Senin, 02 Maret 2009

Sakit kepala dalam kehamilan

Sakit kepala didefinisikan sebagai nyeri atau sakit didaerah kepala atau leher bagian atas. Sakit kepala merupakan salah satu lokasi nyeri yang paling sering pada tubuh manusia dan memiliki banyak penyebab. Ada seribu lebih keadaan yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Sejak tahun 2007 International Headache Society telah membuat klasifikasi baru sakit kepala. Karena banyaknya orang yang menderita sakit kepala serta pengobatannya kadang2 sulit, klasifikasi baru ini membuat dokter lebih memahami diagnosis yang lebih sfesifik sehingga dapat diberikan pengobatan yang lebih baik dan efektif.

Ada 3 kategori utama sakit kepala :
1. Sakit kepala primer.
Sesuai dengan namanya murni memang dari kepala, termasuk dalam kategori ini : Tension Headache, Migrain dan Cluster Headache.
2. Sakit kepala sekunder.
Sakit kepala akibat dari adanya kelainan pada organ2 yang ada dikepala seperti tumor otak, perdarahan otak, peradangan otak dan lain2nya.
3. Cranial neuralgia (sakit akibat adanya peradangan (inflamasi) pada saraf yang ada di kepala), Sakit didaerah muka dan sakit dibagian kepala lainnya.

Jika bumil menderita sakit kepala dengan ciri2 sebagai berikut, segera periksakan diri ke dokter:
* Sakitnya kuat bangets dan nggak pernah dirasakan sebelumnya.
* Timbul sakitnya mendadak/cepat sekali di pagi hari saat bangun tidur.
* Jika diketahui sebelumnya bumil menderita tekana darah tinggi dan nyerinya tidak hilang setelah mengkonsumsi acetaminophen (parasetamol).
* Jika sakit kepalanya disertai tanda neurologi lainnya seperti pandangan kabur, bagian tubuh mati rasa dan tidak bisa digerakkan/lemas.

Penangan Sakit kepala (yang tentu saja tidak memiliki ciri seperti diatas)

* Pengobatan non-medis -Memakai kompres dingin dikepala, istirahat diruangan yang ruangan dingin yang gelap, tidur, lakukan massage daerah kening dengan lembut (jangan pakai obat2an), atau dengan massage seluruh tubuh. Dapat juga dicoba metode2 seperti meditasi, yoga, tehinik2 relaksasi, mendengarkan musik yang lembut dll.

* Anti-nyeri Golongan Non-narkotik - Seperti Acetaminophen (Parasetamoll) merupakan obat lapis pertama dalam mengobati sakit kepala dalam kehamilan. Sebelum TM III anti nyeri non-steroid seperti ibuprofen (Motrin, Advil) biasanya aman untuk digunakan. Tetapi setelah hamil 32 minggu, obat ini kurang aman digunakan. Secangkir kopi atau sekaleng Cola biasanya aman buat menghilangkan sakit kepala pada wanita hamil.

* Anti nyeri golongan narkotik - Kadang2 anti nyeri golongan ini dibutuhkan , terutama jika obat lapis pertama tidak mampu menhilangkan nyeri, yang tentunya dalam hal ini dokter yang akan meresepkannya, seperti codeine, oxycodone (Percodan), and meperidine (Demerol) sering direspkan pada sakit kepala yang berat. Pemakaian kangka pendek tidak membahayakan bayi dan ibu, asalkan ibunya tidak nyetir setelah makan obat ini (bisa bikin ngantuk). Sedangkan pemakaian jangka panjang bisa menimbulkan adiksi (ketagihan).

Khusus untuk obat2 migarian, efek jangka panjangnya masih belum banyak data, sehingga kemanannya belum seratus persen buat bayi. Pemakaian golongan ini jika memang pertimbangan keuntungannya lebih tinggi dibandingkan jika tidak diberikan obatnya sama sekali. Obat2an tersebut antara lain : Sumatriptan

Derivat ergot seperti ergotamin dan dihidroergotamin dilaporkan malah bisa menyebabkan cacat bawaan pada bayi sehingg dikategorikan sebagai kategori X = tidak man dipergunakan saat hamil.

Mencegah sakit kepala
Pencegahan adalah hal yang paling penting, terutama terhadap migrain (mengingat obat2nya kurang/tidak aman buat kehamilan). Langkah pertama pencegahan adalah mengenali apa yang enjadi pencetus sakit kepalanya.

Perubahan gaya hiudp dan pola makan harus dilakukan. Makanan seperti keju dan MSG bisa menimbulkan migrain pada sebagian orang. Hentikan merokok, minum alkohol dan cukup tidur. Hindari kebisingan, cukup minum dan tidur yang nyaman juga bisa mencegah tension headache.

NB
Coba buka link ini, terlihat ada sekitar 1715 keadaan yang bisa menyebabkan sakit kepala

Sumber: Macam2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar