Sabtu, 07 November 2009

Panggul sempit

Ada 2 definisi panggul sempit, yaitu secara anatomi dan secara obstetri. Secara anatomi berarti panggul yang satu atau lebih ukuran diameternya berada di bawah angka normal sebanyak 1 cm atau lebih. Pengertian secara obstetri adalah panggul yang satu atau lebih diameternya kurang sehingga mengganggu mekanisme persalinan normal.

Pengertian ini jangan dicampur-adukkan dengan disproporsi (ke-tidak-seimbangan) secara umum. Contohnya panggul ukuran normal tetapi bayi ukurannya besar sehingga tidak seimbang antara ukuran bayi dengan jalan lahir. Panggul sempit tetap bayinya kecil/prematur maka masih bisa bayinya lahir secara normal.

Faktor yang mempengaruhi ukuran dan bentuk panggul
* Perkembangan: bawaan lahir atau keturunan.
* Suku bangsa.
* Nutrisi: gangguan gizi (malnutrisi)
* Faktor hormon: kelebihan androgen menyebabkan panggul jenis android.
* Metabolisme: ricketsia dan osteomalasia.
* Trauma, penyakit atau tumor tulang panggul, kaki dan tulang belakang.

Wanita dengan tinggi kurang dari 1,5 meter dicurigai panggul sempit (ukuran barat). Pada pemeriksaan kehamilan, terutama kehamilan anak pertama, kepala janin belum masuk pintu atas panggul di 3-4 minggu terakhir kehamilan. Bisa juga ditemukan perutnya seperti pendulum serta ditemukan kelainan letak bayi.

Pada kehamilan pertama, biasanya dilakukan pemeriksaan kapasitas rongga panggul pada usia kehamilan 38-39 minggu, baik secara klinis (dengan periksa dalam /VT) atau dengan alat seperti jangka ataupun radio diagnostik (X-ray, CT-scan atau Magnetic resonance imaging (MRI).

Berikut ini adalah cara untuk menilai panggul sempit secara klinis (dengan pemeriksaan dokter tanpa alat) :

Metode Pinard
o Pasien mengosongkan kandung kemih dan rektum.
o Pasien dalam posisi semi duduk.
o Tangan kiri mendorong kepala bayi kearah bawah belakang panggul sementara jari tangan kanan di posisikan di tulang kemaluan (simfisis) untuk mendeteksi ketidak seimbangan kepala dengan jalan lahir (disproporsi).

Metode Muller - Kerr
o Metode ini lebih akurat dalam mendeteksi disproporsi kepala dengan jalan lahir.
o Pasien mengosongkan kandung kemih dan rektum.
o Posisi berbaring telentang.
o Tangan kiri mendorong kepala ke dalam panggul dan jari tangan kanan dimasukkan ke dalam vagina (VT) dan jempol kanan diletakkan di tulang kemaluan (kalau jari asia rada susah karena pendek he he tanduktanduktanduk).

Derajat panggul sempit ditentukan oleh ukuran/jarak antara bagian bawah tulang kemaluan (os pubis) dengan tonjolan tulang belakang (promontorium). Jarak ini dinamakan konjugata vera (garis merah pada gambar di bawah ini).
Dikatakan sempit Ringan: jika ukurannya 9-10 cm, Sempit sedang: 8-9 cm, sempit berat: 6-8 cm dan sangat sempit jika kurang dari 6 cm.

Photobucket

Untuk panggul sempit ringan masih bisa dilakukan persalinan percobaan sedangkan mulai sempit sedang dan seterusnya dilakukan persalinan dengan operasi cesar.

Sumber : El-Mowaffi

Kesalahan-kesalahan Cowok saat bercinta...

Buat co-co, jangan merasa sudah tahu sebelum baca ini. Berikut ini sejumlah kesalahan yang sering dilakukan co-co saat bercinta. Kesalahan-kesalahan ini umumnya terjadi karena co sering nggak sabaran. Langsung maunya to the "point" saja:music::music::music:.

1. NOT KISSING FIRST
Avoiding her lips and diving straight for the erogenous zones makes her feel like you're paying by the hour and trying to get your money's worth by cutting out nonessentials. A proper passionate kiss is the Ultimate form of foreplay.

2. BLOWING TOO HARD IN HER EAR
Admit it, some kid at school told you girls love this. Well, there's a difference between being erotic and blowing as if you're trying to extinguish the candles on your 50th birthday cake. That hurts.

3. NOT SHAVING
You often forget you have a porcupine strapped to your chin which you rake repeatedly across your partner's face and thighs. When she turns her head from side to side, it's not passion, it's avoidance.

4. SQUEEZING HER BREAST
Most men act like a housewife testing a melon for ripeness when they get their hand on a pairgelakgulinggelakgulinggelakguling . Stroke,caress, and smooth them.

Untuk membaca selengkapnya (40 kesalahan co-co) silakan download disini. setansetansetan

Kamis, 05 November 2009

Minum Minyak Goreng Persalinan Lancar ?

Barusan membantu persalinan, pasiennya mengalami diare. Usut punya usut ternyata sebelum datang ke klinik untuk bersalin si ibu meminum 2 sendok makan minyak goreng/,minyak makan. Katanya menurut orang2 tua hal ini akan membuat persalinan lancar.

Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar dan biasanya digunakan untuk menggoreng makanan. Minyak goreng dari tumbuhan biasanya dihasilkan dari tanaman seperti kelapa, biji-bijian, kacang-kacangan, jagung, kedelai, dan kanola.

Dengan meminum minyak goreng yang masih belum digoreng, maka sebagian besar minyak tidak akan diolah oleh usus, sehingga saat masuk ke usus besar juga masih dalam bentuk minyak. Juga ada minyak yang mengiritasi saluran cerna, akibatnya pup menjadi lunak dan bahkan cenderung encer seperti diare. (perlu di koreksi)

Dalam pikiran orang2 tua tersebut, mereka mungkin menyangka bahwa saluran cerna bisa bermuara ke saluran lahir (jalan lahir), sehingga jika meminum minyak goreng, maka jalan lahir akan licin (akibat minyak) dan bayi mulus keluar sengihnampakgigi

Kalau di lihat dari sudut pandang ilmiahnya, sebetulnya ada benarnya juga sedikit. Mmemang ada kasus persalinan yang mandek akibat penuhnya rongga rektum oleh pup yang keras (dystosia feces ha ha ha gelakguling). Sehingga dengan menghilangkan pup yang keras ini dengan pencahar, kepala bayi akan lebih mudah untuk turun ke dasar panggul (lihat gambar di samping kanan ini). Walaupun tidak sepenuhnya melancarkan persalinan, setidak2nya dengan rektum yang kosong, maka kepala lebih mudah untuk turun ke dasar panggul.

Makanya di akhir masa kehamilan (tunggu hari) dokter sering menasehati ibu agar banyak mengkonsumsi sayuran/buah2an serta banyak minum air, dengan tujuan pup ibu lancar serta tidak ada pup yang keras di rektum (akibat pup yang tidak lancar atau pup yang kurang air dan serat). Jangan pas mau lahiran baru minum minyak goreng. Maka harum semerbak mewangi lah ruang persalinan...http://emo.huhiho.comhttp://emo.huhiho.com Untung hidung dokter obgyn sudah adaptasi dengan bau yang semerbak mewangi tadi...peace

Rabu, 04 November 2009

TanjungPinang Pos

Tulisan ini sebetulnya tidak ada relevansinya dengan tema blog. Ide membuatnya datang saat iseng2 mencari kata kunci sesuai judul tulisan di Google. Baik web maupun image tidak mengeluarkan hasil pencarian yang memadai/minim banget, malah kurang ada korelasinya dengan Tanjung Pinang Pos. Jadi aku hanya ingin membantu agar kata "Tanjung Pinang Pos" cepat terindeks di Google SEpeace.

Tanjung Pinang Pos merupakan sebuah harian baru di Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau, yang baru terbit perdana tanggal 28 Oktober 2009 yang lalu. Diluncurkan sengaja bersamaan dengan sumpah pemuda dengan harapan "tertular" dengan semangat sumpah pemuda. Harian ini untuk sementara hanya terbit senin - sabtu.

Sesuai dengan nama belakangnya, harian ini merupakan grup Jawa Pos. Untuk Propinsi Kepulauan Riau, di samping Tanjung Pinang Pos juga sudah ada harian Batam Pos yang merupakan saudara tuanya.

Tanjung Pinang Pos diterbitkan oleh PT. Batam Intermedia Pers dengan alamat redaksi: Ruko Bintan Centre Blok R no 3 Tanjung Pinang dan Harian ini di cetak oleh PT. Ripos Bintana Press.

Berikut ini gambar2 yang berhubungan dengan Tanjung Pinang Pos

Pemimpin Umum/Direktur Tanjung Pinang Pos

Ramai2 baca Tanjung Pinang Pos

Tanjung Pinang Pos Rabu 4 November 2009


NOTE: Saat posting ini dibuat, website Tanjungpinang Pos belum dibuat he he he, saat note tambahan ini dibuat, webistenya masih dalam tahap konstruksi. Saat anda membuka halaman posting ini mungkin websitenya (KLIK DISINI) sudah ada.

Kamis, 29 Oktober 2009

HSG ( Histerosalfingografi)

Pada pasangan yang infertil (tidak subur), sering dilakukan pemeriksaan yang dinamakan HSG (Histero-salpingo-grafi). HSG dilakukan guna mendeteksi kondisi rahim dan saluran indung telur. HSG mempergunakan sinar X dan cairan khusus yang memberikan reaksi warna putih jika di beri sinar X, sehingga akan "tercetak" bentuk rahim dan saluran indung telur (tuba). Sehingga dokter dapat menentukan ada tidaknya kerusakan atau sumbatan pada saluran reproduksi dimaksud.

Disamping itu adad beberapa kelainan yang bisa dideteksi dengan HSG:
* Mioma uteri
* Polip rahim
* Adesi (perlengketan) atau jaringan ikat
* Endometriosis

HSG dikerjakan pada wanita yang menjalani pemeriksaan kesuburan. Setiap wanita yang mencari pengobatan untuk bisa hamil harus ,menjalani pemeriksaan ini. Disamping untuk kelainan rahim dan tuba, ternyata HSG juga meningkatkan angka kehamilan pada sejumlah wanita, karena pemeriksaan HSG membantu membersihkan dan membuka sumbatan tuba yang ringan.

Prosedur HSG dilakukan di bagian radiologi (bagian rontgen) secara rawat jalan. Prosedurnya sangat cepat sekali, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Prosedurnya sebagai berikut:
  • Berbaring dalam posisi litotomi (sama seperti prosedur pap atau UPS) .
  • Dimasukkan spekulum untuk memperlihatkan mulut leher rahim.
  • Kateter kecil lalu dimasukkan ke dalam rahim melalui liang leher rahim.
  • Zat pewarna rontgen lalu dimasukkan perlahan2 ke dalam rahim lewat kateter.
  • Rontgen kemudian dilakukan ketika zat pewarna tadi sudah masuk ke dalam tuba dan tumpah ke dalam rongga perut (spill).
  • Kemudian disuruh berbaring untuk rontgen selanjutnya
  • Setelah rontgen selesai ibu diminta untuk tetap telentang dalam beberapa menit.
  • Akan terasa sedikit kejang perut.
  • Hasilnya segera bisa diketahui.
Sebagaimana tindakan diagnostik, ada komplikasi/efek samping yang timbul akibat HSG. Tetapi sangat jarang (hanya 1%) seperti: spotting, pingsan, infeksi rahim serta reaksi alergi zat pewarna rontgen. Untuk meminimalisir efek ini, biasanya dalam zat pewarna kadang juga sudah ditambahkan antibiotik, anti alergi serta anti kejang saluran peranakan.

Photobucket
Hasil HSG

Hasil normal berupa tidak adanya sumbatan pada kedua tuba (tuba paten) serta bentuk dan ukuran rahim yang normal. Hasil tidak normal yang mungkin ditemukan adalah sumbatan pada tuba (non-paten tuba), adanya adesi pada dinding rahim (ada bagian yang saling berlengketan) serta bentuk rahim yang tidak seperti biasanya.

Jika hasil HSG normal, maka diperlukan pemeriksaan lanjutan lainnya guna mencari penyebab ketidaksuburannya, sedangkan jika hasilnya tidak normal maka dibutuhkan tindakan medis guna mengatasi kelainan yang ada seperti jika terjadi sumbatan tuba perlu dulakukan tindakan peniupan tuba (hdrotubasi atau pertubasi).

Selasa, 27 Oktober 2009

Uji Paska Senggama

Saat mendekati ovulasi tiap bulan, hormon estrogen yang dihasilkan indung telur, akan merangsang produksi lendir leher rahim. Untuk bisa terjadinya kehamilan secara alami, maka sperma harus bisa menembus dan berenang melewati lendir ini, dalam perjalanannya menuju sel telur yang dihasilkan oleh indung telur.

Pada kasus tertentu, terdapat inkompatibilitas antara sperma dan lendir ini, sehingga menyebabkan sperma tidak bisa bergerak dan atau mati, sehingga kehamilan tidak bisa terjadi. Uji paska senggama (UPS) dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir serviks pada saat mendekati ovulasi untuk menentukan apakah ada inkompatibilitas.

UPS dilakukan dalam 1 sampai 2 hari ovulasi. Deteksi ovulasi dilakukan oleh pasien (sesuai dengan petunjuk dokter) dengan mengukur suhu basal tubuh, lendir serviks, dan kadar hormon luteinizing (LH) dalam urin (dengan ovutest atau fertitest). Jika hasilnya menunjukkan akan terjadi ovulasi, lakukan hubungan seks 2-8 jam pemeriksaan lendir serviks. Jangan pakai lubrikasi saat hubungan seks, douche (pencuci vagina) setelahnya dan tentu saja jangan mandi berendam.

Cara pengambilan sampel lendir serviks mirip seperti saat melakukan pengambilan sampel pap smear. Berbaring dalam posisi litotomi (dan tentu saja harus buka celana jelir ). Selanjutnya dimasukkan alat yang namanya spekulum agar leher rahim terlihat dengan jelas. Lendir serviks diambil kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Hasil UPS disebut normal jika :
* Jumlah sperma yang terlihat normal
* Sperma bergerak maju dalam lendir serviks
* Lendir serviks bisa membentuk benang sepanjang minimal 2 inci.
* Lendir serviks yang mengering membentuk pola seperti pohon cemara (fernlike pattern)

Hasil tidak normal jika:
* Lendir tidak bisa membentuk benang minimal 2 inci dan tidak membentuk fernlike pattern
* Tidak ada sperma atau jumlah yang cukup dalam sampel
* sperma berkelompok serta tidak bergerak secara normal.

Hasil normal menyimpulkan bahwa konsepsi bisa terjadi secara alami, sedangkan hasil yang tidak normal maka dibutuhkan cara/pengobatan lain untuk bisa hamil. Untuk hasil yang abnormal masih ada lanjutan pemeriksaannya yaitu Uji Penetrasi Sperma yang di bahas dalam post berikutnya.

Kamis, 15 Oktober 2009

Pijat perinium aka Pijat Kerampang

Pijat kerampang (= daerah antara vagina dan anus) beberapa minggu menjelang persalinan, tepatnya mulai 34 minggu, berguna untuk meng-elastis-kan bagian luar dan dalam jalan lahir dalam menghadapi persalinan. Hal ini juga dapat mengurangi risiko robekan jalan lahir serta menghindari dilakukannya episiotomi (=tindakan menggunting jalan lahir saat persalinan).

Semakin baik peregangan kerampang dilakukan dalam menghadapi persalinan maka akan semakin kecil kemungkinan robek dan semakin cepat penyembuhan jika nantinya mengalami robekan (spontan). Sama halnya dengan mempersiapkan otot para atlet dalam menghadapi pertandingan, melatih otot kerampang juga perlu dilakukan agar mampu bekerja secara maksimal saat persalinan.

Keuntungan lain jika melakukan pijat kerampang 6 minggu menjelang perkiraan persalinan mampu mengurangi rasa sakit saat kepala bayi sedang nongol di jalan lahir (crowning). Selanjutnya hal ini membiasakan wanita dalam menghadapi sensasi penekanan jalan lahir saat persalinan sehingga nantinya akan lebih relaks saat menghadapai proses yang sama dalam persalinan (tidak meneran/mengedan sebelum waktunya).

Pijat kerampang bisa dilakukan sendiri atau oleh pasangan. Cari tempat dan posisi yang nyaman, jika dilakukan sendiri, cari posisi dimana akses ke daerah perineum mudah. Dibutuhkan lubrikan (minyak) yang tidak mengiritasi saat melakukannya seperti K-Y (kewai)J elly atau minyak yang berasal dari sayuran.

Untuk melakukannya, masukkan jari jempol sedalam 2-4 cm ke dalam vagina, dan tekan ke bawah ke arah rektum, pertahankan tekanan konstan ini saat jari jempol di gerakkan sepanjang sisi vagina dalam bentuk berakan berirama membentuk huruf U atau seperti gerakan ber-ayun, serta menjauhi liang pipis)(Lihat gambar di bawah)

Photobucket

Usahakan merelaksasikan otot daerah kerampang ini saat dilakukan pijatan. Lakukan pijatan selama 5-10 menit dan diulang secara ganti hari. Setelah pijatan lakukan kontraksi otot dasar panggul sebanyak lima kali (lakukan gerakan seperti akan menahan BAB agar tidak keluar saat kebelet):waaah:.

Setelah beberapa kali melakukannya dan serta merasa lebih nyaman, maka tekanan pijatan yang berikutnya dilakukan harus lebih kuat dari sebelumnya. Jika pasangan yang melakukan , bisa mempergunakan jari telunjuk.