Rabu, 03 Februari 2010

Hydrosalpinx (= hidrosalfing)

Hydrosalpinx adalah kondisi dimana terjadi sumbatan pada saluran telur wanita (tuba fallopii) dan terisi cairan (hidro). Melebarnya tuba akibat cairan ini bisa bervariasi dalam ukuran tergantung jumlah cairan yang ada. Diagnosis dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain USG, laparoslopi, atau dengan Histerosalfingografi (HSG).

Gambaran HSG pada hydrosalpinx









Gambaran USG pada Hydrosalpinx









Gambaran Laparoskopi pada hydrosalpinx








Penyebab :
  • Gonorrhea - Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
  • Chlamydia - Penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri, Chlamydia trachomatis, yang dapat merusak organ reproduksi wanita.
  • Penyakit menular seksual lainnya
  • Kehamilan
  • Melakukan aborsi dll
Wanita dengan kerusakan kedua tuba dan ada hydrosalpinx biasa infertil dan membutuhkan pembedahan tuba, seperti neosalpingostomy, ataupun proses bayi tabung (in vitro fertilization= IVF) untuk bisa hamil.

Hydrosalpinx dan angka kesuksesan IVF
Jika IVF dilakukan pada wanita dengan hydrosalpinx maka angka keberhasilannya akan lebih rendah dibanding dengan wanita tanpa hydrosalpinx. Bahkan angkanya bisa lebih rendah pada hydrosakpinx pada kebua tuba dibanding satu tuba saja.

Umumnya penelitian mendapatkan rendahnya angka keberhsailan IVF pada wanita dengan hydrosalpinx, tetapi tidak semuanya setuju bahwa hydrosalpinx menyebabkan menurunnya angka keberhasilan IVF. Secara umum didapatkan penurunan 20-30% pada wanita dengan hydrosalpinx.

Diduga cairan dari hydrosalpinx masuk ke rahim. Dipercayai cairan ini memiliki efek toksik pada lapisan dalam rahim (endometrium) , atau langsung meracuni embryo (bakal bayi), atau keduanya sehingga janin gak bisa tumbuh dan juga diduga adanya efek "flushing" dari cairan ini, sehingga embryo yang sempat menempel dengan erat akan "hanyut" dan tidak bisa menanamkan dirinya.

Penelitian memperlihatkan bahwa dengan melakukan pembedahan pada saluran tuba yang rusak ini mala angka keberhasilan IVF (bayi tabung) akan meningkat. Cara lain apabila tuba sulit diangkat adalah dengan memisahkannya dari rahim (tanpa diangkat)

Operasi dulu baru IVF
Akan meningkatkan angka kesuksesan IVF, tetapi pembedahan tentu saja ada risko dan komplikasinya , IVF ditunda sampai pembedahan dilakukan.

ATAU

Langsung IVF, tanpa pebedahan
Menurunkan sedikit angka kesuksesan IVF, tetapi terhindar dari operasi dan bisa segera langsung program IVF tanpa penundaan.

Diskusikan pilihan dengan dokternya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar