Tampilkan postingan dengan label VAKSIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VAKSIN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Maret 2010

Gardasil Sekarang Juga Bisa Buat Cowoq !

Tidak lama lagi, anak laki-laki juga bisa diberikan vaksin Gardasil, yang saat ini diberikan pada anak perempuan dan perempuan muda untuk mencegah infeksi oleh empat jenis human papillomavirus (HPV). Komite penasihat dari FDA merekomendasikan agar vaksin itu dibuat juga untuk anak laki-laki dan laki-laki muda berusia antara 9 dan 26 untuk melindungi diri terhadap kutil kelamin (genital wart)yang disebabkan oleh HPV.



Gardasil membantu melindungi terhadap empat tipe HPV, yang dipercaya 2 dinatarnya bertanggung jawab untuk sekitar 70 persen dari kanker anus dan kanker serviks, serta kanker penis. Sedangkan dua jenis lainnya menyebabkan sekitar 90 persen dari semua kasus kutil kemaluan.

Menurut CDC, sekitar 20 juta orang Amerika terinfeksi HPV. Ada sekitar 6,2 juta infeksi baru setiap tahun. CDC menyatakan bahwa setidaknya 50 persen perempuan dan laki-laki yang aktif secara seksual akan mendapatkan infeksi HPV pada suatu saat dalam kehidupan mereka dan HPV adalah yang paling umum ditularkan secara seksual.

CDC mengatakan bahwa meskipun HPV adalah sangat umum untuk kedua jenis kelamin, kebanyakan pria tidak akan menunjukkan gejala atau masalah kesehatan yang serius, dan tidak ada tes yang akan mendeteksi virus pada pria.

Sabtu, 20 Juni 2009

Imunisasi TT (Tetanus Toxoid ) pada Kehamilan

Tetanus timbul jika ketika spora bakteri Clostridium Tetani masuk ke dalam luka atau tali pusat (pada bayi baru lahir). Spora secara umum terdapat pada tanah. Manusia dari segala umur bisa terkena tetanus, tetapi penyakit ini lebih sering ditemukan dan bersifat serius pada bayi baru lahir(tetanus neonatal). Tetanus neonatal yang biasanya bersifat fatal, terutama sering ditemukan didaerah rural dimana persalinan terjadi di rumah tanpa prosedur yang cukup steril.

Tetanus dapat dicegah dengan melakukan imunisasi Tetanus-Toxoid (TT). Tetanus neonatal bisa dicegah dengan mengimunisasi wanita usia subur (WUS), baik saat hamil maupun di luar kehamilan. Hal ini akan memproteksi ibu dan bayi melalui transfer antibodi tetanus ke bayi. Juga tak kalah pentingnya, proses pertolongan persalinan yang bersih (steril) bisa mencegah tetanus neonatal dan ibu.

Seseornag yang pernah kena tetanus tidak akan memiliki kekbalan secara alami dan bisa terinfeksi lagi, karena itu perlu dilakukan imunisasi. Agar terlindung seumur hidup dari tetanus, individu harus mendapatkan 3 kali imunisasi DPT saat masih bayi, diikuti dengan TT booster pada usia masuk sekolah dasar (4-7 tahun), pada saat ABG (12-15 tahun), dan saat awal dewasa (Total 6 kali)

Sedangkan di Indonesia sudah dilakukan kegiatan eleminasi Tetanus via program BIAS, diamana anak SD kelas 1,2 dan 3 dilakukan imunisasi TT. Sehingga nantinya anak2 kita yang dulunya sudah ikut BIAS sudah terlindungi terhadap tetanus seumur hidupnya. Tetapi jika jarak imunisasi terakhir yang diterima sudah sepeuluh tahun atau lebih, maka tetap perlu dilakukan imuniasasi TT-booster saat nantinya hamil. Jika ada luka yang dicurigai akan terkena tetanus, maka perlu dilakukan dilakukan pemberian booster TT jika imunisasi terakhir yang diterima sudah melebihi 5 tahun.

Sedangkan program imunisasi TT pada wanita hamil di Indonesia, biasanya diberikan 2 kali, karena dianggap belum terimunisasi secara sempurna (6 kali). WUS yang sekarang ada adalah generasi yang belum menjalani imunisasi lengkap Tetanus. TT pertama dapat diberikan sejak di ketahui positif hamil dan TT yang kedua minimal 4 minggu setelah TT yang pertama. Sedangkan batas terakhir pemberian TT yang kedua adalah minimal 2 minggu sebelum melahirkan.

Sabtu, 13 Juni 2009

Meningitis dan Vaksin

Meningitis adalah infeksi cairan spinal dan cairan otak, yang disebabkan infeksi virus atau bakteri. Meningitis virus biasanya kurang berat gejalanya dibanding yang bakteri, serta bisa sembuh tanpa pengobatan khusus. Sementara yang disebabkan bakteri bisa berat dan dapat menyebabkan keruskan otak, hilangnya pendengaran, dan ketidak-mampuan belajar.

Penting untuk mencari tahu penyebab meningitis bakteri, karena pemberian antibiotika dapat mencegah penyebaran. Sebekum tahun 1990-an, Haemophilus influenza type b (Hib) merupakan bakteri utama penyebab meningitis bakterialis, tetapi dengan adanya vaksin yang dikembangkan serta diberikan pada anak2 sebagai imunisasi rutin/standar telah berhasil menekan infeksi kuman ini. Dewasa ini Streptococcus pneumonia dan Neisseria meningitidis meruapakan penyebab bakteri penyebab utama meningitis bakteri.

Gejalanya demam, sakit kepala, kaku kuduk meruapakn gejala yang biasa ditemukan, bisa dalam beberpa jam atau 1-2 hari setelah infeksi. Gejala liannya mual, muntah, silau, bengong dan mengantuk. Pada bayi dan anak yang kecil gejala klasik seperti demam, sakit kepala dan kaku kuduk bisa tidak ada atau sulit terdeteksi, baiasanya bayi/anak menjadi kurang aktif/memble, atau mudah terangsang, muntah, dan tidal mau makan/minum. Dan ketika penyakitnya berkembang, maka gejala yang muncul adalah kejang (untuk semua umur)

Meningitis bakteri bersifat menular melalui sekret tenggorokan lewat abtuk atau berciuman. Untungnya cara menyebarnya tidsak seperti flu, yang bisa lewat menghirup udara bekas nafas orang lain.

Vaksin untuk meningitis Hib (haemofillus Influenxa type b), bisa mencegah beberapa jenis Nisseria meningitidis dan banyak jenis Streptococcus pneumonia. Vaksin Hib ini sangat aman dan efektif.

Sedangkan vaksin khusus Nisseria meningitidis ada 2 macam yaitu MPSV4 (Menomune®) sudah tersedia sejak tahun 1981 dan MCV4 (Menactra®) yang mulai ada sejak tahun 2005. Kedua vaksin ini mencegah 4 jenis serogrup bakteri : serogroup C, Y, dan W-135 dan serogroup A yang merupakan endemis di Afrika.

MCV4 direkomendasikan pada semua anak di usia 11 - 12 tahun. Sementara buat orang dewasa yang mau menurunkan risiko terkena infeksi, juga bisa dilakukan vaksinsi. Seperti pergi haji, travelling ke negara dengan wabah meningitis, dll. MCV4 bisa diberikan pada usia 11 - 55 tahun. MPSV4 bisa dipakai jika MCV4 tidak tersedia. Vaksin diberikan minimal 1 minggu sebelum berangkat jika memungkinkan.

Info lengkap tentang Menactra bisa dibaca DISINI

Jumat, 05 September 2008

Gardasil = Vaksin HPV

Gardasil merupakan satu-satunya vaksin yang ada untuk mencegah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Vaksin ini mengandung 4 spesies HPV yaitu 6, 11, 16 dan 18. Seperti kita ketahui type 16 dan 18 adalah penyebab kanker leher rahim.

Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dalam periode 6 bulan. Injeksi kedua setelah 2 bulan dan injeksi ketiga setelah 4 bulan. setelah yang kedua. Di luar vaksin ini direkomendasikan pada usia 9 -26 tahun. Perlu diketahui sebagaimana umumnya vaksin tidak bisa untuk mengobati infeksi HPV yang sudah ada.

Vaksin ini sebaiknya diberikan sebelum seorang wanita menjadi aktif secara seksual. Sedangkan yang sudah terlanjur aktif akan kurang memberikan keuntungan. Pemeriksaan skrining HPV juga tidak dibutuhkan sebelum pemberian vaksin.

Vaksin ini juga sudah di approve oleh FDA dan masih terus dimonitor. Sejauh ini pemberian pada wanita hamil aman2 saja, tetapi masih dibutuhkan penelitian lanjutan. Ada anjuran sebaiknya wanita hamil menunda pemberian vaksin ini sampai setelah melahirkan.

Sebetulnya cara terbaik untuk mencegah kanker leher rahim adalah tetap setia pada satu pasangan (berlaku untuk kedua belah pihak laki2 dan perempuan)

Efek samping vaksinasi :
* Nyeri pada daerah suntikan (>83.9 %)
* Bengkak pada daerah suntikan (>25.4 %)
* Merah pada daerah injeksi (>24.6 %)
* Demam (>13 %)
* Mual (>6.7 %)
* Pusyiing (>4)
* Diarrhea (> 3.6)
* Efek samping lainnya yang kurang dari satu persen: Muntah, Batuk, Sakit gigi, Gak enak badan (General ill feeling), Nyeri sendi, Insomnia, Hidung tersumbat

Segera cari pertolongan jika timbul : demam tinggi atau reaksi alergi paska penyuntikan, baca monografnya.

KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD MONOGRAPH GARDASIL(pdf format)