasi Kolporapi posterior (KLIK)

Video Operasi Prolapsus uteri (peranakan turun)


Sumber: Mayoclinic

Kista Vagina ( Kista Gartner dan Kista Inklusi)

Kista vagina adalah suatu kantong tertutup pada dinding atau bagian bawah dinding vagina yang berisi cairan atau bahan semi padat. Kista terjadi akibat tersumbatnya kelenjar atau salurannya sehingga cairan terkumpul di dalamnya.

Kista di vagina biasanya tidak nyeri. Ukurannya bervariasi mulai dari seukuran kacang sampai seukuran buah plum. Sedangkan Kista inklusi terjadi akibat trauma seperti akibat tindakan operasi.

Gambar Kista inklusi vagina: KLIK DI SINI

Kista Gartner merupakan salah satu kista di vagina. Kista ini berasal dari sisa saluran saat janin dalam perkembangan yang awalnya membesar kemudian menghilang. Tetapi kadang-kadang kista ini lumayan membesar sehingga terlihat dari luar vagina.

Gambar lokasi Kista Gardner: KLIK DI SINI.

Kista vagina biasanya tidak bergejala. Jika bergejala, maka gejalanya hanya berupa pembengkakan kecil di dinding vagina, massa tumor keluar dari liang vagina atau nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Kista vagina kadang hilang dengan sendirinya. Jika tidak hilang, maka perlu dilakukan tindakan operasi untuk membuangnya. Setelah operasi maka kista biasanya tidak akan kambuh.

Kista ini sering ditemukan secara tidak sengaja saat dilakukan pemeriksaan panggul, dimana terlihat atau teraba adanya tumor di dinding vagina. Biasanya dilakukan biopsi untuk menentukan apakah tumor jinak atau ganas. Malah jika lokasi kista dekat dengan kandung kemih atau salurannya, maka dilakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kedua organ tersebut tidak terkena.

Sumber: http://www.mamashealth.com/

Kamis, 18 Juni 2009

Kista Ovarium

Secara normal sering terjadi kista (kantong yang berisi cairan) dengan ukuran yang kecil pada kedua indung telur. Pada umumnya kista ini tidak mengganggu dan akan hilang dengan sendirinya. Tetapi pada kasus2 kista lainnya bisa menyebabkan masalah dan perlu diobati.

Salah satu indung telur secara normal akan menghasilkan sel telur setiap bulannya. Sel telur ini berada dalam suatu kantong yang disebut dengan folikel, tumbuh didalam indung telur. Pada hari ke 5 siklus mens, hormon estrogen menstimulasi lapisan bagian dalam rahim (endometrium) untuk tumbuh dan menebal, persiapan akan kemungkinan adanya kehamilan. Sekitar hari ke 14 sel telur dikeluarkan / dilepaskan dari indung telur, proses ini dinamakan ovulasi.

Sel telur yang dihasilkan akan bergerak ke arah saluran telur ( tuba fallopi) yang selanjutnya akan dibuahi oleh sperma, proses ini dinamakan konsepsi. Setelah ovulasi folikel yang kosong tadi menjadi korpus luteum, yang tetap bertahan sampai priode mens berikutnya. Korpus luteum berfungsi mempersiapkan endometrium agar siap untuk menerima sel hasil konsepsi tadi.

Kista Ovarium cukup sering dialami wanita disaat usia reproduksinya. Kista bisa bervariasi ukurannya serta terdapat berbagai macam jenis kista ovarium. Kebanyakan kista jinak (bukan kanker), sementara sebagian kecil lainnya bisa berupa kista yang ganas (kanker), sehingga semua bentuk kista harus diperiksakan ke dokter.

Kista Fungsional
Ini merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak ditemukan. Asalnya dari dari sel telur dan korpus luteum. Sehingga dikenal 2 jenis kista ini yaitu Kista Folikel (klik untuk lihat gambar kista) dan Kista korpus luteum. Kedua jenis kista ini biasanya tidak menimbulkan gejala. Biasanya akan hilang sendiri dalam 6–8 minggu.

Kista Dermoid
Kista jenis ini mengandung berbagai jenis bagian tubuh seperti kulit, kuku, rambut, gigi dan lemak. Bisa ditemukan pada kedua2 bagian indung telur. Kista Dermoid biasanya kecil dan tidak menyebabkan gejala, kecuali kistanya membesar.

Cystadenoma
Adalah kista yang asalnya dari sel bagian luar indung telur. Biasanya jinak, bisa tumbuh menjadi sangat besar dan bisa menimbulkan nyeri.

Kista Hemorrhagia
Merupakan jenis kista fungsional yang mengalami perdarahan didalamnya. Sehingga menimbulkan nyeri pada salah satu sisi perut bagian bawah.

Kista Coklat (Endometrioma)
Endometrioma adalah kista yang berasal dari jaringan endometrium yang ada di indung telur (endometrium yang tidak pada tempatnya). Jaringan ini mengikut pola endometrium yang ada didalam rahim, sehingga tiap bulannya ikut menghasilkan darah haid. Karena tindakan ada akses keluar, makanya terus numpuk didalam indung telur dan menjadi kista. Sehingga dikenal juga dengan istilah Kista Coklat (berisi darah yang warnanya coklat kehitaman)

Kista ovarium yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala. Sampai ukuran tertentu bisa menyebabkan kista torsi (terpuntir), perdarahan atau pun pecah. Ketiga even ini akan menimbulkan gejala nyeri perut yang hebat (akut abdomen) dan memerlukan tindakan pembedahan segera (emergensi).

Kista yang besar, akan membuat penderitanya mengalami pembesaran perut serta mengalami gejala2 penekanan ke organ2 sekitarnya. Menekan usus akan membuat jadi susah nge-pup, menekan ginjal (saluran kencing) menyebabkan gangguan pipis dan gangguan ginjal.

Sebagian kista bisa berupa keganasan (kanker) terutama pada usia yang sangat muda (anak2) atau usia diatas 40 tahun ( jarang keganasan pada wanita muda). Pada tahap awal kanker indung telur tidak memberikan gejala apa2.

Berikut gejala kanker indung telur :
  • Gangguan pencernaan yang persisten, kembung atau mual
  • Perubahan kebiasaan pup (bowel habit), seperti adanya konstipasi
  • Perubahan berkemih, termasuk berkemih yang sering
  • Hilang nafsu makan, atau cepat kenyang (perut terasa penuh)
  • Pembesaran perut (celana pada sempit)
  • Nyeri saat senggama (dyspareunia)
  • Selalu kurang tenaga
  • Nyeri tulang punggung bawah (Low back pain)
  • Perubahan menstruasi

  • Kista ovarium sering ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan rutin. Jika terdeteksi, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan2: ultrasonografi, laparoskopi, pemeriksaan darah (tumor marker = penanda tumor),

    Jika kistanya tidak menimbulkan gejala, biasanya cuma dimonitor 1-2 bulan, karena jika kista fungsional, akan hilang dengan sendirinya setelah 1 atau 2 siklus haid. Jika kistanya membesar, maka dilakukan tindakan pembedahan. Jenis dan luasnya pembedahan tergantung beberapa faktor: ukuran dan jenis kista, usia, gejala dan keinginan memiliki anak.

    Kadang2 kista dapat diangkat tanpa mengangkat indung telur tindakannya disebut kistektomi. Jika diangkat seluruh indung telurnya (karena rusak akibat pembesaran kista) maka tindakannya disebut oophorektomi atau ovarektomi. Buat kanker, setelah pembedahan biasanya diberikan pengobatan kimia (kemoterapi). Penentuan keganasan tetap harus berdasarkan pemeriksaan Patologi (PA).

    Kamis, 16 April 2009

    Sindroma Asherman

    Sindroma (=kumpulan gejala) Asherman adalah terbentuknya adhesi (perlengketan) pada bagian dalam rahim (endometrium), sebagai akibat dari jaringan parut yang timbul saat tindakan pembedahan. Pasien mengalami pengurangan menstruasi, meningkatnya kejang perut dan rahim, sampai tidak adanya haid (amenorrhea) dan sering menyebabkan kemandulan (infertilitas).

    Merupakan kondisi yang jarang. Pada kebanyakan kasus, terjadi wanita yang menjalani tindakan dilatation and curettage (D&C). Infeksi rahim juga bisa sebagai penyebabnya. Perlengketan yang timbul bisa mengakibatkan amenorrhea (tidak haid), keguguran yang berulang, dan infertilitas. Namun kondisi ini bisa juga disebabkan oleh hal lainnya, namun jika munculnya setelah menjalani kuret, maka kemungkinannya adalah sindroma ini


    Gambaran HSG

    Gambaran Laparoskopi

    Pemeriksaan klinis biasanya normal dan diagnostik bantu berupa histeroskopi (melihat kedalam rahim) dan USG transvaginal atau dengan HSG (Histero-Salphyngo-Graphy).

    Pengobataannya berupa tindakan operasi memotong dan membuang jaringan ikat (scar) dan perlengketan yang terjadi. Biasanya dapat dikerjakan dengan histeroskopi. Setelah jaringan ikat dibuang rongga rahim masih tetap dipertahankan membuka agar sembuh tanpa menimbulkan adhesi lagi. Biasanya dimasukkan balon kecil kedalam rahim selama beberapa hari dan diberikan terapi hormon estrogen.

    Pemberian antibiotika jika ditemukan kasus2 infeksi.



    Sumber: Macam2
    Gambar: WIKI

    Rabu, 04 Maret 2009

    Hiperplasia Endometrium

    Hiperplasia Endometrium adalah suatu kondisi di mana lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh secara berlebihan. Kondisi ini merupakan proses yang jinak (benign), tetapi pada beberapa kasus (hiperplasia tipe atipik) dapat menjadi kanker rahim.

    Endometrium merupakan lapisan paling dalam dari rahim. Lapisan ini tumbuh dan menebal setiap bulannya dalam rangka mempersiapkan diri terhadap terjadinya kehamilan, agar hasil konsepsi bisa tertanam. Jika tidak terjadi kehamilan, maka lapisan ini akan keluar saat menstruasi.

    Hormon yang ada di tubuh wanita: estrogen dan progesteron mengatur perubahan endometrium, dimana estrogen merangsang pertumbuhannya dan progesteron mempertahankannya. Sekitar pertengahan siklus haid, terjadi ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur). Jika sel telur ini tidak dibuahi (oleh sperma), maka kadar hormon (progesteron) akan menurun, sehingga timbullah haid/menstruasi.

    Pada saat mendekati menopause, kadar hormon2 ini berkurang. Setelah menopause wanita tidak lagi haid, karena produksi hormon ini sangat sedikit sekali. Untuk mengurangi keluhan/gejala menopause sebagian wanita memakai hormon pengganti dari luar tubuh (terapi sulih hormon), bisa dalam bentuk kombinasi estrogen + progesteron ataupun estrogen saja.

    Estrogen tanpa pendamping progesteron (unoppesd estrogen) akan menyebabkan penebalan endometrium. Pada beberapa kasus sel2 yang menebal ini menjadi tidak normal yang dinamakan Hiperplasis atipik yang merupakan cikal bakal kanker rahim.

    Risiko terjadinya hiperplasia endometrium bisa tinggi pada: usia sekitar menopause, menstruasi yang tidak beraturan atau tidak ada haid sama sekali, over-weight, diabetes, SOPK (PCOS), mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron dalam mengatasi gejala menopause. Gejalanya yang biasa/sering adalah perdarahan pervagina yang tidak normal (bisa haid yang banyak dan memanjang).

    Berikut ini beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan pada hiperplasia endometrium:
    USG: Terutama yang transvaginal.
    Biopsi : pengambilan sampel endometrium, selanjutnya di periksa dengan mikroskop (PA)
    Dilatasi dan Kuretase (D&C): leher rahim dilebarkan dengan dilatator kemudian hiperplasianya dikuret. Hasil kuret lalau di PA-kan.
    Hysteroscopy: memasukkan kamera (endoskopi) kedalam rahim lewat vagina. Dilakukan juga pengambilan sampel untuk di PA-kan

    Pada kebanyakan kasus hiperplasisa dapat diobati dengan obat2an yaitu dengan memakai progesteron. Progesteron menipiskan/menghilangkan penebalan serta mencegahnya tidak menebal lagi. Namun pemakain progesteron ini menimbulkan bercak (spotting).

    Setelah mengkonsumsi progeteron dalam waktu tertentu, dilakukan evaluasi kembali endometriumnya dengan cara di biopsi atau metode sampling lainnya. Jika tidak ada perbaikan, dilakukan dapat diberikan obat lagi. Histerektomi atau pengangkatan rahim dilakukan jika anak sudah cukup atau hiperplasia nya jenis atipik. Namun jika masih ingin punya anak maka masih ada pilihan dilakukan terapi hormonal.

    Hal2 dibawah ini dapat mengurangi risiko terjadinya hiperplasia endometrium:
    * Terapi sulih hormon yang seimbang (estrogen plus progesteron).
    * Jika haid tidak teratur (tidak tiap bulan ada), dapat diberikan progesteron agar tidak terjadi penebalan endometrium. Pil KB yang mengandung kombinasi estrogen-progesteron dapat memncegah hiperplasia pada wanita dengan haid yang tidak teratur.
    * Jika overweight, kurangi BB.

    sumber: macam2

    Senin, 12 Januari 2009

    Dyspareunia = Nyeri Saat Hubungan Seks

    Dyspareunia (baca: "dis-par-oon-ya") adalah hubungan seks yang terasa nyeri. Sumber nyeri bisa berasal dari daerah genital sendiri ataupun berasal dari bagian dalam rongga panggul. Nyerinya sering dideskripsikan menusuk, rasa terbakar atau mirip dengan nyeri haid.

    Penyebabnya beraneka ragam, mulai dari yang lokal seperti kurangnya lubrikasi vagina, luka bekas episiotomi, penipisan dan pengeringan dinding vagina akibat kurang estrogen pada menopause, atau menyusui dan terakhir karena foreplay yang tidak adequate.

    Penyebab nyeri saat penetrasi dalam:
    * Pelvic inflammatory disease (PID)
    * Kista Ovarium
    * Endometriosis
    * Varikose pembuluh vena di panggul
    * Kehamilan ektopik (tidak pada tempat semestinya)

    Penyebab lainnya:
    * Infeksi, seperti PMS (Penyakit Menular Seksual)
    * Infeksi saluran kemih
    * Kanker pada organ seks atau daerah panggul.
    * Radang sendi terutama daerah punggung.
    * Allergi terhadap bahan latex pada kondom dan diaphragma serviks.

    Pada laki2 bisa disebabkan adanya iritasi pada kulit P seperti allergi atau radang, kelainan bentuk P seperti P yang bengkok (saat ereksi), dan infeksi kelenjar prostat atau testes.

    Gejala nyeri tang dirasakan berupa rasa terbakar, robek, tertekan atau sensasi sakit yang berhubungan dengan penetrasi. Rasa nyeri bisa di pintu V, dalam rongga panggul, atau diantaranya.

    Pengobatan dyspareunia bertujuan mencari dan mengobati penyakit yang menyebabkannya (underlying disease). Jika ditemukan infeksi diberikan antibiotika. Jika alergi terhadap latex, ganti metode kontrasepsi dll. Lubrikan yang berbahan dasar air (water-based lubricant) bisa menolong menghilangkan rasa tidak nyaman dan friksi. Hindari lubrikan yang oil-based, karena bisa mencetuskan infeksi.

    Bagi wanita yang menderita vaginismus, dapat dipergunakan dilator dengan berbagai ukuran. Sedangkan nyeri saat ML akibat bekas episiotomi akan hilang dengan sendirinya. Diperlukan konseling jika ditemukan kelainan psikologis.

    Selasa, 09 Desember 2008

    Mioma uteri dan kehamilan

    Ada sebagian kecil wanita hamil yang mengidap mioma/fibroid, mioma ini sebetulnya nggak menimbulkan masalah terhadap bayi yang dikandung. Selama kehamilan ukurannya memang bisa membesar, akibat meningkatnya aliran darah ke uterus/rahim. Karena pertumbuhannya membutuhkan tempat, maka desakannya menimbulkan gejala berupa nyeri, rasa tidak nyaman dan rasa ada yg menekan. Pada umumnya fibroid akan mengecil kembali paska melahirkan.

    Fibroid bisa meningkatkan risiko keguguran, persalinan kurang bulan dan kelainan letak bayi (sungsang atau lintang). Kadang kalau ukurannya sangat besar bisa menghalangi pembukaan rahim serta menghalangi penurunan bayi, maka dibutuhkan operasi cesar. Perdarahan paska persalinan harus juga di antisipasi.

    Sering tidak dibutuhkan terapi apa2 mioma dalam kehamilan. Jika timbul nyeri atau rasa tidak nyaman paling dokter hanya menganjurkan istirahat saja. Sangat jarang dilakukan operasi pengangkatan mioma (miomektomi) saat kehamilan. Jika sampai terjadi maka persalinan harus dilakukan cesar.

    Rabu, 03 Desember 2008

    Endometriosis

    Endometriosis berarti tumbuhnya jaringan endometrium (lapisan dalam rahim yang biasanya menebal dan keluar saat haid), tumbuh diluar rahim dan mengikuti pola haid seperti endometrium dalam rahim. Artinya saat haid, enometrium yang ektopik ini juga ikut mengeluarkan darah. Karena tidak memiliki akses keluar, maka darah yang muncul di jaringan ini akan menimbulkan rasa sakit serta menjadi kista jika loaksinya di indung telur.

    Endometriosis bisa memiliki derajat ringan, sedang dan berat. Yang ringan dan sedang cendrung memberat jika tidak diobati. Bisa tidak bergejala bisa juga memiliki gejala2 yang khas dari penyakit ini yaitu : dismenorea (nyeri saat haid), nyeri panggul lainnya saat pipis dan BAB, darah haid yang berlebihan dan infertiliti (lihat espeogepedia: fertlitas)

    Penyebabnya sampai sekarang masih belum jelas/pasti. Diduga faktor hormon dan sistem kekebalan (imunitas) berperan sebagai penyebabnya. Salah satu teorinya : darah haid yang mengandung endometrium keluar lewat saluran telur. masuk ke rongga perut dan tumbuh disana, sedangkan teori lain bilang sel endometrium terbawa lewat aliran darah ubh lalu tumbuh pada tempat lain pada tubuh.

    Beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk menetapkan diagnosis endometriosis. Pemeriksaan panggul dilakukan dengan palpasi dengan dua tangan (bimanual) satu tangan di dinding perut dan satunya lagi didalam rongga vagina, untuk memeriksa kista serta jaringan endometriosis yg ada di belakang rahim. Hasil ini selanjutnya dikonfirmasi dengan USG (terutama transvaginal).

    Satu-satunya cara mengetahui dengan pasti adanya endometriosis adalah dengan melihat /visualisasi langsung) jaringan endometrial dengan laparoskopi. Dengan prosedur ini bisa dilihat lokasi serta ukuran lesi endometriosis dan selanjutnya akan ditentukan grade atau derajat endometriosisnya ringan, sedang atau berat.

    Cancer antigen 125 (CA 125) adalah tes darah sering digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda Tumor tertentu untuk kanker, tetapi juga dapat digunakan untuk mendeteksi suatu protein yang ditemukan dalam darah perempuan dengan endometriosis. CA 125 paling sensitif ketika endometriosis dalam tahap awal.

    Pengobatan untuk endometriosis biasanya dengan obat atau operasi. Pada umumnya, dokter menyarankan mencoba pendekatan konservatif sebagai pilihan pertama apalagi jika ingin hamil, pilihan untuk operasi merupakan pilihan terakhir.

    Obat -obatan yang dibserikan berupa obat anti nyeri seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya), untuk membantu mengatasi nyeri haid. Tetapi jika dengan dosis optimal nyeri masih belum teratasi maka harus dilakukan dengan cara lain.

    Tambahan terapi hormon efektif dalam mengurangi atau menghilangkan rasa sakit endometriosis. Hormonal terapi digunakan untuk mengobati endometriosis termasuk: kontrasepsi hormonal. Penggunakan kontrasepsi hormonal dapat mengurangi atau menghilangkan rasa sakit yang ringan hingga sedang dari endometriosis.

    Gonadotropin-Releasing Hormone (Gn-RH) agonists dan antagonists dipakai untuk memblokir hormon ovarium yang merangsang endometriosis. Pemberian obat ini akan menghentikan menstruasi sehingga akan mengecilkan lesi endometriosisnya. Efek samping berupa hot flashes dan vagina kering dpt diatasi dengan pemberian estrogen dosis rendah.

    Danazol adalah obat lainny yang bisa dipakai, tetapi bukan pilihan utama karena dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti jerawat dan pertumbuhan rambut. Obat lainnya seperti injeksi Medroxyprogesterone (Depo-Provera) juga dapat dipakai untuk mengurangi gejala endometriosis Efek samping dapat berupa penambhan berat badan, tulang keropos dan depresi.

    Jika ibu memiliki endometriosis dan mencoba untuk menjadi hamil, operasi untuk menghilangkan lesi mungkin akan meningkatkan peluang tersebut. Pembedahan ini berujuan membuang lesi endometriosis, jaringan parut dan perlengketan tanpa harus mengangkat organ reproduksi. Bisa dilakukan dengan laparoskpi ataupun dengan pembedahan biasa jika lesinya sangat luas banyak. Jika ternyata hasil operasi konservatif tidak efektif maka sebaiknya dilakukan assisted reproduksi.

    Pada beberapa kasus endometriosis tertentu terutama bagi yang sudh tidak menginginkan anak dapt dilakukan operasi pengangkatan rahim serta kedua indung telurnya sekaligus. Dan tentunya ini merupakan tindakan terakhir.

    Rabu, 22 Oktober 2008

    Prolapsus Uteri = peranakan turun

    Prolapsus uteri adalah keadaan dimana turunnya uterus melalui hiatus genitalis yang disebabkan kelemahan ligamen-ligamen (penggantung), fasia (sarung) dan otot dasar panggul yang menyokong uterus.

    Penyebab:
    1) Dasar panggul yang lemah, ok karena kerusakan dasar panggul pada persalinan yang terlampau sering dengan penyulit seperti ruptura perineum atau ok usia lanjut.
    2) Tarikan pada janin pada pembukaan yang belum lengkap.
    3) Ekspresi Crede yang berlebihan pada saat mengeluarkan plasenta.
    4) Asites, tumor-tumor di daerah pelvis, batuk yang kronis dan pengejan (obslipasi atau striktura pada traktus urinarius).
    5) Relinakulum uteri yang lemah (asteni atau kelainan congenital berupa kelemahan jaringan penyokong uterus yang sering pada nullipara.

    Dengan adanya persalinan yang sulit, menyebabkan kelemahan pada ligamentum-ligamentum, fasia endopelvik, otot-otot dan fasia dasar panggul karena peningkatan tekanan intra abdominal dan faktor usia. Karena serviks terletak diluar vagina akan menggeser celana dalam dan menjadi ulkus dekubiltus (borok). Dapat menjadi SISTOKEL karena kendornya fasia dinding depan vagina (mis : trauma obstetrik) sehingga kandung kemih terdorong ke belakang dan dinding depan vagian terdorong ke belakang. Dapat terjadi URETROKEL, karena uretra ikut dalam penurunan tersebut. Dapat terjadi REKTOKEL, karena kelemahan fasia di dinding belakang vagina, ok trauma obstetri atau lainnya, sehingga rektum turun ke depan dan menyebabkan dinding vagina atas belakang menonjol ke depan. Dapat terjadi ENTEROKEL, karena suatu hemia dari kavum dauglasi yang isinya usus halus atau sigmoid dan dinding vagina atas belakang menonjol ke depan. Sistokel, uretrokel, rektokel, enterokel dan kolpokel disebut prolaps vagina.Prolaps uteri sering diikuti prolaps vagina, tetapi prolaps vagina dapat berdiri sendiri.

    KLASIFIKASI PROLAPSUS UTERI
    Tingkat I : Uterus turun dengan serviks paling rendah dalam introitus vagina
    Tingkat II : Uterus sebagian keluar dari vagina
    Tingkat III : Uterus keluar seluruhnya dari vagina yang disertai dengan inversio vagina (PROSIDENSIA UTERI)

    GEJALA KLINIS PROLAPSUS UTERI
    Sangat individual dan berbeda-beda, kadang-kadang prolapsus uterinya cukup berat tapi keluhannya (-) dan sebaliknya. Prolapsus uteri dapat mendadak seperti nyeri, muntah, kolaps dll (jarang). Keluhan-keluhannnya adalah :
    • Terasa ada yang mengganjal/menonjol digenitalia ekstema (vagina atau perasaan berat pada perut bagian bawah).
    • Riwayat nyeri dipinggang dan panggul yang berkurang atau hilang dengan berbaring.
    • Timbulnya gejala-gejala dari : Sitokel : Pipis sedikit-sedikit dan sering, tak puas dan stress inkontinensia (tak dapat menahan BAK) karena dinding belakang uretra tertarik, sehingga fungsi sfincter terganggu. Rektokel : terjadi gangguan defikasi seperti obstipasi, karena faeces berkumpul di rongga rektokel. Koitus terganggu, juga berjalan dan bekerja. Leukorea, karena bendungan/kongesti daerah serviks. Luka lecet pada portio karena geseran celana dalam. Enterokel, menyebabkan rasa berat dan penuh pada daerah panggul. Servisitis dapat menyebabkan infertility. Menoragia karena bendungan.

    KOMPLIKASI:
    1) Keratinisasi mukosa vagina dan portio uteri
    2) Dekubitus
    3) Hipertropi serviks uteri dan elongasioa koli
    4) Gangguan miksi dan stress inkontinensia
    5) Infeksi saluran kencing
    6) Infertilitas
    7) Gangguan partus
    8) Hemoroid
    9) Inkarserasi usus

    PENANGANAN
    Faktor-faktor yang harus diperhatikan: keadaan umum pasien, umur, masih bersuami atau tidak, tingkat prolapsus, beratnya keluhan, keinginan punya anak lagi dan ingin mempertahankan haid.
    Penanganan dibagi atas :

    I.PENCEGAHAN
    Faktor-faktor yang mempermudah prolapsus uteri dan dengan anjuran :
    • Istirahat yang cukup, hindari kerja yang berat dan melelahkan gizi cukup
    • Pimpin yang benar waktu persalinan, seperti : Tidak mengedan sebelum waktunya, Kala II jangan terlalu lama, Kandung kemih kosongkan), episiotomi agar dijahit dengan baik, Episiolomi jika ada indikasi, Bantu kala II dengan FE atau VE

    II.PENGOBATAN
    A.Pengobatan Tanpa Operasi
    • Tidak memuaskan dan hanya bersifat sementara pada prolapsus uteri ringan, ingin punya anak lagi, menolak untuk dioperasi, Keadaan umum pasien tak mengizinkan untuk dioperasi
    •Caranya : Latihan otot dasar panggul, Stimulasi otot dasar panggul dengan alat listrik, Pemasangan pesarium, Hanya bersifat paliatif, Pesarium dari cincin plastik
    Prinsipnya : alat ini mengadakan tekanan pada dinding atas vagina sehingga uterus tak dapat turun melewati vagina bagian bawah. Biasanya dipakai pada keadaan: Prolapsus uteri dengan kehamilan, Prolapsus uteri dalam masa nifas, Prolapsus uteri dengan dekubitus/ulkus, Prolapsus uteri yang tak mungkin dioperasi: keadaan umum yang jelek

    B.Pengobatan dengan Operasi
    1.Operasi Manchester/Manchester-Fothergill
    2.Histeraktomi vaginal
    3.Kolpoklelsis (operasi Neugebauer-La fort)
    4.Operasi-operasi lainnya :Ventrofiksasi/hlsteropeksi, Interposisi

    Jika Prolaps uteri terjadi pada wanita muda yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya cara yang terbaik adalah dengan :
    1.Pemasangan pesarium
    2.Ventrofiksasi (bila tak berhasil dengan pemasangan pesarium)

    Senin, 08 September 2008

    SOPK = Sindroma Ovarium Polikistik

    PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) = Sindroma Ovarium Polikistik adalah kumpulan gejala (sindroma) yang timbul akibat gangguan endokrin (hormonal) dan pada USG ditemukannya gambaran kista2 kecil yang banyak (polikistik).

    Normalnya ovarium (indung telur) hanya membuat sedikit androgen, pada SOPK androgen sedikit meningkat sehingga menimbulkan gangguan ovulasi (terhenti), gejala jerawat dan gejala2 pertumbuhan bulu yang berlebihan.

    Gejala2 yang sering timbul akibat kelainan ini adalah: jerawat, peningkatan berat badan, pertumbuhan bulu2 di daearah laki2(kumis, janggut dll), penipisan rambut kepala, gangguan haid (oligomenorea atau amenorea), infertilitas dan depresi.

    Berdasarkan kriteria tahun 2003 kelainan ini didiagnosa jika ditemukan 2 dari 3 gejala : 1. Gangguan haid, 2. Gejala2 hiperandrogen 3. Gambaran Ovatium polikistik (USG)

    Langkah pertama pengobatan adalah diet dan Oalah raga untuk mengurangi berat badan. Perbanyak sayuran, buah2an dan serat. Hindari lemak seperti daging, keju dan makanan yang digoreng. Stop merokok.

    Obat2 yang diberikan berupa : Pil Kb untuk mengatur haid, Metformin untuk menurunkan gula darah dan Obat penyubur jika ingin hamil.

    Gejala hiperandrogen seperti juga diobati seperti jerawat dan pertumbuhan bulu (hirsutisme). Jika ditemukan gejala depresi dilakukan konseling oleh psikiater.

    Rabu, 03 September 2008

    Perdarahan Paska Senggama: 7 Penyebab terbanyak


    Post coital Bleeding (PCB) adalah perdarahan yang terjadi setelah coitus = Perdarahan paska senggama. Berikut ini merupakan 7 penyebab terbanyak PCB.

    1. Displasia serviks : merupakan perubahan pra-kanker pada leher rahim. Dalam teorinya dikatakan disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Cara deteksi displasia dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear.
    2. Infeksi di vagina atau serviks : yang disebabkan oleh Chlamidia, Gonorea (=kencing nanah), Trikomonas, dan infeksi jamur.
    3. Polip serviks, massa bertangkai pada serviks.
    4. Kanker leher rahim = Carcinoma Cervix
    5. Endometriosis terutama adenomiosis yaitu adanya pertumbuhan endometrium (lapisan dalam rahim yang keluar waktu haid) yang masuk /infiltrasi ke otot2 rahim.
    6. Polip rahim, mirip dengan polip serviks, cuma yang ini tumbuhnya didalam rongga rahim
    7. Mioma uteri yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim.
    Jadi jika mengalami PCB jangan anggap remeh...segera periksakan diri.

    Senin, 18 Agustus 2008

    Gatal2 di vagina

    Rasa gatal pada vagina (gatal beneran bukan "gatal"...biggrinbiggrinbiggrin) bisa merupakan tanda serius suatu penyakit bisa lokal maupun penyakit umum (sistemik). Gatal beneran semua sudah tahu, yaitu suatu sensasi yang merangsang kita untuk menggaruk (scratch).

    Rasa gatal divagina terbagi menjadi 2 kelompok. Pertama ada lesi di kulit dan Kedua tanpa lesi kulit. Untuk yang pertama faktor penyebab adalah berbagai jenis infeksi pada kulit (dermatitis) baik oleh kuman maupun jamur. Sedangkan yang kedua penyebabnya banyak. Tetapi yang paling sering ditemukan adalah diabetes, baik itu diabetes biasa maupun diabetes karena kehamilan (gestasional diabetes).

    Untuk infeksi di liang vagina, keputihan yang timbul juga bisa menyebabkan rasa gatal pada daerah sekitar liang vagina. Beberapa penyebab diantaranya; infeksi jamur, trichomonas, chlamidya dan lainnya.

    Jadi jika vagina terasa gatal segera periksakan diri ke dokter guna mencari pertolongan yang tepat. Jangan lalu mengobati sendiri dengan produk pembersih. Ada yang aku temukan malah membersihkan vagina dengan campuran pasta gigi kedalam air diudek2 lalu di cucikan ke vagina...katanya sih rasanya dingin sriwing...sriwing...(Resep Sesat dan Menyesatkan)

    Kamis, 07 Agustus 2008

    Hirsutisme = Wanita Berambut Dimana2

    Hirsutisme artinya pertumbuhan bulu wanita yang berlebihan pada daerah2 yang berhubungan dengan maturitas seksual laki2 seperti muka (kumis, janggut, jambang), dada, perut, bokong dan paha bagian depan. Terjadi akibat berlebihnya hormon androgen pada wanita. Disamping membuat malu wanitanya redface (ada juga yang malah bangga ?, ceweq macho...razz, yang ini nggak perlu terapi), ternyata hirsutisme merupakan tanda lokal dari suatu penyakit sistemik pada tubuh wanita.

    Penyebabnya: Hiperandrogen, Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK), pembesaran kelenjar anak ginjal (adrenal), tumor ovarium atau adrenal dan obat-obatan. Keadaan hiperandrogen yang lama akan menimbulkan obesitas, mens tidak teratur, anovulasi, infertilits, hipertensi, hiperlipid dan kelainan jantung.

    Terapi paling efektif adalah kombinasi dari: terapi medis, merubah lifestyle dan mengatasi rambut secara mekanikal. Obat2an dapat dberi kontrasepsi oral (OC), metformin, GnRH dllnya. Perubahan gaya hidup seperti merubah kebiasaan makan, olah raga dan menurunkan berat badan. Tidak lupa juga penanganan masalah psikologis yang ditimbulkannya : nggak PD, malu.

    Secara mekanis terdapat beberapa pilihan dengan keuntungan dan kekurangannya masing2, lihat tabel dibawah ini.


    Photobucket
    Sumber: SOGC

    Senin, 21 Juli 2008

    FRACTIONAL CURRETAGE

    Postingan ini request seseorang yang nggak mau disebutin namanya...maklum celeb

    Sorry judulnya agak sok2 an...karena terjemahannya sering beda tapi maksudnya sesuai dengan judul. Terjemahannya antara lain: kuret bertahap, kuret bertingkat, atau terjemahan lurus kuret fraksional (KF).

    KF adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk mendapatkan sample spesimen pada 3 tempat yaitu bagian dalam leher rahim (endo-cervix), segmen bawah rahim (SBR)dan dan segmen atas rahim (SAT) (SBR dan SAT dua2 nya endometrium= bagian dalam rahim). Tindakan pengambilan sample dilakukan secara berurutan dan sample setiap segemen diperiksa secara terpisah.




    Lokasi pengambilan sample..bergaris merah

    Kalau ngomong tentang kuret jangan bayangin alat2 kuret kayak sendok kerok ... itu jadul...(untuk kuret abortus memang masih tetap dipakai). Sedangkan kuret untuk ngambil sample endometrium antara lain : kuret Pipelle, kuret Sharman, Accrette dan Vabra Aspirator.

    Kapan dilakukan tindakan kuret kayak gini? Pada kasus perdarahan rahim (DUB=dysfunctional uterine bleeding atau terjemahan Indonesianya PUD = Perdarahan Uterus Disfungsional). Untuk wanita yang berusia > 40 tahun wajib (mandatory) dilakukan jika mengalami PUD.

    Indikasi lain: perdarahan yang banyak (erratic bleeding), gagal pengobatan (failed medical treatment) atau ada temuan kelainan seperti polyp atau tumor rahim (fibroid)

    Rabu, 02 Juli 2008

    KANKER LEHER RAHIM...SUAMI SUKA JAJAN?

    Lho apa hubungannya? Gini nih. Diluar sono bulek2 sudah yakin bener 100% bahwa kanker leher rahim itu proses awalnya disebabkan oleh infeksi virus yang bernama HPV=(Human Papiloma Virus). Karena dari setiap penderita kanker leher rahim berhasil di identifikasi adanya virus ini. Hubungannya dengan suami suka jajan? Ternyata penyebaran virus ini adalah melalui hubungan seksual. Nah kan sudah terlihat benang merahnya. Suami/pasangan bisa terkena virus ini saat "jajan" disembarang tempat. Kalau nggak disembarang tempat? Ya sami mawon mas...



    Tetapi jangan cepat-cepat menuduh dulu. Ternyata lagi....kasus kanker leher rahim di Indonesia yang di teliti oleh guru-ku Dr.Pelsi Sulaini SpOG(K) memperlihatkan fakta yang sangat bertentangan dengan kesimpulan orang sono. Banyak penderita kanker leher rahim di tempat yang di teliti (daerahnya nggak usah disebut ntar dituduh SARA) lagi-lagi ternyata suaminya kebanyakan orang "baik-baik" , orang2 yang untuk makan saja susah (apalagi untuk "jajan" boro-boro dah) dan rajin beribadah. Rasa2 nya nggak masuk akal sehat orang2 kayak gitu sempat-sempatnya mikir untuk "jajan".



    Memang masih ada kemungkinan jalur masuk lainnya dari virus ini yakni melalui alat pemeriksaan yang terkontaminasi. Jadi jangan terlalu yakin untuk menuduh suami suka jajan...kalau terkena kanker leher rahim. Nauzubillahiminzalik....

    PS
    Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear setiap tahun.