Selasa, 09 September 2008

Tubektomi Pomeroy

Hari ini ada seorang pasien yang minta disterilisasi. Dia baru 2 hari yang lalu melahirkan anaknya yang ke lima. Junlah anak yang cukup ramai sebetulnya pada era dimana program Kb digembar gemborkan sangat berhasil.

Tindakan steril pada wanita dilakukan dengan mengikat saja atau mengikat dan memotong atau ditambah dengan menanam ujung tuba kedinding rahim. Cara yang favorit dilakukan dokter SpOG di Indonesia adalah dengan tehnik Pomeroy yang pertama kali dikembangkan oleh dr.Ralph Pomeroy.

Tindakan seterilisasi ini dapat dilakukan saat tindakan cesar pada ibu yang ingin langsung steril. Sedangkan jika persalinan berlangsung normal maka tindakan dapat dilakukan 1 atau 2 hari setelah melahirkan. Why? Karena pada saat tersebut rahim masih lumayan besar sehingga nggak sulit untuk mencari saluran tubanya.

Sebetulnya aku sudah sering melakukan steril/ligasi tuba dengan laparoskopi. Pengalamn tersebut aku dapatkan atas kebaikan guru ku Prof K Suheimi waktu masih Chief Residen saat bertugas di RSUD Solok (Bareng dr.Ihsan...sdh spog belum?). Tapi karena RSU Propinsi tempat aku dinas belum ada sarana tersebut maka tindakan sterilisasi dilakukan the old way, yaitu dengan minilaparotomi (membuka dinding perut sedikit) lalu dilakukan tindakan tubektomi partial secara Pomeroy.

Prosedurnya lihat Gambar. Saluran tuba dijepit lalu diangkat seperti loop. Dilakukan pengikatan. Lalu loopnya di potong. kalau sudah sembuh maka tubanya akan terlihat seperti gambar terakhir.

Prosedur ini nggak menjamin 100% efektif, karena dengan keajaiban Tuhan, ternyata tuba yang sudah terpisah tersebut dapat menyatu kembali dengan proses yang namanya rekanalisasi. Angka kegagalan kira-kira 1 permil.

Berikut ini videeo Tubektomi Pomeroy, tetap dengan bantuan laparoskopi. Saluran tuba di keluarkan dengan laparoskopi, kemudian diluar perut tuba diikat dan dipotong (Pomeroy).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar