Senin, 04 Agustus 2008

Kehamilan Dengan IUD


Gambar IUCD/IUD dengan kehamilan...yang kayak ini aman
Klik disini jika gambar diatas tidak muncul...

IUD=Intra Uterine Device, dulu di Indonesia disebut Spiral karena bentuknya seperti spiral (meliuk2...). Sekarang nggak ada lagi yang kayak gitu. Bentuk yang ada sekarang adalah bentuk T.(Copper T, Nova T, Mirena). Kadang2 dipakai juga istilah IUCD (Intra Uterine Contraceptive Device). Sami mawon...podo wae...

Yang namanya KaBe nggak ada yang one hundred percent effective...Steril saja dengan mengikat dan memotong saluran telur (tuba) masih ada angka kegagalannya, yakni terjadi proses yang namanya rekanalisasi...kuasa Tuhan luar biasa...Ada sih yang 100% yaitu kalo rahimnya diangkat/dibuangsadsadsad. Begitu juga dengan IUD, ada kegagalannya. Pabrikan mengklaim bahwa efektifitasnya 99% keatas. Kelihatannya kecil angka kegagalannya...eit...nanti dulu...itukan kalau dari 100 orang yang gagal satu. Gimana jika dari 1000 orang, 1 juta orang...akan menghasilkan angka yang banyak sekali.

Kehamilan dengan IUD adalah kasus yang bisa ditemukan dalam praktek dokter kandungan sehari2nya. Prinsip utamanya untuk kasus ini adalah begitu ketahuan hamil maka IUD harus segera dicabut jika memungkinkan. Pencabutan berisiko untuk keguguran. Kalau dilanjutkan juga kemingkinan gugur ada...atau malah aman2 saja.

Pada kasus yang aku temukan (pasang IUD bukan dengan aku lho..) semuanya berakhir dengan kelahiran bayi yang sehat sampai cukup bulan. Dan IUD nya keluar saat persalinan. Ada yang duluan keluar dan ada yang belakangan setelah bayi.

Ini ada penelitian retrospektif (hanya memperlajari data yang sudah ada/kasus2 yang ada pada arsip) terhadap 200 kasus kehamilan dengan IUD antara tahun 1973-1980. Baca sendiri ya nggak perlu diulas. Kesimpuannya : kehamilan dengan IUD harus secepat mungkin didiagnosa dan harus dikategorikan kehamilan risiko tinggi, IUD harus dikeluarkan secepatnya kalau memang memungkinkan.


Minggu, 03 Agustus 2008

Wanita Nggak Ngiri Lagi : P-MATE

Di Budaya mana saja (sebenarnya akibat model anatomi nya yang memaksa) wanita untuk pipis duduk ditoilet atau jongkok. Jika kebetulan sedang jalan keluar kota dan nggak jumpa/nggak ada toilet umum, laki2 dengan mudah tinggal cari sebatang pohon dan menembakkan pee nya kesana. Nah kalau wanita harus sembunyi2 di dalam semak atau berada dibalik pohon lalu pee sambil jongkok.



Rupanya secara diam-diam para wanita di barat sudah lama ingin bisa pee sambil berdiri. Mereka rupanya merasa iri (penis envy) dengan adik laki2 atau bapaknya yang bisa pipis sambil berdiri kearah pohon, tetapi sekarang dengan kemajuan tehnologi para wanita bisa pee seperti pria. Sudah ada alat: pseudo-penis (disposable dick) yang nama merknya P-MATE.



Tetapi ternyata bukan iri masalah berdirinya melainkan dengan alat ini wanita tidak perlu lagi duduk di toilet umum yang kotor dan jorok jika ingin Pee. Tidak perlu lagi Pee secara sembunyi di balik pohon (ntar diterkam beruang dari belakang…), cukup berdiri kearah pohon (seperti yang dilakukan laki2 pada umumnya)









P-MATE (klik gambar tengah) dan Kesetaraan Gender









Kemasan produk, ilustrasi pemakaian dan diterkam beruang....



Dildo Yang Bisa Merespon Perintah

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Persalinan Kurang Bulan

Persalinan kurang bulan (PKB) adalah persalinan yang timbul sebelum usia kehamilan 37 minggu. Batas terendah adalah 20 minggu (negara maju) dan 28 minggu (negara berkembang). Kenapa dibedakan? Karena kemampuan untuk mempertahankan bayi di negara maju sudah bisa dan umumnya berhasil pada kehamilan 20 minggu. Indonesia juga memakai batas rendah 20 minggu, artinya dokter dan tehnologi kita sudah bisa merawat hidup kehamilan 20 minggu.

Penyebab PKB diduga ada hubungannya dengan hal-hal berikut ini: 1) Ada riwayat persalinan Kurang bulan sebelumnya, Infeksi Urin yang tidak bergejala, Ibu perokok dan sosek rendah. 2) Komplikasi kehamilan : preeklampsia (tensi tinggi+kaki bengkak), perdarahan karena plasenta previa (plasenta tdk pada tempatnya), lemahnya leher rahim (Cervical incompetence), hamil kembar, kelainan bawaan, kematian janin dalam kehamilan (KJDK) serta penyakit kronis ibi: kurang darah, ginjal, paru dll.

Diagnosis nya adalah menilai kontraksi yang timbul apakah palsu atau asli. BACA INI. Jika memang kontraksi asli maka segera cari pertolongan ke RS /Klinik SpOG guna di hambat / dihalangi persalinan kurang bulannya.

Tujuan utama perawatan adalah mencegah persalinan kurang bulan jika tidak ada kontra-indikasi. Dengan cara : bed rest, pemberian sedasi (obat tidur), pemberian cairan yang adequat dan diberi obat golongan tokolitik (toko=kontraksi, litik=menghilangkan) salah satu nama obat nya: Duvadilan. Jika ditemukan infeksi diberi antibiotik spektrum luas.

Pemakaian tokolitik bisa jangka pendek (1-3 hari) ataupun untuk jangka panjang. Jangka pendek tujuannya adalah untuk mematangkan paru janin dengan pemberian obat kortikosteroid. Kontra indikasi pencegahan persalinan adalah IBU: Diabetes, sakit jantung, perdarahan plasenta previa dan solutio plasenta (plasenta lepas duluan sebeblum bayi lahir)
JANIN: gawat janin, janin mati, cacat bawaan. LAINNYA: korio-amnionitis (infeksi ketuban), pembukaan sudah lebih 4 cm.

Jika tidak bisa dicegah, persalinan pervaginam (jalan bawah...) dilakukan dengan melakukan guntingan (episiotomi) secara maksimal...Lho kok digunting? Kan baby nya kecil...Ini salah kaprahnya bagi yang nggak tahu/sok tahu. Gunanya melakukan guntingan adalah agar kepala bayi yang masih belum keras tadi tidak terlalu mendapatkan tekanan dari vagina ibu. Malah pada kasus yang bobot baby-nya sangat rendah dilakukan tarikan dengan cunam agar proses kelahirannya cepat dan kepala terlindungi dengan cunam (forceps).


Angka kemungkinan hidup berdasarkan besarnya usia kehamilan dapat dilihat pada tabel ini.

5 PENYEBAB KEGAGALAN PIL KB

Pil Kontrasepsi kombinasi di pakai lebih dari 100 juta wanita didunia. Pil ini mengandung estrogen dan progesteron, efektifitasnya 99 %. Ada kegagalan yang timbul sekitar 2-8 %. Angka kegagalan ini biasanya akibat penggunaan yang salah (misuse) dari pemakainya.

Berkut ini 5 hal yang membuat efek pil menurun bahkan menghilang:

1.) Tidak memakan pil pada jam yang sama tiap harinya. Karena alasan kesehatan dosis estrogen pada pil telah diturunkan jauh sejak pertama di perkenalkan tahun 1960. Pil modern hanya mengandung 20 mikrogram estrogen (yang jadul 50 mikrogram). Oleh karena dosisnya yg rendah maka pil ini harus dimakan setiap hari pada waktu yang sama.

2.) Lupa makan pil. Jika tidak memakan pil satu kali, maka dosis berikutnya harus didobelkan.

3.) Alkohol. Alkohol dapat menurunkan efektifitas pil. Karena alkohol dimetabolisme di hati dan setiap obat/bahan yang mempengaruhi hati juga akan mempengaruhi penyerapan pil oleh tubuh. Terutama pada peminum berat

4.) Antibiotik dan Obat anti kejang . Obat2an untuk penyakit saraf terutama obat kejang seperti Dilantin dan Carbamazepine, dapat mengurangi effektivitas pil. Antibiotik juga dikatakan bisa mempengaruhi efektifitas pil. jadi jika saat sedang makan obat2an ini dianjurkan untuk memback-up dengan kondom.

5.) Makan pil yang generik. Pil generik memang bisa menghemat uang tetapi biasanya kadar zat yang terkandung didalamnya tidak sama dengan yang merk dagang. (Ini bukan pesan sponsor...biggrinbiggrinbiggrin). Jika kebetulan makan obat diatas (point 4) back-up juga dengan kondom.

Sabtu, 02 Agustus 2008

Kapan kepala masuk ?


Kapan kepala bayi seharusnya masuk ke bagian pintu atas panggul (=PAP)? Pertama2 harus diluruskan dulu pengertian kepala masuk. Bukan berati kepala sudah dibagian bawah. Masuk disini dalam bahasa medisnya "engage" atau past tense lebih tepat "engaged". Kata bendanya "engagement" (bisa juga artinya: tunangan ya). Jadi kepala bayi yang sudah dibawah belum tentu engaged. Engagement jika bagian kepala yang paling lebar yakni diameter biparietal (BPD) sudah melewati pintu atas panggul (pelvic inlet) lihat gambar dibawah ini.



PAP merupakan bidang antara bagian atas tulang kemaluan (simfisis) dan ujung tulang belakang yg sejajar (promontorium). Pada gambar terlihat garis berpanah hitam adalah BPD sedangkan garis satunya lagi adalah PAP. Gambar yang kiri garis panah hitam masih berada diatas garis PAP artinya kepala belum engaged. S Gambar yang kanan sebaliknya. Sekarang sudah jelas mana kepala yang sudah masuk dan mana yang belum. Bahakan ada kepala yang sudah sangat masuk sehingga jika diperiksa dalam (VT=Vaginal Touche) kepala akan teraba dekat sekali. Istilahnya deeply engaged.

Kapan waktunya kepala masuk ? Hasil browsing dengan keyword "baby's head engagement" aku temukan usia 33-34 minggu kepala sudah mulai kebawah bukan enganged (dari forum diskusi yang kurang ilmiah). Dari buku teks kepala sebetulnya engaged berbeda pada hamil 1 (primigravida) atau 2 seterusnya (multigravida). Pada primigravida engagement terjadi pada saat usia kehamilan ≥38 minggu. Sedangkan pada multigravida kepala pada umumnya baru engaged pada saat persalinan.

Makanya pada primigravida wajib dilakukan pemeriksaan panggul saat usia kehamilan 38 minggu (itu kata buku teks) dengan di VT. Bagi wanita hamil pasti nggak nyaman ...redfaceredfaceredface. Secara praktis-nya dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan secara selektif saja. Kalau semua pasien di-VT pasti pasien SpOG-nya nggak rame, 'tul nggak mom atau mom 2B? (Atau malah rame biggrinbiggrinbiggrin ???). Selektif pada ibu pendek (TB kurang 145 cm) atau jika TB ibu normal bayinya besar (tidak seimbang kepala panggul=CPD=Cephalo-Pelvic Disproportion). Kalo yang dua kasus ini mau nggak mau harus mau ya...demi kebaikan mom and baby.

Cara lain adalah dengan meraba dari luar atau dengan pemeriksaan rontgen (pelvimetri). Lihat gambar dibawah ini : nama pemeriksaannya Leopold. Gunanya untuk memeriksa posisi janin dan apakah kepala sudah masuk atau tidak. Gambar C merupakan pemeriksaan untuk memeriksa apakah kepala sudah masuk PAP.



Untuk yang pelvimetri rontgen nggak ketemu gambarnya. Tapi yang ini bisalah dilihat sebagai perbandingan/ilustrasi.....KLIK DISINI

Jumat, 01 Agustus 2008

Induksi Ovulasi

Dalam keadaan tertentu akibat pengaruh hormone wanita tidak mengalami ovulasi (anovulasi). Untuk mengetahui ovulasi terjadi atau tidak dapat dilakukan dengan cara: mengukur suhu basal tubuh (BBT), test kit predictor ovulasi dan USG transvaginal.


Untuk membuat ovulasi timbul dokter kandungan akan memberi ’obat penyubur’ yang sebetulnya lebih tepat obat pemicu ovulasi. Yang paling sering dipakai adalah Chlomiphene Citrate (© ofertil,© blesifen ). Chlomiphene merupakan suatu obat anti-estrogen, dasar pemberiannya: anovulasi adalah akibat tingginya kadar estrogen. Obat ini membantu otak menstimulasi indung telur. Obat 'penyubur lain' seperti vitamin E (merknya macem2 nama belakangnya sering -erol), vitamin C atau asthin force (soho) merupakan anti-oksidan yang sifatnya hanya menunjang saja.


Biasanya diberikan dokter selama 5 hari dengan dosis 1 x 50 mg, mulai dimakan saat hari ke 3 haid atau hari ke 3 perdarahan lucut (withdrawal bleeding) setelah pemberian progesterone. Sekitar hari ke 10, dilakukan pendeteksian ovulasi dengan USG transvaginal untuk melihat tanda ovulasi. Jika terjadi perkembangan sel telur maka ovulasi akan segera terjadi. Hari tepatnya ovulasi dapat dideteksi dengan tes kit ovulasi.




Chlomiphene Citrate (generik) dan Proses Ovulasi



Jika pemberian Chlomiphene dengan dosis 50 tidak berhasil dapat diulangi lagi pada bulan berikutnya dengan dosis yang sama atau ada yang memakai cara menaikkan dosis 2-3 kali lipat (100-150mg) perhari dalam dosis tunggal (=sekali makan) juga selama 5 hari.


Jika ternyata resisten (nggak mempan), dapat diberikan injeksi hormon FSH (Follicel Stimulating Hormon) sintetis. Dosis pemberian dinaikkan secara bertahap sampai terlihat respon adanya perkembangan sel telur (folikel).


Untuk melihat proses ovulasi dalam video : scrolling terus kebagian terbawah halaman ini ada judulnya : VIDEO PROSES OVULASI.


PS : Untuk yang belum pernah hamil jika sudah satu tahun nikah (infertil) sebaiknya memeriksakan sperma terlebih dahulu sebelum melakukan induksi ovulasi.