Selasa, 21 Februari 2012

Laporan Lokmin


LAPORAN PENGKAJIAN MANAJEMEN KEBIDANAN PADA KELUARGA
Kabupaten       : CIAMIS
Kecamatan      : RANCAH
Desa                : CISONTROL
A. DATA UMUM
a.       Data Geografis
1.    Batas Desa
·         Utara                                       : Desa Situmandala
·         Selatan                                                : Desa Bojonggedang
·         Barat                                       : Desa Cileungsir
·         Timur                                       : Desa Mekarsari
2.      Luas Wilayah                          :
3.      Sarana Transportasi                 : Motor dan mobil      
4.      Kondisi Wilayah                    
·         Tanah Pekarangan                   : 16,26             Ha/m
·         Tanah Persawahan                  : 200,98           Ha/m
·         Tanah Perumahan                    : 41,40             Ha/m
·         Tanah Tegalan                         : 941,00           Ha/m
b. Data Demografis
1. Jumlah Dusun                                      : 6 (enam)
1.      Harjamukti
2.      Mandalagiri
3.      Kertajaga


4.      Jetak
5.      Kubang
6.      Sindangjaya
2. Jumlah RW                                          : 15 (lima belas) unit organisasi
3. Jumlah RT                                            : 59 (lima puluh sembilan) unit organisasi
4. Jumlah KK                                           : 2.333,00 KK

·         Distribusi KK menurut jenis kelamin
1.      Laki-laki                           : 1.878,00 KK
2.      Perempuan                       : 455,00    KK
·         Distribusi KK menurut agama
1.      Islam                                : 2.371,00 KK
2.      Kristen                             : -
3.      Protestan                          : -
4.      Hindu                               : -
5.      Budha                              : -
·         Distribusi KK menurut pendidikan
1.      Tidak Tamat                     : 0,00               KK
2.      Tamat SD                         : 731,00           KK
3.      Tamat SMP                      : 1.051,00        KK
4.      Tamat SMU                     : 658,00           KK
5.      Tamat PT/ akademik        : 85                  KK
6.      Tamat pasca sarjana         : 4,00               KK
·         Distribusi KK menurut pekerjaan
1.      PNS                                  : 139    KK
2.      Pegawai Swasta               : 2        KK
3.      Wiraswasta                       : 530    KK
4.      Buruh                               : 2156  KK
5. Kelompok usia rentan
·          Balita               : 323 jiwa
·          Ibu  Hamil       : 43   jiwa
·          Ibu Menyusui  : 146 jiwa                 
·         WUS    : 1580 jiwa
·         Lansia  : 2633 jiwa
c. Data Desa Siaga
·         Ambulan Desa     : Ada
·         Bank Darah          : Ada
·         Tabulin                 : Tidak berjalan
·         Dasolin                 : Ada



B. Data Khusus Laporan Penelitian dari Dusun Kertajaga
1. Lingkungan Rumah
Cahaya Matahari
Tabel 2 Cahaya Matahari


Frequency
Percent
Valid
ADA
562
96.9
TDK_ADA
16
2.8
Total
578
99.7
Missing
System
2
.3
Total
580
100.0
Interpretasi :
Sebagian besar KK (96,9%) ada cahaya matahari yang masuk ke ruangan rumah.
Ventilasi Udara
Tabel 3 Ventilasi Udara



Frequency
Percent
Valid
ADA
559
96.4
TDK_ADA
19
3.3
Total
578
99.7
Missing
System
2
.3
Total
580
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar KK (96,4%) mempunyai ventilasi udara.
Sifat Bangunan
Tabel 4 Sifat Bangunan








Frequency
Percent
Valid
Permanen
321
55.3
Semi_Permanen
61
10.5
Bilik/Panggung
196
33.8
Total
578
99.7
Missing
System
2
3
Total
580
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar KK (55,3%) mempunyai sifat bangunan yang permanen.
Pekarangan Rumah
Tabel 5 Pekarangan Rumah


Frequency
Percent
Valid
ADA
531
91.6
TDK_ADA
46
7.9
11
1
.2
Total
578
99.7
Missing
System
2
.3
Total
580
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar KK (91,6%) mempunyai pekarangan rumah.
Tabel Pembuangan Sampah
Tabel 6 Tempat Pembuangan sampah


Frequency
Percent
Valid
ADA
309
53.3
TIDAK_ADA
269
46.4
Total
578
99.7
Missing
System
2
.3
Total
580
100.0
Interpretasi :
Sebagian besar KK (53,3%) mempunyai tempat pembuangan sampah.
 Jamban Keluarga
Tabel 7 Jamban Keluarga


Frequency
Percent
Valid
ADA
559
96.4
TDK_ADA
19
3.3
Total
578
99.7
Missing
System
2
.3
Total
580
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar KK (96,4%) mempunyai jamban pribadi.
Sumber Air
Tabel 8 Sumber air



Frequency
Percent
Valid
SUMUR
566
97.6
GALON
12
2.1
Total
578
99.7
Missing
System
2
.3
Total
580
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar KK (97,6%) mempunyai sumber air berasal dari sumur.

Kandang Ternak
Tabel 9 Kandang Ternak


Frequency
Percent
Valid
TDK ADA
333
57.4
ADA
245
42.2
Total
578
99.7
Missing
System
2
.3
Total
580
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar KK (57,4%) tidak mempunyai kandang ternak.
2. Kondisi kesehatan  
        Berobat
Tabel 10 Tempat berobat


Frequency
Percent
Valid
Nakes
567
34.9
Nonakes
11
.7
Total
578
35.5
Missing
System
1048
64.5
Total
1626
100.0



                                                                       

            Interpretasi :
                        Sebagian besar KK ( 34,9%) berobat ke tenaga kesehatan.
        Hipertensi Pada pralansia dan lansia di Dusun Kertajaga


Frequency
Percent
Valid
Tidak_Hipertensi
297
46.1
Hipertensi
344
53.4
Total
641
99.5
Missing
System
3
.5
Total
644
100.0







            Interpretasi :
Sebagian besar pralansia  dan lansia (53,4%) yang berada di dusun kertajaga mengalami hipertensi.

3. KIA-KB
Pemeriksaan Kehamilan
Tabel 11 Pemeriksaan Kehamilan



Frequency
Percent
Valid
Tenaga_Kesehatan
7
100.0
                        Interpretasi :
Sebagian besar ibu hamil  (100,0%) memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan dalm hal ini adalah bidan
Keluarga Berencana
Tabel 12 Keluarga Berencana


Frequency
Percent
Valid
KB
254
15.6
Tidak Ber KB
42
2.6
Total
296
18.2
Missing
System
1330
81.8
Total
1626
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar PUS (15,6%) sebagai akseptor KB.

Pemberian ASI Eksklusif
     Tabel 13 Pemberian ASI Eksklusif


Frequency
Percent
Valid
Dilakukan
12
7
Tidak dilakukan
30
1.8
Total
42
2.6
Missing
System
1584
97.4
Total
1626
100.0






    


                        Interpretasi :
            Sebagian besar KK (1.8%) tidak memberikan ASI Eksklusif
            d. Pendidikan dan Pekerjaan
        Pendidikan
Tabel 14 Pendidikan






Frequency
Percent
Valid
Tidak sekolah
213
13.1
SD
907
55.8
SMP
310
19.1
SMA
159
9.8
PT
36
2.2
Total
1625
99.9
Missing
System
1
1
Total
1626
100.0










            Interpretasi :
Sebagian besar individu (55,8%) Dusun Kertajaga Hanya Tamat SD.
        Pekerjaan
Tabel 15 Pekerjaan


Frequency
Percent
Valid
Tidak bekerja dan Pelajar
566
34.8
Buruh
286
17.6
Petani/Berkebun
114
7.0
Wiraswasta
193
11.9
Karyawan swasta
32
2.0
PNS
29
1.8
Pensiunan dan IRT
404
24.8
72
1
.1
Total
1625
99.9
Missing
System
2
.1
Total
1627
100.0

Interpretasi :
Sebagian besar individu (34,8%) masih pelajar sehingga tidak bekerja.












































Sabtu, 28 Januari 2012

LOTUS BIRTH isu terkini dalam dunia kebidanan

assalammualaikum

Hii..kali ini saya akan membahas mengenai isu terkini dalam dunia kebidanan..yaitu mengenai "Lotus Birth"..dan kebetulan saya mendapat tugas dari dosen untuk mencari informasi tentang Lotus Birth..yaa sekedar berbagi dan sumberpun saya ambil dari beberapa website..selamat membaca..^^


LOTUS BIRTH


Plasenta merupakan toko darah bagi bayi yang mengandung sel-sel induk, besi, oksigen, hormon dan enzim. 1/3 dari total suplai darah bayi berasal dari plasenta yang dialirkan melalui tali pusat.

Lotus Birth, atau tali pusat yang tidak dipotong, adalah praktek meninggalkan tali pusat melekat pada kedua bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa klem atau memutus, dan memungkinkan kabel waktu untuk melepaskan diri dari bayi secara alami. Dengan cara ini bayi, plasenta kabel dan diperlakukan sebagai satu unit detasemen sampai terjadi, umumnya 2-3 hari setelah lahir.


Sejarah Lotus Birth
Negara perintis Lotus birth adalah Amerika. Lotus birth dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka yang terbuka. Meskipun Lotus birth ini merupakan suatu fenomena yang baru, tapi penundaan pemotongan tali pusat sudah ada dalam budaya Bali dan budaya suku Aborigin Australia. Dan keputusan Lotus birth serta dampak fisiologis yang dapat terjadi merupakan tanggung jawab dari klien yang telah memilih dan membuat keputusan tersebut.

Primatolog Jane Goodall, adalah orang pertama untuk melakukan apapun studi jangka panjang dari simpanse di alam bebas Pada hewan Simpanse, yang merupakan mamalia dengan 99% bahan genetik hampir sama dengan manusia, juga pada prakteknya membiarkan plasenta utuh, tidak merusaknya bahkan memotongnya. Hal itu dikenal dengan fakta primatologis. Beberapa praktisi kelahiran teratai simpanse merujuk kepada praktek sebagai latihan alami bagi manusia juga.

Informasi mengenai lotus birth ini terdapat dalam ajaran Budha, Hindu, Kristen serta Yahudi.
Di Tibet dan Zen Buddhisme, istilah "kelahiran teratai" digunakan untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien Sen-hua), menekankan mereka masuk ke dunia sebagai utuh, anak-anak kudus. Kelahiran referensi teratai juga ditemukan dalam Hinduisme, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.

Sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut mengenai penyakit kuning dan kehilangan berat badan bayi karena tindakan Lotus birth.


Penghormatan terhadap plasenta di berbagai budaya
Beda bangsa, daerah dan suku beda pula penanganannya terhadap keberadaan ari-ari atau plasenta yang hadir ketika persalinan terjadi. Dalam dunia pengobatan barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit, tapi mengakui adanya penanganan khusus yang diberlakukan di berbagai belahan dunia.

Diantara suku Navajo Indian barat daya, menjadi suatu kebiasaan untuk menguburkan plasenta bayi di keempat sudut kuburan keluarga yang dianggap mulia, sebagai suatu pengikat tanah leluhur dan masyarakat . Sementara suku Maori di Selandia Baru memiliki tradisi yang sama yaitu menguburkan plasenta di tanah yang masih belum tercemar. Dalam bahasa asli Maori kata untuk tanah dan plasenta tersebut adalah :whenua (baca: venua).

Suku pedalaman Bolivian Aymara dan Queche meyakini bahwa plasenta memiliki spirit tersendiri. Karenanya seorang suami harus memperlakukan plasenta tersebut dengan mencuci dan menguburkannya pada tempat yang terlindung dan tersembunyi. Jika ritual tersebut tidak dilakukan secara benar, keyakinan mereka adalah ibu atau bayi akan menjadi sakit atau bahkan mati.

Suku Ibo di Negiria dan Ghana memperlakukan plasenta sebagai kembaran dari bayi yang hidup, sementara plasenta tersebut adalah kembaran yang mati. Sehingga harus dikuburkan dengan ritual tertentu. Lain lagi di Filipina, plasenta dikuburkan dengan berbagai macam buku oleh ibunya. Ini suatu pengharapan bahwa kelak bayinya akan tumbuh menjadi anak yang pintar . Kondisi Filipina ternyata tidak berbeda jauh dengan beberapa masyarakat yang ada di Indonesia, dimana mereka menguburkan plasenta dilengkapi dengan buku, pensil dengan maksud agar kelak anak yang dilahirkan tersebut menjadi anak yang pintar.

Ironis lagi di Vietnam dan China plasenta disiapkan untuk dikonsumsi oleh ibu yang habis melahirkan. Masyarakat china dan Vietnam mempercayai, bahwa ibu yang baru melahirkan seharusnya merebus sendiri plasenta bayinya, kemudian dijadikan kaldu dan meminumnya untuk memperbaiki kualitas ASI nya.

Sementara di nusantara Indonesia, Ari-ari atau plasenta sering dianggap sebagai saudara bayi yang memeliharanya selama kehamilan berlangsung, bahkan tidak jarang plasenta mendapat perhatian khusus sesuai dengan adat kebiasaaan masyarakat yang berlaku. Sebagian masyarakat memperlakukan plasenta (ari-ari) dengan tatalaksana khusus, sebagai ungkapan terimakasih karena telah memelihara bayi sampai cukup bulan serta lahir ke dunia.
Perlakuan masyarakat Bali (beragama Hindu) terhadap ari-ari.
1. Setelah dibersihkan dimasukkan ke dalam kelapa yang telah di belah, sebagai lambang dunia dan isinya.
2. Diisi duri-duri, sehingga terhindar dari gangguan, ditambahkan rempah-rempah, dan diberi wewangian agar harum dan tidak berbau.
3. Di bungkus kain putih dan di tanam di depan rumah; sebelah kanan untuk laki-laki, sedangkan sebelah kiri untuk perempuan.
4. Selama 42 hari selalu di pasang lilin (malam hari), setiap hari ari-ari tersebut diberikan susu juga.

Perlakuan masyarakat Jawa terhadap ari-ari
1. Setelah ari-ari dibersihkan dimasukkan ke dalam kendi.
2. Di dalam kendi disertakan tulisan jawa/Abjad agar kelak nantinya bayi tersebut pandai.
3. Diberikan anget-anget dan duri sehingga pandangannya tajam.
4. Selanjutnya di tanam di depan rumah untuk bayi laki-laki selama 42 hari, dan di belakang rumah selama 36 hari untuk bayi perempuan.
5. Sebagian ada yang membuangnya ke sungai , sehingga bayi ini akan suka merantau.

Perlakuan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap ari-ari
1. Ditaruh sekitar 3 bulan di atas perapian sampai kering.
2. Selanjutnya di tanam di sertai doa dan alat-tulis.

Alasan mengapa Lotus Birth dipilih:
Setiap ibu memiliki alasan sendiri. Berikut ini adalah beberapa alasan ibu untuk memilih Lotus Birth:
1.Ibu dan keluarga tidak ingin memisahkan plasenta dari bayi dengan cara memotong tali pusat.
2.Supaya proses transisi bayi terjadi secara lembut dan damai, yang memungkinkan penolong persalinan untuk memotong tali pusat pada waktu yang tepat.
3.Penghormatan terhadap bayi dan plasenta.
4. Asumsi ibu bahwa dapat menjamin bayi mendapatkan volume darah optimal dan spesifik yang diperlukan bagi bayi.
5.Mendorong ibu untuk menenangkan diri pada minggu pertama postpartum sebagai masa pemulihan sehingga bayi mendapat perhatian penuh.
6.Mengurangi angka kesakitan bayi akibat infeksi nosokomial dari pengunjung yang ingin bertemu bayi. Sebagian besar pengunjung akan lebih memilih untuk menunggu hingga plasenta telah lepas.
7.Alasan rohani atau emosional.
8.Tradisi budaya yang harus dilakukan.
9.Tidak khawatir tentang bagaimana mengklem, memotong atau mengikat tali pusat.
10.Kemungkinan menurunkan risiko infeksi (Lotus Birth memastikan sistem tertutup antara plasenta, tali pusat, dan bayi sehingga tidak ada luka terbuka)
11.Kemungkinan menurunkan waktu penyembuhan luka pada perut (adanya luka membutuhkan waktu untuk penyembuhan.sedangkan jika tidak ada luka, waktu penyembuhan akan minimal)

Manfaat dilakukannya Lotus Birth diantaranya :
1.Tali pusat dibiarkan sehingga memungkinkan terjadinya perpanjangan aliran darah ibu ke janin.
2.Oksigen vital yang melalui tali pusat dapat sampai ke bayi sebelum bayi benar-benar dapat mulai bernafas sendiri.
3.Lotus Birth juga memungkinkan bayi cepat untuk menangis segera setelah lahir.
4.Bayi tetap berada dekat ibu setelah kelahiran sehingga memungkinkan terjadinya waktu yang lebih lama untuk bounding attachment.
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk terlepasnya tali pusatbila tali pusat dipotong segera, 9,56 hari, ketika berhenti berdenyut 7,16 hari, dan dibiarkan 3,75 hari.

Langkah dilakukannya Lotus Birth
Beberapa hal yang dilakukan dalam Lotus Birth diantaranya :
1.Bila bayi lahir, biarkan tali pusat utuh. Jika tali pusat berada sekitar leher bayi, cukup angkat tali tersebut.
2.Tunggu lahirnya plasenta secara alami.
3.Ketika plasenta lahir, tempatkan pada mangkuk di dekat ibu..
4.Tunggu transfusi penuh darah dari pusat ke bayi sebelum menangani plasenta.
5.Hati-hati dalam mencuci plasenta yaitu dengan menggunakan air hangat dan tepuk-tepuk sampai kering.
6.Tempatkan plasenta di tempat yang kering.
7.Letakkan plasenta pada bahan yang menyerap seperti sebuah popok atau kain kemudian letakkan dalam tas plasenta.. 8.Gendong bayi dan beri makan sesuai kebutuhannya.
9.Pakaikan bayi menggunakan pakaian yang longgar.
10.bayi dapat dimandikan seperti biasa, biarkan plasenta bersamanya.
11.Meminimalisir pergerakan bayi.




wassalammualaikum