Selasa, 15 Februari 2011

Pemantauan perkembangan balita di posyandu …..wilayah kerja puskesmas

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak dalam kandungan. Upaya kesehatan yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih didalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya, ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup agar anak mencapai tumbuh kembang optimal (Kaptiningsih,dkk,2005)
Perkembangan yang dialami anak merupakan rangkaian perubahan yang teratur dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya dan berlaku secara umum (Ramba, dkk, 2001). Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung (Kaptiningsih,dkk,2005). Masa 3 tahun ini menetapkan landasan untuk kesehatan, perkembangan emosional, kemampuan sosial kemandirian dan hubungan antar manusia yang positif dimasa mendatang (Einsenberg, dkk 1998). Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dengan bahasa kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat. Perkembangan moral serta dasar- dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan atau penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi dan ditangani dengan baik akan mengurangi sumber daya manusia dikemudian hari (Kaptiningsih,dkk,2005).
Upaya pembinaan tumbuh kembang anak diarahkan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental dan psikososial anak. Upaya tersebut dilakukan sedini mungkin dengan perhatian khusus pada bayi dan anak balita yang menerapkan “masa kritis” dan “masa emas” bagi kelangsungan tumbuh kembang anak. Pembinaan perkembangan anak merupakan salah satu upaya prioritas dalam mempersiapkan anak Indonesia menjadi calon generasi penerus bangsa yang sehat cerdas, ceria, tangguh dan berbudi luhur (Kaptiningsih,dkk,2005)
Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu 22.911.712 balita dari 203.456.005 jiwa jumlah penduduk Indonesia (www.google.co.id, 2000), maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di Indonesia perlu mendapat perhatian serius yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang (Kaptiningsih,dkk,2005)
Pembinaan perkembangan anak secara komperhensif dan berkualitas diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita. Melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya melakukan skrining atau mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita termasuk menindak lanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya (Kaptiningsih,dkk,2005). Kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan perkembangan balita diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi, dan sebagainya) dengan tenaga profesional (kesehatan, pendidikan dan sosial) (Kaptiningsih,dkk,2005)
Indikator dari kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini perkembangan balita pada tahun 2010, adalah diharapkan 90% balita dan anak pra sekolah terjangkau oleh kegiatan stimulasi. Sedangkan indikator kegiatan deteksi dini tumbuh kembang dan stimulasi balita di Kota Metro untuk tahun 2006 adalah 80%.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan pada bulan April 2006 di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro timur dari 9 ibu yang mempunyai balita, mereka tidak pernah melakukan pemantauan atau penilaian perkembangan pada balitanya. Sehingga mereka tidak tahu perkembangan balitanya sesuai dengan tahap perkembangan menurut usia anak atau terdapat penyimpangan. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut maka peneliti ingin melakukan penelitian tentang gambaran perkembangan balita di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian yang terdapat pada latar belakang maka diperoleh rumusan masalah dalam penelitian yaitu “Bagaimanakah gambaran perkembangan balita di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur Mei 2006”?.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran perkembangan balita di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur.
Tujuan Khusus
Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk memperoleh gambaran :
a. Perkembangan balita usia 1-3 tahun di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur.
b. Perkembangan balita usia 4-5 tahun di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur.

D. Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup yang di teliti adalah sebagai berikut :
1. Sifat Penelitian : Penelitian Deskriptif
2. Objek Penelitian : Pemantauan perkembangan pada balita.
3. Subjek penelitian : Balita usia 1-5 tahun
4. Lokasi penelitian : Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur.
5. Waktu Penelitian : 11 Mei dan 28 Mei 2006

E. Manfaat Penelitian
1. Bagi pihak puskesmas sebagai bahan masukan mengenai evaluasi keluarga dalam melakukan pemantauan perkembangan balita khususnya di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Kecamatan Metro Timur.
1. Bagi kader Posyandu sebagai masukan untuk meningkatkan pemantauan perkembangan balita di BKB maupun penyuluhan terahadap keluarga yang mempunyai balita tentang pentingnya pemantauan perkembangan balita.
2. Bagi keluarga atau ibu yang mempunyai balita dapat menambah pengetahuan tentang pemantauan perkembangan terhadap anaknya dan memotivasi keluarga tentang pentingnya pemantauan dan penilaian perkembangan pada balita usia 1-5 tahun di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur.
3. Bagi peneliti lain sebagai referensi atau bahan perbandingan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berhubungan pemantauan perkembangan seperti determinan atau faktor-faktor yang mempengaruhi pemantauan perkembangan terhadap balita di Posyandu Sejahtera V Kelurahan Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar