Jumat, 05 September 2008

Gardasil = Vaksin HPV

Gardasil merupakan satu-satunya vaksin yang ada untuk mencegah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Vaksin ini mengandung 4 spesies HPV yaitu 6, 11, 16 dan 18. Seperti kita ketahui type 16 dan 18 adalah penyebab kanker leher rahim.

Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dalam periode 6 bulan. Injeksi kedua setelah 2 bulan dan injeksi ketiga setelah 4 bulan. setelah yang kedua. Di luar vaksin ini direkomendasikan pada usia 9 -26 tahun. Perlu diketahui sebagaimana umumnya vaksin tidak bisa untuk mengobati infeksi HPV yang sudah ada.

Vaksin ini sebaiknya diberikan sebelum seorang wanita menjadi aktif secara seksual. Sedangkan yang sudah terlanjur aktif akan kurang memberikan keuntungan. Pemeriksaan skrining HPV juga tidak dibutuhkan sebelum pemberian vaksin.

Vaksin ini juga sudah di approve oleh FDA dan masih terus dimonitor. Sejauh ini pemberian pada wanita hamil aman2 saja, tetapi masih dibutuhkan penelitian lanjutan. Ada anjuran sebaiknya wanita hamil menunda pemberian vaksin ini sampai setelah melahirkan.

Sebetulnya cara terbaik untuk mencegah kanker leher rahim adalah tetap setia pada satu pasangan (berlaku untuk kedua belah pihak laki2 dan perempuan)

Efek samping vaksinasi :
* Nyeri pada daerah suntikan (>83.9 %)
* Bengkak pada daerah suntikan (>25.4 %)
* Merah pada daerah injeksi (>24.6 %)
* Demam (>13 %)
* Mual (>6.7 %)
* Pusyiing (>4)
* Diarrhea (> 3.6)
* Efek samping lainnya yang kurang dari satu persen: Muntah, Batuk, Sakit gigi, Gak enak badan (General ill feeling), Nyeri sendi, Insomnia, Hidung tersumbat

Segera cari pertolongan jika timbul : demam tinggi atau reaksi alergi paska penyuntikan, baca monografnya.

KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD MONOGRAPH GARDASIL(pdf format)

Amenorea

Amenorea : keadaan dimana tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut.

Dibagi atas amenorea primer (usia 18 tahun ke atas tidak dapat haid) dan skunder penderita pernah mendapat haid dan kemudian tidak haid lagi). Istilah kriptomenorea merupakan keadaan dimana tidak tampak adanya haid karena darah tidak keluar berhubung ada yang menghalangi, seperti pada himen yang nggak berlubang, penutupan saluran servikis, dan lain-lain.

Sebab-sebab pada amenorea primer dan sekunder :
1. Gangguan organik pusat
2. Gangguan kejiwaan : syok emosional, psikosis, pseudosiesis (hamil palsu)
3. Gangguan poros hipotalamus-hipofisis: sindrom amenorea-galaktorea, sindrom Stein-Leventhal, amenorea hipotalamik
4. Gangguan hipofisis: sindrom Sheehan, penyakit Simmonds, tumor
5. Gangguan gonad : Kelainan kongenital, Menopause prematur, penghentian fungsi ovarium karena operasi,radiasi, radang dan sebagainya.
6. Gangguan glandula suprarenalis : Sindrom adrenogenital, Sindrom crushing, penyakit Addison
7. Gangguan glandula tiroidea : Hipotiroidea, hipertiroidea, kretinisme
8. Gangguan pankreas
9. Gangguan uterus dan vagina
10.Penyakit-penyakit umum

Rencana Pemeriksaan
Anamnesis yang baik dan lengkap sangat penting. Harus diketahui, apakah amenorea primer atau skunder. Dihubungkan antara amenorea dan faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan emosional; apakah ada kemungkinan kehamilan; apakah penderita menderita penyakit akut atau menahun; apakah ada gejala-gejala metabolik, dan lainnya

Sesudah itu dilakukan pemeriksaan fisik, seperti tinggi badan, berat badan, ciri-ciri kelamin skunder, hirsutisme. Lalu dilakukan pemeriksaan ginekologik untuk mengetahui adanya jenis ginatresi, adanya aplasia vagina, keadaan klitoris, aplasia uteri, adanya tumor, ovarium dan sebagainya.

Apabila pemeriksaan klinis tidak memberikan gambaran yang jelas, dilakukan pemeriksaan berikut :
  1. Pemeriksaan foto rontgen thorak untuk TB pulmonem, dari sella tursika untuk mengetahui adanya perubahan dari sella tursika tersebut.
  2. Pemeriksaan sitologi vagina
  3. Tes toleransi glukosa
  4. Pemeriksaan mata
  5. Kerokan uterus
  6. Pemeriksaan metabolisme basal (T3 dan T4)
Pemeriksaan yang memerlukan fasilitas khusus :
  1. Laparaskopi, untuk mengetahui hipoplasia uteri, aplasia uteri, disgenesis ovarium, tumor ovarium, ovarium polikistik
  2. Pemeriksaan kromatin seks untuk mengetahui apakah penderita secara genetik seorang wanita
  3. Pembuatan kariogram dengan pembiakan sel-sel guna mempelajari kromosom
  4. Pemeriksaan kadar hormon (T3, T4, FSH, LH, estrogen, prolaktin, 17-ketosteroid)

Tinjauan umum tentang Penanggulangan Amenorea
  • Tidak selalu memerlukan terapi, misalnya pada wanita berumur > 40 th dengan amenorea tanpa sebab yang mengkhawatirkan tidak memerlukan pengobatan
  • Dalam kategori ini, yang memerlukan terapi adalah wanita-wanita muda yang mengeluh tentang infertilitas, atau sangat terganggu dengan tidak datangnya haid.
  • Tindakan memperbaiki keadaan kesehatan, perbaikan gizi, kehidupan dalam lingkungan yang sehat dan tenang.
  • Pengurangan berat badan pada wanita obesitas
  • Pemberian tiroid pada wanita dengan hipotiroid
  • Pemberian kortikosteroid pada gangguan glandula suprarenalis (Penyakit Addison laten)
  • Pemberian estrogen dan progesteron dapat menimbulkan perdarahan siklik, dan perdarahan ini bersifat withdrawal bleeding, bukan merupakan suatu haid yang didahului oleh ovulasi.
Penyakit yang dapat disertai amenorea
Kelainan Kejiwaan
  1. Psikosis: sering dijumpai bersama amenorea ialah penyakit yang disertai depresi.
  2. Anoreksia nervosa:Terutama ditemukan pada wanita muda yang menderita gangguan emosional yang cukup berat. Penanganan anoreksia nervosa harus dilakukan oleh ahli psikiatri. Jika berat badan bertambah, biasanya haid dapat kembali dalam 3 bulan.
  3. Pseudosiesis:adalah suatu keadaan dimana terdapat kumpulan tanda-tanda kehamilan pada seorang wanita yang tidak hamil. Diagnosis dibuat dengan menemukan uterus yang sebesar biasa pada pemeriksaan ginekologik dan tes hamil yang negatif.

Gangguan Poros Hipotalamus-Hipofisis
  • Sindrom amenorea galaktorea: ditemukan amenorea, dan pada mamma dapat dikeluarkan air susu. Dasarnya ialah gangguan endokrin berupa gangguan produksi releasing factor dengan akibat menurunnya kafar FSH dan LH dan gangguan produksi Prolacting Inhibiting Factor dengan akibat peningkatan pengeluaran prolaktin. Dapat ditemukan setelah kehamilan, disini masa laktasi menjadi jauh lebih panjang dari biasanya (sindrom Chiari Frommel).Dapat juga ditemukan pada tumor hipofisis yang memproduksi prolaktin (sindrom Forbes-Albright).
  • Sindrom Stein-Leventhal : terdiri dari amenorea, hirsutisme dan pembesaran polikistik ovarium.
  • Amenorea hipotalamik

Gangguan Hipofisis
  1. Insufisiensi hipofisis (Sindrom Sheehan dan Penyakit Simmonds).Gejalanya adalah amenorea, hilangnya laktasi, hipotiroidea, atrofi alat-alat genital dan sebagainya. Terapi terdiri atas pemberian hormon sebagai subsitusi, antara lain kortison, bubuk tiroid, dan sebagainya.
  2. Tumor Hipofisis
  3. Kelainan kongenital pada Hipofisis

Gangguan Gonad
  • Disgenesis/ Agenesis ovarii (Sindrom Turner): Trias klsiknya : infantilisme, webbed neck dan kubitus vagus. Penderita ini memiliki genitalia eksterna wanita dengan klitoris agaj membesar pada beberapa kasus, sehingga mereka dibesarkan sebagai wanita. Pola kromosom kebanyakan 45XO, pada sebagian dalam bentuk 45-XO/46-XX; pada sebagian dalam kelahiran bayi wanita. Selain trias, biasanya dijumpai tubuh yang pendek tidak lebih dari 150cm, dada berbentuk perisai dengan puting susu jauh ke lateral, payudara tidak berkembang, rambut ketiak dan pubis sedikit atau tidak ada, amenorea, koarktasi atau stenosis aorta, batas rambut belakang yang rendah, ruas tulang tangan dan kaki pendek, osteoporosis, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, anomali ginjal dan sebagainya.
  • Sindrom feminisasi Testikuler
  • Menopause prematur
  • Sindrom ovarium yang Tidak Peka (The insensitive ovary syndrome)
  • Tumor-tumor ovarium

Gangguan Glandula suprarenalis
  1. Sindrom Adrenogenital: bersifat kongenital, akan tetapi dapat tumbuh kemudian. Penyebabnya ialah hiperplasia adrenal. Biasanya bayi dengan sindrom ini adalah bayi wanita, dengan pembesaran klitoris dengan kadang-kadang hipospadia. Pada wanita yang lebih dewasa terdapat amenorea, klitoris membesar, atrofi mamma dan membesarnya suara.
  2. Sindrom Crushing: pembuatan hormon glandula suprarenalis yang berlebihan, terutama komponen kortikosteroid yang ada sangkut pautnya dengan metabolisme karbohidrat, protein dan elektrolit. Gejalanya ialah obesitas, moon face, amenorea, hirsutisme, osteoporosis, hipertensi, striae terutama pada dinding perut.
  3. Penyakit Addison
Gangguan Uterus dan vagina
  1. Sindrom Asherman: terjadi karena destruksi endometrium serta tumbuhnya sinekia pada dinding kavum uteri sebagai akibat kerokan yang berlebihan, biasanya pada abortus atau postpartum.
  2. Endometritis tuberkulosa: umumnya skunder pada penderita salpingitis tuberkulosa. Terapi yang kausal terhadap tuberkulosis biasanya dapat menyebabkan timbulnya haid lagi.

Kamis, 04 September 2008

Antiphospholipid Antibody Syndrome (APS)

Antiphospholipid syndrome (APS) adalah kelainan yang ditandai dengan adanya thrombosis (sumbatan) arteri dan vena yang berulang dan atau keguguran yang berhubungan dengan abnormalitas hasil periksaan laboratorium seperti kadar antibodi anticardiolipin [aCL].

Kriteria Diagnosis

  • Thrombosis - Ada satua atau lebih episode klinis thrombosis arteri, vena, atau pembuluh darah keci pada organ atau jaringan yang dapat dikonfirmasi dengan USG Doppler, atau pemeriksaan histopathologi
  • Kaelainan kehamilan:
  1. Satu kali atau lebih kematian janin yang tidak terjelasakan pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu.
  2. Satu atau lebih kelahiran prematur dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu akibat preeklampsia, eklampsia, atau insufisinsi plasenta.
  3. Tiga atau lebih abortus spontan yang tak terjelaskan dengan usia kehamilan kurang dari 10 minggu, bukan karena kelainan kromosom dan hormonal.

Kriteria Laboratorium

  • Anticardiolipin (aCL) antibodi IgG/IgM >40 IgG phospholipid unit, >40 IgM phospholipid units.
  • Lupus anticoagulan yang positif pada 2 kali pemeriksaan dengan interval 12 minggu.
Pengobatan Obstetri
  • Pasien harsus diperiksa secara seksama akan adanya gejala thrombosis dan thromboembolisme, preeklampsia berat, atau gerakan janin yang berkurang.
  • Pada psien2 dengan riwayat obstetri jelek, rutin dilakukan USG tiap 3-4 minggu sekali mulai kehamilan 18-20 minggu.
  • Pemeriksaan kadar Human chorionic gonadotropin (hCG) pada trimester pertama. Jika kadar CG meningkat secara normal besar kemungkinan 80-90% kasus selamat. Jiak peningkatan tidak normal maka 70-80% kasus tidak selamat. Segera dilakukan terapi dengan heparin dengan risiko timbul perdarahan.
  • USG pada usia 30-32 untuk enilai pertumbuhan janin. Gangguan pertumbuhan menunjukkan adanya gangguan sirkulasi darah di plasenta.
  • Heparin dianjurkan pada APS dengan kehamilan. Yang dipakai adalah Low molecular weight heparin (LMWH).
  • Warfarin dapat menggantikan heparin pada periode postpartum.

Rabu, 03 September 2008

Konsultasi: Gambaran USG Awal Hamil

KONSUL
Saya mo nanya dok...hr pertama haid terakhit saya 29 juli, siklus say normal 28 hr dan gak pernah telat yg ada malah mendahului. Nah pas tgl 29 agustus saya test pack sampe 2x hasil nya positif..(maklum dok kehamilan pertama setelah 4 th menikah...).

Malemnya kedokter sangking senengnya,..pas diusg kt dokter belum tampak kantung janinnya,..tp ada penebalan dirahimnya dan memang ada tanda tanda kehamilan. krn itu disuruh balik lg ntar tgl 19 sept. dan dikasih obat penguat preabor sama vitaminnya vitamulti. yg saya mo tanyakan...penebalan itu apa dok???...

KATA Dr DIDIK SPOG
Kehamilan 1 bulan (4-5minggu) memang kadang2 tidak terlihat dengan USG 2D. transabdominal. Apalagi jika lemak dinding perut tebal. Tanda2 hamil yang tampak adalah ukuran rahim yang membesar (ukuran normal sekitar 5 cm) serta terlihatnya penebalan pada endometrium yang sebetulnya merupakan desidua atau tempat kehamilan menanamkan diri.

Kalau ada USG transvaginal maka kantong kehamilannya pasti terlihat (nggak perlu pakai USG yg 3D). Biasanya jika akan dilakukan USG ulangan adalah 2 minggu kemudian. Dengan USG 2D kantong kehamilannya sdh pasti terlihat.

Jadi makan saja progesteron dan vitamin yang diberikan. Hindari hubungan seks diawal kehamilan, apalagi dapat kehamilannya susah (infertilitas primer 4 tahun). Untuk vitamin ada yang lebih bagus dari vitamulti yaitu Follamil genio atau prenatin DF. Harga vitaminnya memang lebih mahal karena anaknya juga kan mahal (susah dapat=high value baby). Kalau yang terbaik untuk anak nggak ada yg mahal. Ya nggak? Semoga ada pencerahan...

SKRINING KANKER SERVIKS


Angka kejadian di Indonesia tinggi dan sebagian besar ditemukan pada stadium lanjut.

Di dunia : urutan ke 5. Di Indonesia : urutan pertama.

Di negara berkembang, sampai 471.000 kasus baru ditemukan per tahun, lebih dari 50% ditemukan dalam stadium lanjut.

Mulai meningkat pada usia 20 tahun dan menetap sesudah umur 50 tahun.

Karsinoma in situ meningkat dengan puncak pada usia 30-34 tahun.

Displasia meningkat dengan puncak pada usia 20-29 tahun.

Pemeriksaan penunjang pada kanker serviks

· Tes Papanicolaou (PAP) smear : sitologi eksfoliasi serviks.

· Kolposkopi : teropong vagina / vulva / serviks

· Gineskopi : teropong monocular, ringan, pembesaran 2.5 x (lebih sederhana dari kolposkopi)

· Inspeksi serviks : visual dengan neck eyes pada serviks (+ larutan asam asetat 3-5%)

· Servikografi

· Konisasi : biopsy bentuk kerucut, dapat dengan pisau, kauter atau LLETS (Large Loop Excision of the Transformation Zone).

· PAPNET : Pap Smear yang diolah untuk screening dengan komputerisasi.

· Tes HPV-DNA (Probing) : pemeriksaan tipe HPV dengan hibridasi DNA.

· Paling Ideal : Pap Smear, jika abnormal : dilanjutkan kolposkopi, biopsy.

Program pemeriksaan / skrining yang dianjurkan untuk kanker serviks (WHO) :

· Skrining pada setiap wanita minimal satu kali pada usia 35-40 tahun.

· Kalau fasilitas tersedia, lakukan tiap 10 tahun pada wanita usia 35-55 tahun.

· Kalau fasilitas tersedia lebih, lakukan tiap 5 tahun pada wanita usia 35-55 tahun.

· Ideal dan optimal, lakukan tiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun.

American College of Obstetrician and Gynecologist (ACOG), anjuran :

· Pemeriksaan pada wanita yang “sexually active”.

· Pemeriksaan pada wanita di atas 18 tahun.

Di negara berkembang seperti Indonesia (dana terbatas) :

· Pemeriksaan pada wanita 35-50 tahun.

· Pap smear minimal 1 kali

· Pada Pap abnormal, alternatif langsung terapi saja karena biopsy / kolposkopi maha

Tes PAP: Prakanker HPV, displasia ringan / LCIL : ulang 3-6 bulan

Displasia sedang dan Displasia berat / HCIL: Terapi

Kanker : staging (tentukan derajat), terapi

Pemeriksaan pada kecurigaan diulang setelah 3-6 bulan, karena ada kemungkinan untuk regresi spontan menjadi normal.

Down-staging : alternatif lain deteksi dini kanker serviks

Upaya untuk menemukan kanker serviks pada stadium lesi prakanker / stadium invasive dini.

Tujuan upaya down staging :

· Mendapatkan kanker serviks pada stadium lebih awal.

· Pengobatan diharapkan berhasil lebih baik.

· Teknik : inspeksi serviks inspeculo dan pulasan asam asetat 3-5%, jika ada daerah lesi akan berwarna bercak putih. Ada kecurigaan sedikit saja, langsung dirujuk.

· Pelaksanaan harus terorganisasi dan integrasi.

Pemeriksaan inspeksi serviks dengan asam asetat 3-5% : IVA (inspeksi visual asam asetat) atau IVA B (inspeksi visual asam asetat dengan pembesaran gineskopi). Dikembangkan dari para ahli di Johns Hopkins Universityn Baltimore, USA : Guidelines of Unaided Cervical visual inspection.

Alat sederhana, biasa disediakan di klinik dimana-mana : speculum, swab lidi kapas, sarung tangan, asam asetat/asam cuka 3-5%, kamera foto biasa jika perlu, untuk mengambil gambar kalau mencurigakan. Teknik mudah, dapat dilakukan oleh bidan, dokter umum, perawat, bahkan KO-AS !!

Pap Smear

Diperkenalkan tahun 1928 oleh Dr. George Papnicolou dan Dr. Aurel Babel dan mulai populer tahun 1943. pemakaian spatula diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Dr. J. Ernest Ayre.

Prinsip Dasar Pap Smear

· Epitel permukaan selalu akan mengelupas (eksfoliasi) dan diganti lapisan epitel di bawahnya.

· Epitel permukaan merupakan gambaran keadaan epitel jaringan dibawahnya juga.

Sel-sel yang berasal dari eksfoliasi serviks diambil dan diwarnai secara khusus, sel-sel yang abnormal dapat terlihat di bawah mikroskop. Seorang ahli sitologi dapat membedakan tingkat displasia sampai kanker dengan pemeriksaan ini


Source: Bahan Kuliah

Konsultasi: Gangguan Haid

TANYA
Salam kenal Dok..Maaf mau nanya niey..Dok,kebetulan saya bermasalah dengan menstruasi. Sejak saya bekerja sebagai corporate finance consultant (16 bulan) "my pink schedule" jadi sangat kacau.Saya tidak menstruasi sama sekali,tapi sering spotting/flek dalam jumlah yang gak teralu banyak,bisa beberapa kali dalam sebulan,tapi dengan jeda waktu.

Saya sudah konsultasi k'dokter obsgyn,dalam 3 bulan berturut2,setelah usg 1 & 2 dimensi dipastikan tidak ada apa2.Saya juga tidak di kasih obat,hanya di resepkan vitamin dan istirahat total (seharusnya hospitalize hanya saya menolak).Benar saja tidak berapa lama kemudian mens lagi.

Tapi saat pekerjaan hectic,kemudian berulang lagi seperti ini. Seorang teman residen obsgyn pernah menyarankan untuk minum Femona. Menurut Dokter apa yg terjadi,& apa yang harus saya lakukan. Apakah sejauh ini secara ilmiah Femona bisa membantu masalah saya??Thanks in advance Dok..Keep blogging yah

JAWAB
Gangguan haid pada wanita usia reproduksi sebetulnya hal yang biasa ditemukan akibat stress psikis dan fisik dalam hal ini akibat pengaruh pekerjaan. Selagi siklusnya masih berovulasi (menghasilkan telur) biasanya dibiarkan saja karena nggak mengganggu kesuburan / masih bisa hamil, tetapi kalau siklusnya anovulasi (tidak bertelur) baru bermasalah jika ingin hamil.

Jika tidak merasa nggak sreg dengan kondisi ini sebetulnya dapat dilakukan pengaturan haid (Menstrual Regulation=MR). Tergantung penyebabnya. Sudah baca tentang bercak prahaid di blog? kalau mau tinggal mengaturnya saja. Kalau hanya spotting pra-haid untuk MR dokter akan memberikan preparat progesteron kombinasi dengan estrogen atau pil KB di hari 16-25 haid. Sedangkan bercak paska haid akan diberikan pil KB dari hari 6 - 25 haid

Tentang FEMONA ini sebetulnya bersifat fitofarmaka bukan obat (drug) isinya Lepidium Peruvianum. Jadi nggak ada salahnya kalau mau dicoba, nothing to lose. Tetapi biasanya secara uji klinis level of evidence masih rendah paling kategori C, hanya empiris orang2 yang pernah memakainya. Nggak akan ada bahayanya...Mudah2an cerah

Perdarahan Paska Senggama: 7 Penyebab terbanyak


Post coital Bleeding (PCB) adalah perdarahan yang terjadi setelah coitus = Perdarahan paska senggama. Berikut ini merupakan 7 penyebab terbanyak PCB.

  1. Displasia serviks : merupakan perubahan pra-kanker pada leher rahim. Dalam teorinya dikatakan disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Cara deteksi displasia dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear.
  2. Infeksi di vagina atau serviks : yang disebabkan oleh Chlamidia, Gonorea (=kencing nanah), Trikomonas, dan infeksi jamur.
  3. Polip serviks, massa bertangkai pada serviks.
  4. Kanker leher rahim = Carcinoma Cervix
  5. Endometriosis terutama adenomiosis yaitu adanya pertumbuhan endometrium (lapisan dalam rahim yang keluar waktu haid) yang masuk /infiltrasi ke otot2 rahim.
  6. Polip rahim, mirip dengan polip serviks, cuma yang ini tumbuhnya didalam rongga rahim
  7. Mioma uteri yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim.
Jadi jika mengalami PCB jangan anggap remeh...segera periksakan diri.