Tampilkan postingan dengan label REPRODUKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REPRODUKSI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA

A.    PENGERTIAN
Organ reproduksi yang membentuk apa yang dikenal sebagai traktus genetalis yang berkembang, setelah traktus uranius. Kelamin laki-laki maupun perempuan semenjak lahir sudah dapat ditentukan, tetapi sifat-sifat kelamin belum dapat dikenal. Pada lelaki dewasa, pubertas dimulai dengan perubahan suara lebih berat, pembesaran genetalia eksterna, tampilnya bulu diatas tubuh dan muka. Pada wanita ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), uterus dan vagina membesar,buah dada membesar serta jaringan ikat dan saluran darah bertambah, sifat kelamin sekunder tampil, lengkung tubuh berkembang, adanya bulu ketiak dan pubis pelvis membesar.

B.     MENOPAUSE
v  Menopause atau klimakterium terjadi pada seorang wanita pada umur 40 – 45 tahun.
v  Ditandai dengan terhentinya menstruasi dan diiringi gejala-gejala tertentu seperti jaringan buah dada mengkerut, ovarium mengecil, muka sering merasa panas, banyak keringat, hormon ovarium tidak bekerja lagi dan emosi sering tidak stabil.

C.     RONGGA PELVIS
v  Terletak di bawah, berhubungan dengan rongga abdomen.
v  Dibentuk oleh os iski dan os pubis pada sisi samping dan depan.
v  Os sakrum dan os koksigis membentuk batas belakang
v  Pinggiran pelvis dibentuk oleh promontorium sakrum di belakang iliopektinal sebelah sisi samping dan depan dari tulang sakrum

D.    PINTU KELUAR PELVIS
v  Dibatasi oleh os koksigis di belakang simfisis pubis, di depan lengkung os pubis, os iski, serta ligamentum yang berjalan dari os iski dan os sakrum di setiap sisi.
v  Pintu keluar ini membentuk lantai pelvis
v  Lantai pelvis dibentuk oleh 2 berkas otot muskulus levator ani dan muskulus koksigis yang bekerja sebagai diafragma pelvis.
E.     PERINEUM
v  Merupakan bagian terendah dari badan berupa sebuah garis yang menyambung kedua tuberositas iski, daerah depan segitiga kongenital dan bagian belakang segitiga anal.
v  Titik tengahnya disebut badan perinerium terdiri dari otot fibrus yang kuat di sebelah depan anus.

F.      ISI PELVIS
v  Kandung kemih dan dua buah ureter terletak di belakang simfisis, kolon signoid sebelah kiri fosa iliaka dan rektum terletak di sebelah belakang rongga mengikuti lengkung sakrum
v  Kelenjar timfe, serabut saraf fleksus lumbo sakralis untuk anggota gerak bawah cabang pembuluh darah arteri iliaka interna dan vena iliaka interna melengkapi isi rongga pelvis.

G. ORGAN REPRODUKSI WANITA
Genetalia pada wanita terpisah dari uretra yang mempunyai saluran tersendiri. Alat reproduksi wanita dibagi menjadi 2 bagian :
1.      ALAT GENITAL LUAR
Alat genital luar terdiri dari :
a.       Tundun (monsveneris)
Merupakan bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu pada masa pubertas.
b.      Labiya mayora (bibir besar)
v  Merupakan dua lipatan dari kulit di antara kedua paha bagian atas labiya mayora, banyak mengandung urat saraf sehingga sensitif saat hubungan seksual..
v  Berasal dari mons veneris
v  Bentuknya lonjong menjurus ke bawah dan bersatu dibagian bawah.
v  Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut, kelenjar lemak, dan kelenjar keringat. Bagian dalamnya tidak berambut dan mengandung kelenjar lemak.
c.       Labiya minora (bibir kecil)
Merupakan lipatan kecil di bagian dalam labia mayora. Bagian depannya mengelilingi klitoris, berupa lipatan kulit yang halus dan tipis serta tidak dilapisi lemak.
d.      Klitoris (klentit)
Sebuah jaringan ikat erektil kecil kira-kira sebesar kacang hijau dimana dapat mengeras dan tegang. Klitoris merupakan tonjolan kecil yang terdapat di dalam labia mayora. Banyak mengandung pembuluh darah dan urat saraf.
e.       Vestibulum (serambi)
Merupakan rongga yang berada di antara labiya minora, muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum, dalam vestibulum terdapat muara-muara dari :
·         Liang senggama
·         Uretra
·         Kelenjar bartolini
·         Kelenjar skene kiri dan kanan
f.       Himen (selaput darah)
v  Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari liang senggama.
v  Tengahnya berlubang, supaya kotoran menstruasi atau cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar rahim dan kelenjar endometrium (lapisan dalam rahim) dapat keluar.
v  Konsistensi ada yang kaku dan ada yang lunak
v  Lubangnya ada yang seujung jari dan ada yang dapat dilalui satu jari.
v  Pada saat hubungan seks pertama, himen akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan, himen merupakan tonjolan kecil yang disebut karunhule mirtiformis.
g.      Perineum (kerampang)
v  Terletak di antara vulva dan anus
v  Panjangnya lebih kurang 4 cm.
h.      Orificium urethrae
Merupakan muara saluran kencing yang berada tepat di bawah klitoris.

2.      ALAT GENITAL DALAM
Alat genital dalam terdiri dari :
a.       Vagina (liang kemaluan)
v  Merupakan tabung yang dilapisi membran dari jenis epitelium bergaris khusus dialiri banyak pembuluh darah dan saraf.
v  Merupakan saluran muskulo - membranasea (otot – selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Bagian ototnya berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan dilatih.
v  Panjangnya dari vestibulum sampai uterus 7,5 cm.
v  Merupakan penghubung antara introitus vagina dan uterus.
v  Dinding depannya 9 cm sedangkan dinding belakangnya 11 cm.
v  Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga cairan yang selalu membasahi berasal dari kelenjar rahim.
v  Leher rahim yang menonjol pada puncak vagina disebut porsio.
v  Bentuk vagina sebelah dalam berlipat-lipat disebut rugae.
v  Vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi penting, yaitu :
·         Jalan lahir bagian lunak
·         Sebagai sarana hubungan seksual
·         Saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi.

b.      Uterus (rahim)
v  Organ yang tebal, berotot berbentuk buah pir.
v  Terletak di dalam pelvis antara rektum (bagain usus sebelum dubur) di belakang dan kandung kemih di depan.
v  Otot uterus disebut miometrium.
v  Panjang uterus ± 7,5 cm, lebar 5 cm, tebal 2,5 cm dan berat 30 - 50 gram.
v  Hanya bagian bawahnya disangga oleh ligamen yang kuat, sehingga bebas untuk tumbuh dan tumbuh dan berkembang saat kehamilan
v  Uterus terdiri dari :
·         Fundus uteri (dasar rahim)
Merupakan bagian uterus yang terletak antara kedua pangkal saluran telur.
·         Korpus uteri
Bagian uterus terbesar pada kehamilan dan berfungsi sebagai tempat janin berkembang. Rongga pada korpus uteri disebut kavum uteri atau rongga rahim.
·         Servik uteri
Merupakan bagian yang menyempit dan berhubungan dengan vagina. Ujung servik yang menuju puncak vagina disebut porsio. Hubungan antara kavum uteri dan kanalis servikalis disebut ostium uteri internum.serviks uteri berfungsi sebagai organ kopulasi maupun sebagaijalan melahirkan bayi.
v  Dinding uterus terdiri dari :
·         Endometrium (epitel, kelenjar, jaringan dan pembuluh darah )
Merupakan lapisan dalam uterus yang mempunyai arti penting dalam siklus haid. Saat kehamilan, endometrium menebal, pembuluh darah bertambah banyak untuk memberi makanan pada janin.
·         Miometrium (lapisan otot polos )
Bagian ini tersusun sedemikian rupa sehingga dapat mendorong isinya keluar pada waktu persalinan.
·         Lapisan serosa (peritonium viseral )
Terdiri atas ligamentum yang menguatkan uterus yaitu :
a.       Ligamentum kardinale kiri dan kanan berfungsi mencegah supaya uterus tidak turun.
b.      Ligamentum sakro uterium kiri dan kanan berfunsi menahan supaya uterus tidak banyak bergerak.
c.       Ligamentum rotundum kiri dan kanan berfungsi menahan supaya uterus tetap dalam keadaan antofleksi.
d.      Ligamentum latum kiri dan kanan adalah ligamentum yang meliputi tuba.
e.       Ligamentum infudibulo kiri dan kanan adalah ligamentum yang menahan tuba falopi.
v  Fungsi uterus adalah untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan, sebutir ovum yang telah keluar dari ovarium dihantarkan melalui tuba uterina ke uterus.
v  Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat mengecil seperti semula.

c.       Ovarium
v  Merupakan kelenjar berbentuk buah kenari terletak di kanan dan kiri uterus di bawah tuba uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus.
v  Fungsi ovarium :
·         Memproduksi ovum
·         Memproduksi hormon estrogen
·         Memproduksi progesteron
v  Ovarium disebut juga indung telur
v  Dalam ovarium terdapat jaringan bulbus dan jaringan tubulus yang menghasilkan ovum.
v  Terletak pada pelvis di sebelah kiri kanan uterus
v  Bentuknya bulat telur, berat 5 – 6 gram
v  Bagian luar ovarium disebut korteks ovari  (kantong-kantomg kecil berdinding epitelium dan berisi ovum )

d.      Tuba falopi
v  Ada dua saluran telur kiri dan kanan
v  Berasal dari ujung ligamentum latum berjalan ke arah lateral.
v  Panjang kira-kira 12 cm, diameter 3 – 8 mm.
v  Tuba falopi terdiri atas :
·         Parst. Interstitialis, terdapat pada dinding uterus.
·         Parst. Ismika / ismus, bagian medial tuba yang sempit seluruhnya.
·         Parst. Ampularis, bagian yang berbentuk saluran leher tempat konsepsi agar lebar.
·         Infudibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai umbai yang disebut fimbria untuk menangkap telur kemudian menyalurkan telur ke dalam tuba.
v  Fungsi tuba fallopi sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu :
·         Menjadi saluran spermatozoa dan ovum
·         Sebagai penangkap ovum saat ovulasi
·         Tempat terjadinya pembuahan (fertilitas)
·         Menjadi saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu menanamkan diri pada lapisan dalam rahim.

e.   Indung telur (ovarium)
v  Ovarium berjumlah sepasang dan terletak antara rahim dan dinding panggul dan digantung ke rahim oleh ligamentum ovari propium dan ke dinding panggul oleh ligamentum infundi bolo pelvilium. Penggantung ovarium disebut mesovarium.
v  Ovarium diselubungi oleh sel gepeng dan mengandung beberapa folikel. Sel gepeng tersebut disebut epitel germinal. Di bawah lapisan ini ada jaringan ikat yang padat disebut tunika albugenia.Tiap folikel mengandung 1 sel telur yang diselubungi oleh 1 atau lebih lapisan sel-sel folikel. Folikel mengelilingi oosit dan berfungsi menyediakan makanan dan melindungi perkembangan sel telur.
v  Indung telur mengeluarkan telur (ovum) setiap bulan silih berganti kanan dan kiri.
v  Fungsi ovarium :
§  Sebagai kelenjar eksokrin, yaitu menghasilkan sel telur.
§  Sebagai kelenjar endokrin yang mampu mensekresikan estrogen dan progesteron.
v  Ovarium dibedakan antara bagian korteks dan medula. Bagian korteks terletak di sebelah luar mengandung folikel dari tingkat permulaan sampai tingakat akhir. Pada bagian korteks tersebut dibentuk ovum dan hormon. Bagian medula terletak di sebelah dalam ovarium mengandung serabut jaringan ikat fibro elastik , serabut saraf, pembuluh limfe dan pembuluh darah.
f.       Parametrium (penyangga rahim)
v  Merupakan lipatan peritonium dengan berbagai penebalan yang menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Lipatan atasnya mengandung tuba fallopi ikutserta menyangga indung telur.

g.      Tuba uterina
v  Ada sepasang di kanan dan di kiri uterus.
v  Ujung sebelah distalnya disebut ostium tubae. Jaringan vaskular yang disebut fimbriae menyerupai jari-jari.
v  Permukaan sebelah dalam tuba uterina terdiri atas banyak lipatan yang dilapisi epitel sel-sel bersilia yang senantiasa bergerakdan mendorong ke satu arah menyebabkan cairan dan benda yang berada di dalam lumen bergerak ke arah uterus.

Genetalia interna dipersarafi cabang-cabang saraf autonom sedangkan genetalia eksterna dipersarafi oleh cabang sensoris (non autonom) dan cabang saraf parasimpatis (autonom).

H.  KELENJAR MAMAE
Ø  Payudara
Payudara adalah pelengkap organ reproduksi wanita dan bisa mengeluarkan air susu. Terletak pada fasia superfisialis di daerah antara sternum dan aksila, melebar dari iga kedua sampai iga ke tujuh. Di bagian tengah terdapat puting susu yang dikelilingi oleh areda mamae yang berwarna cokelat. Dekat dasar puting terdapat kelenjar montgomeri yang mengeluarkan zat lemak supaya puting tidak lemas. Puting mempunyai lubang ± 15 – 20 buah tempat saluran kelenjar susu.
Ø  Struktur mamae
Buah dada yang terdiri dari bahan-bahan kelenjar susu (jaringan alveolar) tersusun atas lobus-lobus yang saling terpisah oleh jaringan ikat dan jaringan lemak. Seorang wanita mulai menstruasi pertama terjadi sedikit pembesaran buah dada disebabkan pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan ovarium, lama kelamaan buah dada berkembang penuh dan penimbunan lemak menimbulkan pembesaran yang tetap.
Ø  Laktasi
Pengeluaran air susu terbagi dua tahap :
1.      Sekresi air susu
Pada kehamilan minggu ke 16 mulai terjadi sekresi cairan bening dalam saluran kelenjar buah dada, yang disebut kolostrum yang kaya akan protein. Setelah bayi lahir pengeluaran kolostrum air susu dirangsang oleh hormon prolaktin.
2.      Pengeluaran air susu
Air susu mendapat rangsangan dari bayi supaya keluar secara normal tergantung hisapan bayi. Mekanisme dalam buah dada yang berkontraksi memeras air susu keluar  dari alveoli masuk dalam saluran air susu.

HORMON WANITA

Kelenjar endokrin & hormon yang dihasilkan
Jaringan tujuan
fungsi
a)      Hipotalamus
-          hormon gonadotropin
b)      hipofisis anterior
-          FSH


-          LH

-          Hormon oksitosin

-          Hormon prolatin
c)      Ovarium




d)     Hormon progesteron

Hipofisis anterior

Ovarium


Ovarium

Ovarium

Payudara
Seluruh tubuh


Alat reproduksi

Uterus

Payudara

Merangsang pengeluaran FSH dan LH

Merangsang perkembangan folikel dan bersama LH merangsang sekresi, estrogen dan ovarium
Merangsang ovulasi dan perkembangan korpus luteum
Mengetahui kontraksi otot rahim dan mempengaruhi kelancaran air susu.
Merangsang produksi air susu.
Pertumbuhan organ kelamin dan pubertas serta perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder.
Pendewasaan, persiapan bulanan endometrium dalam kehamilan
Menyempurnakan penyiapan endometrium dalam kehamilan
Merangsamg produksi air susu








DAFTAR PUSTAKA

Biologi 2B kelas 2 SMA.2004. Klaten : PT Intan Pariwara
Cambridge Communication Limited. 1998. Anatomi dan Fisiologi (Tubuh Manusia dan Sistem Reproduksi).
Evelyn J. Pearce. 1979. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : PT Gramedia.
G. Manuaba, Ida Bagus. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan
Kamaluddin, dkk. 1994. Reproduksi dan Embriologi. Balai Penerbit FKUI Jakarta
Mohamad, kartono. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : PT Gramedia
Prayetni. 1996. Asuhan Keperawatan Ibu dengan Gangguan Sistem Reproduksi. Departemen Kesehatan RI Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan.
Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

SISTEM REPRODUKSI PRIA

SISTEM REPRODUKSI PADA PRIA

1.1. PENGERTIAN REPRODUKSI
Reproduksi merupakan kegiatan organ kelamin laki-laki dan perempuan yang khusus yaitu testis menghasilkan spermatozoid (sel kelamin laki-laki) dan ovarium menghasilakn ovum (sel kelamin perempuan). Organ-organini menahsilkan hormon yang mempengaruhi sifat kelamin laki-laki dan kelamin perempuan. Produksi hormonin dikendalikan oleh gonadotropik oleh kelenjar hipofise

1.2. ORGAN REPRODUKSI LAKI-LAKI
Alat kelamin laki-laki terdiri dari tiga bagian :
  1. Kelenjar :
    • Testis
Merupakan organ kelamin laki-laki tempat spermatozoa dan hormon laki-laki dibentuk.Testis ini terletak menggantung pada urat-urat spermatic di dalam skrotum yang menggantung pada bagian anterior dinding abdomen. Sepasang kelenjar sebesar telur burung merpati terbungkus skrotum longgar di tunika albugenia testis. Di belakang testis, selaput ini agak menebal sehingga membentuk suatu bagian yang disebut mediastinum testis. Belahan-belahan testis disebut lobulus testis.
Setiap testis terbentuk dari sekitar 200 tubulus seminiferus terdiri atas deretan sel epitel yang akan mengadakan pembelahan meiosis dan mitosis sehingga menjadi sperma. Sel-sel yang terdapat di antara tubulus seminiferus disebut sel interstitial (Leydig). Sel ini menghasilkan hormon seks pria yang disebut testoteron yang berfungsi mengontrol perkembangan karakteristik seks sekunder.Tubulus seminiferus saling melilit dengan sangat erat yang terletak di dalam kompartemen  fibrosa. Panjang setiap tubulus sekitar 60 cm. Sel-sel seks pria yaitu spermatozoa, dibentuk di dalam tubulus dan dikeluarkan ke dalam duktus utamanya yang disebut vas deferens melewati duktus epididimis panjang yang melilit.
Fungsi testis :
-          membentuk spermatozoa di tubulus seminiferus. Spermatozoa yang telah dibentuk, disimpan pada saluran testis karena spermatozoa tidak tahan panas dan suhu yang terlalu dingin. Kulit skrotum yang longgar digunakan untuk mengatur suhu sehingga panas di sekitar spermatozoa relatif tetap. Selain itu, terdapat pula sel sertoli yang berukuran besar dan berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa.
-          menghasilkan testoteron di sel interstisial. Sebagai kelenjar eksokrin, karena dapat menghasilkan sperma dan dapat pula bersifat sebagai kelenjar endokrin karena menghasilkan hormon androgen.
Kelenjar testis mengahsikan hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).
    • Vesika seminalis
Vesika seminalis berjumlah sepasang, terletak di atas dan bawah kandung kemih. Vesika seminalis menghasilkan 60 % dari volume total semen.Vesika seminalis merupakan kelenjar yang panjangnya 5 – 10 cm berupa kantong seperti huruf S berbelok-belok, secretnya yang alkalis bersama dengan cairan prostat merupakan bagian terbesar semen yang mengandung fruktosa yang merupakan sumber energi untuk spermatozoa.
    •  Bergabungnya vesika seminalis (duktus vesika seminalis ) dengan duktus  deverens membentuk saluran duktus ejakulatorius. Sekret vesika seminalis merupakan komponen pokok dari air mani, fungsinya menghasikan cairan yang disebut semen untuk melindungi spermatozoa. Vesika seminalis juga mengsekresiakn hormon prostaglandin yang berfungsi membuat otot uterin brkontraksi untuk mendorong semen mencapai uterus.
Ejakulasi adalah refleks kontraksi peristaltic dari vas deferens dan vesika seminalis yang mengeluarkan sekitar 3 ml semen yang mengandung sekitar 300 juta spermatozoa ke dalam saluran genital wanita selama hubungan seksual.

    • Kelenjar Prostat
Merupakan kelenjar yang terletak di bawah vesika urinaria melekat pada dinding bawah vesika urinaria di sekitar uretra bagian bawah. Prostat mengeluarkan secret cairan yang bercampur sekret dari testis. Cairan tersebut bersama-sama keluar pada saat ejakulasi dalam hubungan seksual. Cairan yang dihasilkan bersifat encer seperti susu dan alkalis sehingga dapat menyeimbangkan keasaman residu urine di uretra dan keasaman vagina. Cairan ini langsung bermuara ke uretra.
Pembesaran prostat akan membendung uretra dan menyebabkan retensi urine. Kelenjar prostat merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu :
-                                        lobus posterior
-                                        lobus lateral
-                                        lobus anterior
-                                        lobus medial
Fungsi kelenjar prostat menambah cairan alkalis pada cairan seminalis berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang terdapat pada uretra dan vagina.

    • Bulbouretralis / kelenjar Cowper
Kelenjar ini berukuran kecil, berjumlah sepasang dan terletak di sepanjang uretra di bawah kelenjar prostat. Panjangnya 2 – 5 cm. Cairan yang dihasilkannya kental dan disekresikan sebelum penis mengeluarkan sperma dan semen. Fungsinya hampir sama dengan kelenjar prostat.

  1. kelenjar duktuli
    • epididimis
Epididimis merupakan saluran dengan panjang sekitar 40 – 45 cm, yang berkelok-kelok tempat tumbuh dan berkembangnya spermatozoa, sehingga siap untuk melakukan pembuahan. Epididimis terletak di sepanjang atas tepi dan belakang dari testis. Saluran ini dikelilingi oleh jaringan ikat, spermatozoa melalui duktili eferentis merupakan bagian dari kaput epididimis. Duktus eferentis panjangnya  ± 20 cm, berbelok-belok dan membentuk kerucut kecil dan bermuara ke duktus epididimis tempat spermatozoa disimpan, masuk ke dalam vasdeferens. Epididimis dibagi menjadi bagian kepala, badan dan ekor.
Fungsi epididimis :
§  mengangkut spermatozoa dari duktus eferens ke duktus deferens (vas deferens)
§  membuat suspensi sperma encer yang berasal dari testis menjadi lebih pekat.
§  Sebagai tempat  penyimpanan dan pematangan sperma.
Saluran epididimis berhubungan langsung dengan vas deferens. Vas deferens mengangkut sperma dari ekor epididimis uretra. Kelenjar bulbouretra (kelenjar Cowper), kelenjar prostat, dan vesika seminalis yang berfungsi membuat semen yang dapat memungkinkan sperma bergerak aktif dan hidup untuk waktu tertentu.

·                                                   Semen
Seemn diejakulasi pria pada waktu melakukan hubungan seks, terdiri dari cairan vas deferens, vesika seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar mukosa khususnya kelenjar bulboretralis. Jumlah cairan terbesar adalah cairan vesika seminalis (60%), yang diejakulasikan terakhir dan berperanan membersihkan sperma keluar dari duktus ejakulatorius dan uretra. Biasanya jumlah semen yang diejakulasi pada setiap koitus rata-rata sekitar 3,5 ml.dalam setiap milimeter semen terdapat kira-kira 120 juta sperma.
Terdiri dari secret epididimis vesika seminalis dan prostat serta mengandung spermatozoa yang dikeluarkan setiap ejakulasi, spermatozoa bergerak dalam semen lingkungan cairan alkalis melindungi dari keasaman.
Cairan semen berwarna jernih, kental, mengandung lendir, asam amino dan fruktosa. Cairan ini berfungsi untuk memberi makan sperma.

    • Duktus deferens
Merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis, kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam rongga perut terus ke kandung kemih akhirnya bergabung dengan saluran vesika seminalis (kantong sperma) membentuk ejakulatorius dan bermuara di prostat. Vas deferens dapat diraba dari luar. Panjang duktus deferens 50 – 60 cm.
Arah vas deferens ini ke atas kemudian melingkar dan salah satu ujung berakhir pada kelenjar prostat. Di belakang kandung kemih, saluran ini membentuk duktus ejakulatorius pendek yang berakhir di uretra.

    • Uretra
Merupakan saluran kemih pada pria yang sekaligus saluran ejakulasi (mani). Pengeluaran urine tidak bersamaan dengan ejakulasi karena diatur oleh kegiatan kontraksi prostat. Pada saat ejakulasi, otot yang berada pada tempat keluarnya urine menutup sehingga urine tidak keluar bersama semen.
Spermatozoa dapat memasuki uretra melalui duktus ejakulatorius yang sempit. Prostat, vesika seminalis dan kelenjar bulbo uretra dan sekresi yang dikeluarkan membentuk 90 % volume semen.
  1. Bangun penyambung (penyokong)
    • Skrotum (kandung buah pelir)
Organ seks primer pada pria adalah dua buah testis yang terletak di skrotum di luar rongga tubuh tempat mereka dipertahankan tetap dingin, ini dibutuhkan kedua testis tersebut agar dapat berfungsi dengan baik. Rongga di dalam skrotum mempunyai hubungan dengan rongga perut melalui 2 saluran pendek yang disebut kanalis inguinalis.
Merupakan kantong kulit tanpa lemak yang menggantung di dasar pelvis. Subkutan berisi jarinan otot, testis (buah pelir) berada dalam pembungkus yang disebut tunika vaginalis yang dibentuk dari peritoneum (lapisan dalam). Skrotum merupakan kantung kulit banyak mengandung pigmen, sebelah dalamnya terdapat kantung yang terpisah satu sama lain oleh septum. Tiap kantung berisi testis epididimis funikulus spermatikus, muskulus cremaster yang muncul dari muskulus obligues internus abdominalis yang menggantungkan testis, dapat mengangkat menurut kemauan dan refleks ejakulasi.

·         Fenikulus spermatikus
Funikulus spermatikus merupakan bangun penyambung yang berisi duktus seminalis, pembuluh limfe dan serabut-serabut saraf.

    • Penis
Penis terdiri dari dua korpora kavernosa yang menyebar untuk melekat pada pelvis dan korpus spongiosium yang membawa uretra. Korpus spongiosium memanjang untuk membentuk kelenjar pada ujung penis.
Ereksi dari penis adalah karena dilatasi arteri yang dikontrol oleh sistem saraf parasimpatis. Spasium spongiosium dalam korpora jadi terisi dengan darah dengan tekanan arteri yang kuat.
Penis terletak menggantung di depan skrotum. Bagian ujung penis disebut gland penis. Bagian tengahnya disebut korpus penis, dan pangkalnya disebut radiks penis. Kulit penutup penis disebut prepotium. Tempat muara uretra dari glan penis adalah prenulum atau kulup. Penis merupakan alat yang mempunyai jaringan erektil yang satu sama lainnya dilapisi jaringan fibrosa ringan yang berfungsi untuk deposit sperma dalam hubungan seksual atau sebagai alat kopulasi (persetubuhan) sehingga dapat ditampung dalam liang senggama. Erektil terdiri dari rongga-rongga karet busa. Dengan adanya rangsangan seksual, karet busa akan dipenuhi darah sebagai vasokresi. Berdasarkan ini terjadilah ereksi penis yang dipengaruhi oleh otot :
-          muskulus iskia kavernosus, muskulus erektor penis, otot-otot ini menyebabkan erektil (ketegangan pada waktu koitus (persetubuhan).
-          Muskulus bulbo kavernosus untuk mengeluarkan urine/sperma.
Di dalam penis terdapat saluran ejakulasi yang berperan menyemprotkan sperma hingga masuk ke dalam uretra dan disalurkan keluar.

1.3. SPERMATOGENESIS
Spermatogenesis adalah suatu rangkaian perkembangan sel spermatogonia dari epitel tubulus seminiferus yang mengadakan poliferasi dan selanjutnya berubah menjadi spermatozoa yang bebas. Rangkaian perkembangan ini dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu:
                                                 I.      Tahap pertama
Sel spermatogonia mngadakan pembelahan mitosis menghasilkan spermatosit dan sel induk spermatogonia.
                                              II.      Tahap kedua
Pembelahan meiosis (reduksi) spermatosit primer dan sekunder menghasilkan spermatid yang haploid.
                                           III.      Tahap ketiga
Perkembangan spermatid menjadi spermatozoa melalui serangkaian metamorfosa yang panajng dan kompleks disebut spermiogenesis.

1.4. HORMON PADA PRIA
1.      Testoteron
Disekresikan oleh sel interstitial, disebut juga ICSH (Interstisial Cell Stimulating Hormone) dari hipofisis, mempengaruhi pengembangan sifat-sifat kelamin sekunder. Dihasilkan oleh testis.
Testoteron bertanggung jawab terhadap :
-          Pertumbuhan, pemeliharaan dan sekresi dari saluran reproduktif pria, termasuk pembesaran penis, skrotum dan prostat pada masa pubertas.
-          Aktivitas epitelium germinal tubulus (bekerja dengan FSH).
-          Meningkatkan sintesis protein.
-          Pertumbuhan rambut pubis, jakun, rambut dada dan aksila, dengan perkembangan bidang dada frontal.
-          Pertumbuhan laring dengan pendalaman suara.
-          Mendorong spermatogenesis
Sekresi testoteron dan spermatogenesis berlanjut sampai usia lanjut hanya dengan sedikit penurunan. Tidak ada kesamaan pria dengan menopause wanita.

2.                                                            Hormon Gonadotropin
Kelenjar hipofise anterior mengsekresi dua hormon gonadotropin, FSH (Follicle Stimulating  hormone) dan LH (Luitenizing Hormone). Kedua hormon ini mempunyai peranan penting yaitu mengatur fungsi seksual pria. FSH merangsang dan mempertahankan spermatogenesis dengan tubulus. LH atau ICSH menyebabkan sekresi testoteronole sel-sel interstitial. Laju sekresi LH dikontrol oleh inhibisi hipofisis oleh kadar testoteron yang tinggi.Antara usia 10 - 15 tahun kelenjar hipofisis anterior mulai mensekresi hormon-hormon gonadotropin. Masa kehidupan saat tersebut dinamakan pubertas.
Hormon tumbuh berfungsi memacu agar memulai pembelahan spermatogonia.