Selasa, 25 Januari 2011

Sindroma Hughes

Sindroma Hughes, juga dikenal dengan istilah "Darah Kental" atau "Sindroma Antifosfolipid", merupakan penyakit auto-imun (penyakit akibat reaksi kekebalan tubuh kita sendiri) yang dapat menimbulkan gangguan pembekuan darah di pembuluh arteri dan vena yang selanjutnya dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk didalamnya keguguran, trombosis (penyumbatan pembuluh darah) pada kaki, stroke dan serangan jantung.

Satu dari lima kasus stroke pada usia muda (<45tahun)>
  • Trombosis vena pada kaki (DVT), Lengan dan organ2 dalam seperti ginjal, hati, paru, otak dan mata.
  • Trombosis pembuluh arteri, yang dapat menyebabkan stroke berulang dan stroke ringan (TIA), gangguan pada saraf dan serangan jantung.
  • Jumlah sel darah trombosit (sel pembeku) sedikit menurun
  • Sakit kepala (sering salah diagnosa sebagai migrain).
  • Gejala2 seperti Multiple sclerosis
  • Gerakan2 abnormal pada tubuh (Chorea)
  • Hilang ingatan.
  • Kejang-kejang.
  • Kelainan jantung (katup)
  • Kemerahan pada kulit (livedo reticularis)
  • Keguguran yang berulang.
  • Pada sindroma Hughes tubuh memproduksi antibodi terhadap fosfolipid, yang banyak terdapat membran sel tubuh. Laki dan wanita di usia berapa saja bisa terkena sindroma ini, tetapi lebih sering menyerang wanita.

    AFAPemeriksaan darah merupakan petunjuk diagnosis yang penting ditambah dengan riwayat penyakit pasien. Pemeriksaan darah sederhana untuk mendeteksi antibodi antifosfolipid juga dikenal dengan antibodi antikardiolipin.

    Pemeriksaan ini akan positif pada 80% kasus. Pemeriksaan lainnya darah lainnya adalah lupus anti-koagulan, yang akan positif pada 30-40% kasus. Pemeriksaan ini harus diulang-ulang karena tes ini juga bisa positif pada keadaan tertentu seperti pada kasus infeksi serta pada pengobatan tertentu. Kriteria Sapporo dipakai untuk mendiagnosis dengan mengkombinasikan temuan klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium.

    Pengobatannya sederhana dan bertujuan mencegah terbentuknya sumbatan atau trombus menggunakan aspirin atau heparin atau kedua2nya. Aspirin diberikan dalam dosis rendah. sekitar 75mg/hari kira2 seperempat dosis aspirin untuk orang dewasa.

    Kemungkinan seorang wanita bisa hamil sampai cukup bulan akan meningkat dari 19 sampai diatas 75-80% jika aspirin diminum secara reguler serta diberikan heparin. Heparin tidak melewati plasenta sehingga aman untuk kehamilan. Tetapi penggunanan jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis pada ibu.

    Jika terjadi penyumbatan (thrombosis), maka dipergunakan warfarin tetapi, harus dimonitor secara ketat serta tidak boleh diberikan pada wanita hamil.

    Sumber : CNN

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar