Selasa, 17 Maret 2009

Makan Obat Flu Saat Hamil

Batuk pilek adalah penyakit yang paling banyak ditemukan dalam praktek sehari2, tidak terkecuali ibu hamil juga bisa terkena. Obat-obatan buat batuk pilek banyak dijual bebas dipasaran. Bumil pada umumnya takut uuntuk mengkonsumsi obat sembarangan, takut ada efek terhadap bayi yg dikandungnya.

Memang dalam obat batuk pilek ada yang aman untuk di konsumsi ada juga yang harus di hindari. Pada umumnya obat batuk pilek mengandung lebih dari satu macam obat. Biasanya merupakan kombinasi beberapa macam obat penghilang gejala seperti anti demam/anti nyeri, anti histamin dan dekongestan (menghilangkan sumbatan) , anti batuk dan pengencer dahak.

Prinsip yang harus selalu dipegang adalah tidak ada obat yang seratus persen aman buat kehamilan. Berikut beberapa jenis obat yang aman untuk dikonsumsi bumil:
Antihistamin seperti chlorpheniramine (CTM), loratadine, doxylamine, brompheniramine, phenindamine, pheniramine, triprolidine, dan diphenhydramine , tetapi obat2 ini bisa membuat ngantuk terutama doxylamine and diphenhydramine.

Ekspektoran (pengencer dahak) seperti guaifenesin (GG) cukup aman untuk dikonsumsi.
Penekan batuk seperti dextromethorphan (DMP) aman digunakan, karena sudah ada penelitian pada wanita hamil tdak menyebabkan cacata bawaan.

Obat penghilang nyeri atau demam seperti acetaminophen (parasetamol) sangat aman dipergunakan, dan sudah banyak penelitian yang mendukungnya. Asalakan memakainya sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Berikut ini kandungan obat yang sebaiknya dihindari:
Dekongestan seperti pseudoephedrine dan phenylephrine, terutama pada TM I, karena ada laporan penenlitian yang menyatakan bisa menyebabkan cacat bawaan. Walaupun risikonya rendah, namun jika si ibu perokok maka risikonya bisa menjadi tinggi. Jika dipergunakan setelah TM pertama dengan dosis tidak melebihi 2 kali perhari cukup aman. Pemakaian lebih dari itu akan menyebabkan menurunnya aliran darah ke ari-ari.

Obat2 penghilang nyeri seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, sodium salicylate, dan obat2an nonsteroid anti-inflammatory drugs (NSAID) sebaiknya dihindari. Karena jika dikonsumsi pada TM I kehamilan bisa menyebabkan keguguran. Informasi terbaru menyebutkan penggunanaan NSAID pada TM II dan III bisa meningkatkan risiko cacat bayi terutama cacat jantung.

Usahaklan juga mengkonsumsi obat batuk pilek yang bebas alkohol. Jadi tinggal dilihat saja kandungan obat batuk flu yang dibeli, kemudian jika mengandung obat yang sebaiknya tdak dimakan ya jangan dimakan...begitu juga sebaliknya.

Minggu, 15 Maret 2009

Jerawat dalam kehamilan

Wanita hamil bisa mengalami timbulnya jerawat dan bisa memperparah jerawat yang sudah ada, terutama di TM I. Hal ini disebabkan tingginya kadar androgen menyebabkan kelenjar sebaseus di kulit membesar dan meningkatkan produksinya yang disebut sebum.

Sebum yang berlebihan disertai sel2 kulit yang lepas pada bagian dalam pori2 akan menyumbat pori, dan menciptakan keadaan dimana kuman berkembang dengan cepat. Semua hal ini menyebabkan inflammasi (peradangan) dan menyebabkan timbulnya jerawat. Untungnya saat usia kehamilan bertambah, jerawat ini akan berkurang. Diduga akibat semakin meningkatnya kadar hormon estrogen mulai TM II kehamilan.

Hal ini memang tidak bisa dicegah, tetapi ada hal2 yang dapat dilakukan yang bisa membantu:
• Cuci dengan lembut dengan sabun lembut atau pembersih 2 kali sehari, dan jika memakai pelembab pastikan bebas minyak. Jangan melakukan scrub (menggosok wajah) dengan kain atau sejenisnya saat mencuci, karena hal ini akan memperburuk keadaaan. Pakailah kedua tangan saja saat mencuci wajah.
• Bersihkan dengan cara di totol (pat) jangan menggosok dengan handuk (rubbing) karena akan mengiritasi jerawat.
• Jangan memencet2 jerawat, karena hal ini bisa menimbulkan jaringan parut.
• Jika memakai kosmetik (makeup) pastikan water-base serta ada label "noncomedogenic" atau "nonacnegenic". Pastikan mencuci makeup sebelum tidur.
• Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah2an.

Jika memakai obat2 jerawat, obat2 berikut ini aman untuk dipakai:
* Benzoyl peroxide
* Salicylic acid - konsentrasi yang rendah
* Erythromycin

Obat2 berikut harus dihindari: (karena bisa mempengaruhi perkembangan janin)
* Accutane (isotretinoin)
Bisa menyebabkan abortus serta cacat pada bayi
* Topical retinoids
Memang belum diteliti secara mendalam, tetapi sebaiknya wanita hamil dan menyusui menghindari pemakaiannya
* Tetracycline
Bisa mengganggu pertumbuhan tulang serta mewarnai gigi. Wanita hamil dan menyusui harus menghindari pemakaiannya.

Selasa, 10 Maret 2009

Video Persalinan Normal

Video ini banyak yang cari, tetapi karena nggak tahu dimana carinya ya jelas aja nggak ketemu...





Video pemasangan IUD juga banyak yang nyari, ini aku kasi link nya aja ya :love:

Rabu, 04 Maret 2009

Hiperplasia Endometrium

Hiperplasia Endometrium adalah suatu kondisi di mana lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh secara berlebihan. Kondisi ini merupakan proses yang jinak (benign), tetapi pada beberapa kasus (hiperplasia tipe atipik) dapat menjadi kanker rahim.

Endometrium merupakan lapisan paling dalam dari rahim. Lapisan ini tumbuh dan menebal setiap bulannya dalam rangka mempersiapkan diri terhadap terjadinya kehamilan, agar hasil konsepsi bisa tertanam. Jika tidak terjadi kehamilan, maka lapisan ini akan keluar saat menstruasi.

Hormon yang ada di tubuh wanita: estrogen dan progesteron mengatur perubahan endometrium, dimana estrogen merangsang pertumbuhannya dan progesteron mempertahankannya. Sekitar pertengahan siklus haid, terjadi ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur). Jika sel telur ini tidak dibuahi (oleh sperma), maka kadar hormon (progesteron) akan menurun, sehingga timbullah haid/menstruasi.

Pada saat mendekati menopause, kadar hormon2 ini berkurang. Setelah menopause wanita tidak lagi haid, karena produksi hormon ini sangat sedikit sekali. Untuk mengurangi keluhan/gejala menopause sebagian wanita memakai hormon pengganti dari luar tubuh (terapi sulih hormon), bisa dalam bentuk kombinasi estrogen + progesteron ataupun estrogen saja.

Estrogen tanpa pendamping progesteron (unoppesd estrogen) akan menyebabkan penebalan endometrium. Pada beberapa kasus sel2 yang menebal ini menjadi tidak normal yang dinamakan Hiperplasis atipik yang merupakan cikal bakal kanker rahim.

Risiko terjadinya hiperplasia endometrium bisa tinggi pada: usia sekitar menopause, menstruasi yang tidak beraturan atau tidak ada haid sama sekali, over-weight, diabetes, SOPK (PCOS), mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron dalam mengatasi gejala menopause. Gejalanya yang biasa/sering adalah perdarahan pervagina yang tidak normal (bisa haid yang banyak dan memanjang).

Berikut ini beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan pada hiperplasia endometrium:
USG: Terutama yang transvaginal.
Biopsi : pengambilan sampel endometrium, selanjutnya di periksa dengan mikroskop (PA)
Dilatasi dan Kuretase (D&C): leher rahim dilebarkan dengan dilatator kemudian hiperplasianya dikuret. Hasil kuret lalau di PA-kan.
Hysteroscopy: memasukkan kamera (endoskopi) kedalam rahim lewat vagina. Dilakukan juga pengambilan sampel untuk di PA-kan

Pada kebanyakan kasus hiperplasisa dapat diobati dengan obat2an yaitu dengan memakai progesteron. Progesteron menipiskan/menghilangkan penebalan serta mencegahnya tidak menebal lagi. Namun pemakain progesteron ini menimbulkan bercak (spotting).

Setelah mengkonsumsi progeteron dalam waktu tertentu, dilakukan evaluasi kembali endometriumnya dengan cara di biopsi atau metode sampling lainnya. Jika tidak ada perbaikan, dilakukan dapat diberikan obat lagi. Histerektomi atau pengangkatan rahim dilakukan jika anak sudah cukup atau hiperplasia nya jenis atipik. Namun jika masih ingin punya anak maka masih ada pilihan dilakukan terapi hormonal.

Hal2 dibawah ini dapat mengurangi risiko terjadinya hiperplasia endometrium:
* Terapi sulih hormon yang seimbang (estrogen plus progesteron).
* Jika haid tidak teratur (tidak tiap bulan ada), dapat diberikan progesteron agar tidak terjadi penebalan endometrium. Pil KB yang mengandung kombinasi estrogen-progesteron dapat memncegah hiperplasia pada wanita dengan haid yang tidak teratur.
* Jika overweight, kurangi BB.

sumber: macam2

Selasa, 03 Maret 2009

Hemorrhoids dalam kehamilan

Hemorrhoids atau Wasir adalah pembengkakan dan inflamasi (peradangan) vena di anus dan rektum, yang biasanya terasa nyeri. Munculnya akibat sering mengedan saat nge-pup atau peningkatan tekanan vena akibat bendungan rahim yang membesar atau penyebab2 lainnya. Pada kehamilan munculnya tersering pada trimester ke 3.

Gejalanya berupa perdarahan saat nge-pup, bisa dikit bisa banyak, gatal atau rasa iritasi disekitar anus, nyeri, pembengkakan sekitar anus, adanya benjolan disekitar anus.

Pembuluh vena disekitar anus membesar akibat meregang akibat peningkatan tekana tekanannya, sehingga berbentuk benjolan atau membengkak. Hal2 yang dapat menyebabkan meningkatnya tekanan vena antara lain: BAB yang keras (ngeden2), nongkrong di toilet terlalu lama, diarre kronis, konstipasi, Obesitas, kehamilan dan anal seks. Faktor keturunan juga memegang peranan dan semakin berumur maka kecendrungan makin tinggi karena semakin lemahnya kekuatan jaringan tubuh.

Pada kehamilan, disamping akibat adanya bendungan vena oleh pembesaran rahim, faktor konstipasi juga sering menyebabkan dan memperberat wasir.

Berita baiknya wasir akan hilang/membaik setelah bayi lahir. Jika bumil mengalaminya terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi wasir ini:
1 Kasi baking soda (basah atau kering) guna mengurangi rasa gatal
2 Berendam dengan air hangat yang telah diberikan baking soda
3 Hindari duduk terlalu lama
4 Penggunaan Pad khusus (Medicated Pad)

Pencegahan tentunya lebih baik ketimbang mengobati. Pencegahan terbaik adalah mencegah konstipasi. Jika terjadi konstipasi hindari mengedan. Berikut ini hal2 yang dapat mencegah konstipasi: makan tinggi serat, banyak minum air, minum jus buah prem, jangan menahan2 BAB, serta makan banyak sayuran dan buah2an.Senam Kegel juga membantu karena dapat melancarkan aliran darah di sekitar anus.

Untuk obat2an medis segera kontak dokter. Jika setelah melahirkan tidak membaik, maka konsultasikan ke dokter bedah. Sekarang terdapat berbagai prosedur operasi ringan dalam mengobati wasir diantaranya :Rubber band ligation, injeksi (sclerotherapy) dan Koagulasi (infrared, laser atau bipolar).

Sumber: macam2

Senin, 02 Maret 2009

Sakit kepala dalam kehamilan

Sakit kepala didefinisikan sebagai nyeri atau sakit didaerah kepala atau leher bagian atas. Sakit kepala merupakan salah satu lokasi nyeri yang paling sering pada tubuh manusia dan memiliki banyak penyebab. Ada seribu lebih keadaan yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Sejak tahun 2007 International Headache Society telah membuat klasifikasi baru sakit kepala. Karena banyaknya orang yang menderita sakit kepala serta pengobatannya kadang2 sulit, klasifikasi baru ini membuat dokter lebih memahami diagnosis yang lebih sfesifik sehingga dapat diberikan pengobatan yang lebih baik dan efektif.

Ada 3 kategori utama sakit kepala :
1. Sakit kepala primer.
Sesuai dengan namanya murni memang dari kepala, termasuk dalam kategori ini : Tension Headache, Migrain dan Cluster Headache.
2. Sakit kepala sekunder.
Sakit kepala akibat dari adanya kelainan pada organ2 yang ada dikepala seperti tumor otak, perdarahan otak, peradangan otak dan lain2nya.
3. Cranial neuralgia (sakit akibat adanya peradangan (inflamasi) pada saraf yang ada di kepala), Sakit didaerah muka dan sakit dibagian kepala lainnya.

Jika bumil menderita sakit kepala dengan ciri2 sebagai berikut, segera periksakan diri ke dokter:
* Sakitnya kuat bangets dan nggak pernah dirasakan sebelumnya.
* Timbul sakitnya mendadak/cepat sekali di pagi hari saat bangun tidur.
* Jika diketahui sebelumnya bumil menderita tekana darah tinggi dan nyerinya tidak hilang setelah mengkonsumsi acetaminophen (parasetamol).
* Jika sakit kepalanya disertai tanda neurologi lainnya seperti pandangan kabur, bagian tubuh mati rasa dan tidak bisa digerakkan/lemas.

Penangan Sakit kepala (yang tentu saja tidak memiliki ciri seperti diatas)

* Pengobatan non-medis -Memakai kompres dingin dikepala, istirahat diruangan yang ruangan dingin yang gelap, tidur, lakukan massage daerah kening dengan lembut (jangan pakai obat2an), atau dengan massage seluruh tubuh. Dapat juga dicoba metode2 seperti meditasi, yoga, tehinik2 relaksasi, mendengarkan musik yang lembut dll.

* Anti-nyeri Golongan Non-narkotik - Seperti Acetaminophen (Parasetamoll) merupakan obat lapis pertama dalam mengobati sakit kepala dalam kehamilan. Sebelum TM III anti nyeri non-steroid seperti ibuprofen (Motrin, Advil) biasanya aman untuk digunakan. Tetapi setelah hamil 32 minggu, obat ini kurang aman digunakan. Secangkir kopi atau sekaleng Cola biasanya aman buat menghilangkan sakit kepala pada wanita hamil.

* Anti nyeri golongan narkotik - Kadang2 anti nyeri golongan ini dibutuhkan , terutama jika obat lapis pertama tidak mampu menhilangkan nyeri, yang tentunya dalam hal ini dokter yang akan meresepkannya, seperti codeine, oxycodone (Percodan), and meperidine (Demerol) sering direspkan pada sakit kepala yang berat. Pemakaian kangka pendek tidak membahayakan bayi dan ibu, asalkan ibunya tidak nyetir setelah makan obat ini (bisa bikin ngantuk). Sedangkan pemakaian jangka panjang bisa menimbulkan adiksi (ketagihan).

Khusus untuk obat2 migarian, efek jangka panjangnya masih belum banyak data, sehingga kemanannya belum seratus persen buat bayi. Pemakaian golongan ini jika memang pertimbangan keuntungannya lebih tinggi dibandingkan jika tidak diberikan obatnya sama sekali. Obat2an tersebut antara lain : Sumatriptan

Derivat ergot seperti ergotamin dan dihidroergotamin dilaporkan malah bisa menyebabkan cacat bawaan pada bayi sehingg dikategorikan sebagai kategori X = tidak man dipergunakan saat hamil.

Mencegah sakit kepala
Pencegahan adalah hal yang paling penting, terutama terhadap migrain (mengingat obat2nya kurang/tidak aman buat kehamilan). Langkah pertama pencegahan adalah mengenali apa yang enjadi pencetus sakit kepalanya.

Perubahan gaya hiudp dan pola makan harus dilakukan. Makanan seperti keju dan MSG bisa menimbulkan migrain pada sebagian orang. Hentikan merokok, minum alkohol dan cukup tidur. Hindari kebisingan, cukup minum dan tidur yang nyaman juga bisa mencegah tension headache.

NB
Coba buka link ini, terlihat ada sekitar 1715 keadaan yang bisa menyebabkan sakit kepala

Sumber: Macam2