Jumat, 01 Agustus 2008

Induksi Ovulasi

Dalam keadaan tertentu akibat pengaruh hormone wanita tidak mengalami ovulasi (anovulasi). Untuk mengetahui ovulasi terjadi atau tidak dapat dilakukan dengan cara: mengukur suhu basal tubuh (BBT), test kit predictor ovulasi dan USG transvaginal.


Untuk membuat ovulasi timbul dokter kandungan akan memberi ’obat penyubur’ yang sebetulnya lebih tepat obat pemicu ovulasi. Yang paling sering dipakai adalah Chlomiphene Citrate (© ofertil,© blesifen ). Chlomiphene merupakan suatu obat anti-estrogen, dasar pemberiannya: anovulasi adalah akibat tingginya kadar estrogen. Obat ini membantu otak menstimulasi indung telur. Obat 'penyubur lain' seperti vitamin E (merknya macem2 nama belakangnya sering -erol), vitamin C atau asthin force (soho) merupakan anti-oksidan yang sifatnya hanya menunjang saja.


Biasanya diberikan dokter selama 5 hari dengan dosis 1 x 50 mg, mulai dimakan saat hari ke 3 haid atau hari ke 3 perdarahan lucut (withdrawal bleeding) setelah pemberian progesterone. Sekitar hari ke 10, dilakukan pendeteksian ovulasi dengan USG transvaginal untuk melihat tanda ovulasi. Jika terjadi perkembangan sel telur maka ovulasi akan segera terjadi. Hari tepatnya ovulasi dapat dideteksi dengan tes kit ovulasi.




Chlomiphene Citrate (generik) dan Proses Ovulasi



Jika pemberian Chlomiphene dengan dosis 50 tidak berhasil dapat diulangi lagi pada bulan berikutnya dengan dosis yang sama atau ada yang memakai cara menaikkan dosis 2-3 kali lipat (100-150mg) perhari dalam dosis tunggal (=sekali makan) juga selama 5 hari.


Jika ternyata resisten (nggak mempan), dapat diberikan injeksi hormon FSH (Follicel Stimulating Hormon) sintetis. Dosis pemberian dinaikkan secara bertahap sampai terlihat respon adanya perkembangan sel telur (folikel).


Untuk melihat proses ovulasi dalam video : scrolling terus kebagian terbawah halaman ini ada judulnya : VIDEO PROSES OVULASI.


PS : Untuk yang belum pernah hamil jika sudah satu tahun nikah (infertil) sebaiknya memeriksakan sperma terlebih dahulu sebelum melakukan induksi ovulasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar